Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 135


__ADS_3

Kamila terdiam mendengar pertanyaan Arsa.


"Ya, aku memiliki nya, jika di ingat sekarang usianya sudah 19tahun, dia cantik ... sangat cantik" ucap Kamila sambil melamun dan mengingat wajah sang adik, namun tetap saja tidak ada bayangan wajah sang adik.


"Apakah kalian tumbuh bersama, dimana sekarang dia ... ? tanya Arsa penasaran.


"Dia tidak bersama ku, saat itu ... aku berusia 7 tahun, aku sudah memasuki Sekolah Dasar, mama ku melahirkan bayi yang cantik, aku selalu mendengar kalau mama Akan menjadikan adikku bunga dalam rumah pel*cur*nnya, saat itu aku dengan sembunyi-sembunyi menggendong adikku, lalu membawanya pergi ... aku meletakkan adikku di sebuah tempat yang bisa ditemukan oleh orang, berharap adikku memiliki kehidupan yang lebih layak dariku, tapi ... sekarang aku tidak tahu ... dimana sekarang dia tinggal? bagaimana kehidupan nya? tapi aku lega ... karena aku melihat sendiri ada seorang wanita yang menemukan adikku" ucap Kamila.


Kamila menceritakan semua pada Arsa, yang membuat Arsa semakin yakin kalau Arita lah adiknya adalah sebuah tanda lahir yang berada persis di dekat area sensitif yang Arita mikiki.


"Kenapa kau tidak meminta lelaki itu untuk bertanggung jawab akan anakmu?" tanya Arsa


"Dia Abdi negara yang sudah beristri, apa yang ku harapkan ... apakah dia akan percaya kalau Laksya adalah anaknya, sedang kan pekerjaan ku seperti itu, tapi ... selama dia menjadi langganan ku, aku tidak pernah menerima tamu lain selain dirinya, tapi Takdir berkata lain ... aku hamil, mama ku memaksa ku untuk menggugurkan kandungan ku, aku sangat mencintai pria itu, karena itulah aku berusaha mempertahankan anaknya, mungkin karena itulah aku bisa keluar dari dunia itu, dosaku sudah banyak aku tidak ingin menambah dosa ku dengan menggugurkan kandungan ku" ucap Kamila.


"Kau sudah mau berubah adalah pilihan yang terbaik, semua orang memiliki kesalahan dimasa lalu, dan sebaik-baik nya pendosa adalah orang yang ingin berubah dan tak mengulang kesalahan yang sama, sekarang kau sudah punya Laksya ... perjuangkan dia ... beri dia kehidupan yang layak, aku yakin ... kau bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk nya" ucap Arsa seraya tersenyum pada Kamila.


"Kau benar ... Laksya adalah satu-satunya alasan untukku bertahan," ucap Kamila, ia mencium kening putranya yang masih nyenyak dalam tidurnya.


Sesekali Arsa melihat ke arah Kamila, bedanya Kamila memiliki tanda tepat di bawah bibir nya sebelah kanan, kulit nya tak seputih Arita, tapi matanya ... hidungnya ... mulutnya semuanya sama.


*****


" Apakah begini cara kerja kalian ... !!! Mengapa semua nya tidak becus, Kalian ... ah ... mengapa bodoh sekali" Tian emosi saat menerima laporan, kalau proyek yang kini di tangani mengalami masalah, tentu kemarahan itu akan membuat Asisten Li kalang kabut, Asisten Li pergi untuk memantau sendiri kesalahan itu, sehingga ia tidak terlambat untuk menangani nya.


" Kalian pindahkan ini semua, dan mulai lah lagi ... jangan sampai terjadi kesalahan yang sama, ini sudah membuat Perusahaan mendekati kata rugi, jadi ... sebelum kerusakan tambah banyak, kalian juga harus berkorban tenaga, tenanglah jika kalian sukses bonus kalian tetap akan di berikan"ucap asisten Li.


Setelah mengatakan semua itu asisten langsung pergi untuk meninjau tempat lain, kini ia harus benar-benar turun tangan sendiri ia tidak bisa membiarkan Tian semakin murka.


Disaat asisten memiliki semua karyawannya tiba-tiba ada notifikasi masuk dalam ponselnya.

__ADS_1


asisten nih langsung membuka pesan itu ia mengira itu adalah pesan dari Tian Namun ... nyatanya hanya sebuah pesan emoji yang membuat asisten Li seakan hidup kembali.


Selain emoji ada satu pesan lagi yang masuk


'Jangan lupa makan '


Begitulah pesan singkat itu yang semakin membuat Asisten Li bersemangat, bahkan ia turut membantu para pekerja yang terlihat sudah kelelahan.


*****


"Kenapa kau senyum-senyum ... ?"tanya Leona


"Kau selalu saja kepo tentang ku, cemberut salah ... senyum-senyum salah, cerewet salah, diam juga salah" ucap Veni tanpa melihat kearah Leona, namun matanya melirik sedikit.


Leona melempar kan bantal ke kepala Veni.


"Mau rujak ... ?" tanya Leona seraya menjulurkan rujak manis yang ia beli tadi di luar.


Leona duduk di ranjang Veni dengan rujak manis di tangannya.


"Tadi kebetulan lewat di depan, ya sudah aku beli saja, lumayan enak loh bumbunya, pedesnya pas" ucap Leona seraya mengambil buah mangga dan memakannya.


"Eh emang nya gak kecut tuh mangga ... ?" Tanya Veni dengan menelan saliva nya membayangkan betapa kecutnya mangga yang Leona makan


"Tidak kok, coba saja " ucap Leona seraya menyerahkan mangga pada Veni


Veni mengambil mangga itu dan mencoba nya, namun ... hanya dengan satu gigitan, Veni langsung melempar mangga itu, matanya terpejam karena tidak bisa membayangkan betapa kecutnya mangga itu.


"Kau ... kenapa kau berbohong ..." ucap Veni seraya mengambil buah pepaya dan langsung melahap nya agar rasa kecut itu hilang.

__ADS_1


"Kau bohong apa coba" ucap Leona seraya terus menikmati nya.


"Mangga itu kecut banget tau ... dasar kau ... " ucap Veni seraya memukul kan bantal pada tubuh Leona.


"Mulutmu saja yang kecut Ven ... enak kok" ucap Leona tanpa perduli dengan expresi wajah Veni yang ileran saat melihat Leona begitu menikmati rujak manis itu.


Matahari sudah ingin pergi, tugasnya menyinari bumi sudah selesai, kini giliran rembulan yang akan melakukan tugasnya.


Akhirnya Arsa sudah sampai dirumahnya, ia membuka kan pintu untuk Kamila dan membantunya membawa kan barang-barang nya.


"Sari ... ini Kamila ... ia akan bertugas untuk mengontrol papa meminum obat, jangan beri dia pekerjaan lain, kau tahu sendiri dia memiliki balita" ucap Arsa pada Sari salah satu pelayan dirumah mamanya


"Baik Tuan, mari Nona ... saya akan mengantarkan anda ke kamar anda" ucap Sari


"Jangan panggil Nona kak, panggil saja Mila" ucap Kamila tersenyum.


"Baiklah ... Sar ... Mil, aku kerumah sakit ya, bantu Mila ya Sar" ucap Arsa Seraya meninggalkan kedua wanita itu.


sedangkan Sari langsung membawa Kamila menuju ke kamarnya kamar yang memang khusus untuk seorang pembantu.


"ini kamarmu dan anakmu harap kalian betah di sini"ucap Sari dengan ramah


"Terima kasih Kak" ucap Kamila


"sama-sama jika ada sesuatu yang kau inginkan kau bisa panggil aku" ucap Sari


"Baik kak" ucap Kamila.


Sari pun meninggalkan kamar Kamila, memberinya kesempatan untuk istirahat karena Sari tahu wajah Kamila sudah menunjukkan arti lelah.

__ADS_1


Kamila pun membaringkan tubuh laksya dalam perjalanan laksya memang sudah terbangun dan cukup lama terjaga, sehingga malam ini Laksya bisa tertidur dengan sangat nyenyak tanpa menganggu istirahat sang Mama.


Hai semuanya jangan lupa selalu dukung karyaku ya.


__ADS_2