Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 44 Gerakan Galla


__ADS_3

Menyadari gosip yang sudah beredar, dan Tian tidak berusaha menepis gosip itu, sehingga membuat Galla yakin,kalau Angelina benar-benar adalah wanitanya.


"Cari tahu tentang Angelin, apa kesukaan dan apa yang tidak di sukai nya, lakukan dengan halus, jika tidak bisa, kita lakukan dengan kasar"ucap Galla.


"Tuan di luar ada Nona Marissa"ucap salah satu anak buah Galla.


"Ckkkk...dia pasti sudah mendengar gosip itu"decak Galla.


"Bawa dia kemari, dan kalian keluarlah"titah Galla.


Semua anak buahnya pun meninggalkan ruangan Galla, dan Marissa adiknya Galla pun masuk, bibirnya mengerucut, dahi nya mengkerut, Marissa langsung memeluk kakaknya.


"Gosip itu tidak benar kan kak?"ucap Marissa dalam pelukan Galla.


"Kenapa harus dia, masih banyak lelaki lain yang jauh lebih hebat darinya"ucap Galla tanpa menjawab pertanyaan Marissa.


"Karena dia berbeda kak, aku hanya ingin dia"ucap Marissa yang kini sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.


"Berarti benar, Angelina adalah kekasihnya saat ini?"tanya Marissa seraya menatap netra Kakak nya.


"Tian tidak bisa menjaga hubungan nya dengan siapapun, itu hanyalah gosip yang hanya akan menjadi angin yang lalu, kakak janji hanya kamu yang akan menjadi Nyonya Tian"ucap Galla seraya mengelus kepala adiknya.


"Bagaimana perkembangan butik mu?"ucap Galla.


"Ya tetap begitu saja kak, lebih menguntungkan jual ke online"ucap Marissa.


"Kau gadis yang mandiri, Tian akan menyesal karena telah mengabaikan mu"ucap Galla seraya menyelipkan rambut Marissa ke belakang telinga nya.


"Dia terlalu tinggi untuk ku gapai kak, tapi.. Marissa akan terus berusaha agar dia bisa melirikku"ucap Marissa Seraya tersenyum.


'Aku tidak tahu, dimana kekurangannya adikku ini di matamu Tian, dulu kau adalah teman terdekat ku, kau selalu memberi perhatian pada Marissa, sehingga Marissa mengira kalau kau mencintai nya, tapi..nyatanya kau melukai nya dengan terlalu dalam karena penolakan mu' ucap Galla dalam hati.


"Baiklah, kau sudah makan siang?"tanya Galla seraya mendudukkan adiknya.


"Belum, marissa sangat lapar"ucap Marissa seraya memegang perutnya.


"Baiklah tunggu sebentar lagi"ucap Galla seraya mencium kening Marissa.


Lalu Galla menelfon seseorang untuk membawakan nya makan siang untuk dua orang.


Setelah mematikan ponselnya Galla duduk kembali di dekat adiknya.

__ADS_1


"Kak, sudah waktunya kakak menikah? apa tidak ada keinginan untuk itu?"tanya Marissa.


"Kakak hanya ingin melihat kau bahagia, Sebelum kakak melihat itu, kakak tidak akan memikirkan kebahagiaan kakak"ucap Galla.


"Isss kakak jangan begitu ah, Risa bahagia kak, mengejar cinta itu memang sulit,dan itu adalah tantangan untuk Risa"ucap Risa dengan penuh senyum.


"Benarkah? adik kakak sudah dewasa rupanya"ucap Galla.


"Bagaimana tipe yang kau sukai untuk menjadi kakak mu?"tanya Galla.


"Mmmm yang jelas tidak boleh lebih cantik dariku,hehhehehe, yang mencintai kakak dengan tulus, perhatian dan juga smart"ucap Marissa.


Ciri-ciri dengan semua itu, siapa yang pas di antara semua wanita yang dekat dengan nya, seperti nya tidak ada, semua yang dekat dengan Galla bukanlah katena tulus tapi karena Fulus.


"Itu ciri-ciri wanita yang sempurna, sudah jarang wanita yang tidak matre"ucap Galla.


"Pasti ada kak, buktinya Marissa begitu"ucap Rissa.


"Benarkah? kalau begitu semoga kau mendapatkan pria yang baik dan tulus padamu"ucap Galla.


Seketika candaan mereka terhenti saat pintu ruangan itu terketuk dan terbuka.


Terlihat beberapa orang yang membawa makanan untuk Galla dan juga adiknya.


*****


"Kenapa kau seperti ketakutan, siapa yang kau cari?"tanya Tian saat Leona melihat kearah kanan dan kirinya.


"Bukan begitu Tuan, saya takut ada karyawan lain yang melihat saya masuk kedalam mobil anda"ucap Leona seraya duduk di samping Tian.


"Memangnya kenapa kalau ada yang melihat nya?"tanya Tian dengan heran.


"kenapa tuan masih bertanya seperti itu? status anda sekarang adalah kekasih Nona Angelina, bagaiamana tanggapan orang-orang saat melihat saya ada di dalam mobil Anda?" ucap Leona.


Dan itu membuat Tian tersenyum, berarti gosip itu berjalan dengan semestinya.


"Tidak apa-apa, lagian kita adalah teman bukan?"ucap Tian dengan sekenanya.


"Li...apakah kau akan diam terus disini dan menjadi pendengar obrolan atasan mu?"ucap Tian, menyadari mobil belum juga bergerak.


"Tuan, di depan ada Nona Angelina, apakah saya yang harus bicara?"tanya Asisten Li.

__ADS_1


"Apakah dia melihat Leona tadi?"tanya Tian.


"Tidak Tuan, Nona baru saja tiba"ucap Asisten Li.


"Ya sudah kita abaikan saja dia"ucap Tian, lagi-lagi dengan sekenanya.


Asisten Li pun menghidupkan mobilnya lalu melewati Angelina yang juga melihat kearahnya, tentu ia tidak bisa melihat siapa yang ada di dalam, kecuali yang di dalam mobil, sudah jelas nisa melihat Angelina.


"Kenapa tuan mengabaikan nya?"tanya Leona heran.


"Apa dia penting? tidak kan...? makan siang kita yang lebih penting"ucap Tian seraya tersenyum.


'Cih...kenapa tuan tidak langsung bilang saja, kalau Nona Leona lah yang jauh lebih penting,' ucap Asisten Li dalam hati.


Mobil pun melaju membelah jalan yang kini panas nya bikin kulit kering wkwkwkkw.


Hingga akhirnya mereka pun sampai di sebuah restoran Tian dengan antusias membuka kan pintu untuk Leona, dan itu membuat Asisten Li terpaku.


'Oh Tuan Tian, kau selalu mengejutkan ku dengan tingkah mu pada Nona Leona'


Begitu juga dengan Leona, ia merasa tidak nyaman dengan apa yang Tian lakukan.


Perhatiannya mengingat kannya pada Arsa, ia selalu membuka kan pintu saat pergi bersama Leona.


Kini Tian dan Leona pun masuk kedalam Restoran, pemilik restoran sudah menunggu di depan pintu utama, menyambut kedatangan seorang Tian.


Namun pandangan pemilik restoran itu tertuju pada Leona, kenapa wanita nya tidak mirip dengan yang ada di media.


"Selamat datang Tuan Tian, suatu kehormatan tempat ku di kunjungi oleh anda"ucap Pemilik restoran itu seraya membuka kan pintu masuk, banyak mata yang tertuju pada arah Tian dan Leona.


Sedangkan Asisten Li berada di belakang Tian dan Leona.


Banyak mata yang kagum dengan ukiran tuhan yang ada pada diri Tian, lelaki sempurna dalam hidupnya.


Tampan dan kekayaan yang tidak ada duanya.


Siapa yang tidak akan tertarik padanya, namun... Leona...dialah wanita satu-satunya yang tidak melirik nya.


Karena bagi Leona, cinta bukanlah dari segi wajah atau harta.


wajah akan menua seiring nya bertambahnya umur, harta...bisa di cari tapi...cinta dan ketulusan serta kesetiaan itulah yang sulit ditemukan.

__ADS_1


Mencintai dan Di cintai itulah yang terpenting, namun... kegagalan nya dalam rumah tangga membuat Leona semakin dalam memikirkan tentang cinta.


__ADS_2