![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Waktu ... terus berganti, tanpa ada yang bisa menghentikan. Ingin dan tak ingin sesuatu akan tetap terjadi. setahun telah berlalu, Baby Twins sudah bisa merangkak dan berjalan menggunakan pegangan di setiap benda.
Sedangkan Veni sudah mulai ada tanda-tanda lagi berbadan dua, makan tak enak, semua makanan selalu ia muntahkan, Assisten Li sampai Asisten Li merasa tak tega dengan keadaan istrinya.
"Sebaiknya kita periksa kan keadaan mu, ini bukan masuk angin biasa, kau sampai kayak gini, " ucap Asisten Li
"Aku benar-benar tidak apa-apa, hanya saja kalau kau pakai parfum jangan banyak-banyak, aku gak bisa menerima baunya" ucap Veni yang menyuruh Asisten Li untuk berganti baju.
"Aku sudah tidak memakai parfum sama sekali, sayang ... beneran " ucap Asisten Li
"Tapi aku gak suka baumu ... "
Benar saja, Setelah mengucapkan kata itu, Veni langsung berlari masuk kedalam kamar mandi, dan memuntahkan semua bubur yang baru saja ia telan.
Merasa ada yang tidak beres dengan Istrinya, Asisten Li menghubungi dokter pengantin baru itu. Ya ... seminggu yang lalu Dokter Jimmy dan Dokter Raisa sudah menikah setelah pacaran hampir 7 tahun lamanya.
"Jangan khawatir, istrimu itu tengah berbadan dua, jadi hak itu sangat lah wajar" ucap Dokter Raisa
"Bagaimana kau tahu, kau belum memeriksa nya, aku tidak mau tahu, kau harus segera sampai di sini" ucap Asisten Li
"Hei, jangan terburu-buru dong, kau kan tahu aku dan Jimmy baru saja menikah, masak iya kamu tidak mengerti, ... jam segini lagi enak-enak nya kami istirahat, macam kau tak tahu saja" decak kesal Dokter Raisa
"Isss ... kalian ... ! Baiklah aku tunggu" ucap Asisten Li seraya mematikan ponselnya, terlihat istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sayang ... apakah jangan- jangan di sini sudah ada kita ... ?" Tanya Asisten Li pada Veni. Sesaat Veni terkejut, Lalu ia ingat kalau ia ternyata sudah telat datang bulan.
"Benarkah ... ?" tanya Veni
"Kemungkinan begitu kata Dokter Raisa, tapi kau istirahat lah, aku akan membuat kan mu bubur lagi" ucap Asisten Li seraya membawa istrinya untuk berbaring di ranjang.
"Kalau benar ... kenapa anak ini menyusahkan sekali, aku hampir saja tidak bisa menelan makanan sama sekali, bahkan ... aku juga tidak menyukai aroma mu" cebik Veni seraya berbaring miring, semua itu juga di dengar oleh Asisten Li.
Benar juga, apakah ciri-ciri orang hamil itu beda. Karena seingat Assisten Li, Nona Leona nya bahkan tak ingin jauh dari Tuan Tian, ini malah sebaliknya, Veni tidak ingin mencium baunya.
Tak lama kemudian, Dokter Raisa sudah tiba di apartemen Asisten Li. Dan langsung memeriksa keadaan Veni, dan benar saja, Veni sedang berbadan dua saat ini.
"Benar dugaan ku, Lihaonan ... berikan ini untuk mengurangi rasa mualnya, dan ini vitamin untuk ya, jangan cemas, Anakmu mungkin ingin memberikan mu pelajaran, Makanya dia tidak ingin dekat-dekat dengan mu" ucap Dokter Raisa
"Kehamilan nya sudah berusia 10 minggu, ini wajar untuk trimester pertama bagi ibu hamil, tapi setidaknya, untuk Nona Veni tetap berusaha mengisi perutnya, kalau nasi gak bisa, coba ganti dengan roti atau buah, jaga kesehatan nya agat kehamilan nya juga sehat" ucap Dokter Raisa.
__ADS_1
"Terimakasih, Dokter." ucap Veni
"Sama-sama, Baiklah hayo ... bayi pintar, buat papa mu ini susah dengan tingkah mu, hehehh" ucap Dokter Raisa seraya mengusap perut Veni dan melirik ke arah Asisten Li.
Setelah Selesai dengan urusan nya, Dokter Raisa pamit undur diri, Asisten Li mengantarkan nya hingga kedepan halaman rumahnya.
"Dokter, Tunggu!" ucap Asisten Li
Dokter Raisa mengehentikan langkahnya lalu menatap kearah Asisten Li
"Ada apa Li ... ?" tanya Dokter Raisa
"Apakah ini akan berlangsung lama ... ? maksud ku ... apakah dia akan lama mengalami muntahnya ... ?" tanya Asisten Li
"Itu tergantung kok, Kadang hanya terjadi di Trimester pertama saja" ucap Dokter Raisa
Asisten Li terdiam dan menatap kepergian Dokter Raisa, lalu kembali ke kamarnya. Melihat kondisi Veni, Asisten Li menghubungi Tuan Tian.
"Hallo, Tuan. Kemungkinan saya akan terlambat datang, Veni sedang tidak enak badan, dan saya ingin mencarikan dia Irt agar ada yajg menemani nya," ucap Asisten Li
"Jika istrimu sakit, maka rawatlah dulu, pekerjaan mu biar Ramos yang menangani nya, kau cari pembantu ... ingat cari yang Sesuai, ukurndan tingkahnya, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari" ucap Tian
*****
"Alan ... kau yakin akan menikahi adikku ... ?" tanya Galla
" Yakin, seyakin-yakinnya kak, sudah lama juga aku menunggu momen ini, sudah setahun lebih aku menunggu Marissa siap" ucap Alan
"Baiklah, aku akan datang dan membicarakan hal ini dengan Papamu" ucap Galla.
Pernikahan hal yang selama ini di tunggu oleh Alan, tentu ini akan menjadi hal yang membahagiakan buat Alan.
Setelah kelahiran anak pertama Galla yang bernama Han Tian Li, dengan panggilan Han.
Galla dan Angelina sudah tahu akan cintanya Alan pada Marissa, meski mereka Konyol tapi mereka saling mencintai.
*****
"Kau belum istirahat ... ?" tanya Galla pada Angelina.
__ADS_1
"Anak kita bangun, ini sudah mau tidur lagi" ucap Angelina seraya memberikan sufor pada babynya yang masih berusia 2 minggu.
"Biar aku yang menggendong nya, kesehatan mu belum pulih juga" ucap Galla seraya mengambil Baby Han dari pangkuan sang istri
"Kenapa kau tidak ingin mencari Baby sister, ?" tanya Galla
"Aku hanya takut, Kau tidak lihat ... bagaimana ... banyak kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Baby sister untuk anak asuhnya, aku hanya tidak ingin hal itu terjadi pada anakku" ucap Angelina.
"Kau kebanyakan nonton sinetron sayang, tidak semua kan begitu, kita akan mencari Baby sitter dari rumah sakit yang jelas, bukan kaleng-kalengan" ucap Galla seraya menggoda istrinya itu. Han kini tidur dalam pangkuan Galla. wajahnya yang lebih mirip Galla itu, membuat Galla Semakin gemas padanya.
"Kau lihat, wajah nya lebih mirip dengan mu, padahal aku yang telah mengandung nya selama 9 bulan, seharusnya dia lan lebih mirip denganku" ucap Angelina seraya menatap wajah putra nya itu.
"Mirip siapapun, dia tetap pangeran kita, kau tahu ... anaknya Tian saja, gak ada yang mirip Leona, Nala malah memiliki mata seperti Tuan Darrel" ucap Galla
"Eh, benar juga, mata birunya itu loh indah banget" ucap Angelin
"Marissa gimana ... ? apakah dia sudah siap menjadi menantu Tuan Marcel, meskipun Alan soplak, tapi dia anak seorang Mafia, hahahhaha siapa tahu keturunan nya nanti ada yang kayak Tuan Marcell, memiliki wajah seram, dingin, tampan tentu ya ... gak.soplak kayak bapaknya" ucap canda Angelina yang selalu tertawa jika lagi bicara dengan Alan.
Ya ... Alan sangat berperan dalam pemilihan Anggelina saat itu. Sikap Alan yang soplak mampu membuat Angelina tidak takut akan pria asing lagi.
*****
"Aku mau pisang goreng buatanmu, apakah kau bisa membuat kannya untukku ... ?" ucap Veni yang sedari tadi tidak bisa tidur
"Kau lapar ya ... kenapa harus pisang goreng ... ?" tanya Asisten Li seraya mengucek matanya
"Gak tahu ... aku maunya pisang goreng, gak mau yang lain, dan itu harus buatan mu" ucap Veni merajuk.
"Baiklah ... aku akan buatkannya untukmu, jangan merajuk lagi ya ... " ucap Asisten Li seraya mengelus pipi Veni.
"Baik, aku akan menunggu pisang goreng nya disini, terimakasih suami ku tersayang" ucap Veni seraya tersenyum pada Asisten Li.
Assisten Li pun pergi ke dapur, untungnya masih ada stok pisang yang bisa di buat pisang goreng. Setelah menggoreng pisang itu, Asisten Li melihat jam di tangan nya, ternyata masih jam 1 malam. Dengan mata mengantuk Asisten Li membawa pisang goreng nya ke kamarnya, Saat Asisten Li membuka pintu kamarnya, ia sudah melihat sang istri nyenyak tidur di bawah selimut nya.
"Sayang ... pisang goreng nya sudah jadi, bukannya kau sangat menginginkan nya tadi" Asisten Li seraya menyentuh pipi Veni dan mengelus nya, Namun ... Veni tidak bergerak sama sekali.
"Sayang ... pisang goreng nya sudah matang lih, entar keburu dingin gak enak " ucap Asisten Li seraya menguap menahan ngantuk.
"Gak jadi sayang ... aku udah gak jadi ingin makan pisang goreng, jauhkan dariku ya ... baunya gak enak" ucap Veni seraya masih memejamkan matanya.
__ADS_1
Terlihat Asisten menghela nafasnya. apakah ini juga termasuk ngidam ibu hamil ... ? pikir Asisten Li.