![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Leona menatap wajah Tian .
"Apa yang kau katakan ... ? kebanyakan orang hamil memang seperti itu, muntah adalah hal.lumrah yang ibu-ibu alami saat hamil, bahkan ada yang lebih parah dari itu" ucap Leona.
"Benarkah ... ?" tanya Tian tidak percaya.
"Benar sayang, contoh nya seperti Author ni, selama hamil anak ke dua, selalu muntah darah terus, itu terjadi sampai ia lahiran, tapi ternyata dia baik-baik saja, sehat dan bayinya juga sehat, hamil anak ke tiga juga gitu, Author nya mengalami batuk yang parah, sampai melakukan pemeriksaan tapi baik-baik saja, eh pas lahir anaknya, batuknya juga sembuh lih sayang" ucap Leona menceritakan kisah pengalaman author saat hamil anak kedua dan ketiga wkwkwkwk,
"Itu hamil anak kedua dan ketiga, lalu hamil anak pertama apa yang di alami Author itu?"tanya Tian penasaran.
"Emmm .... mmmm ... gimana ya ... " ragu Leona mengatakan.
"Kenapa ... ? lebih parah ya ... ?" tanya Tian
"Tidak juga, hamil anak pertama, Author tidak mau dekat-dekat sama suaminya, selau mual jika mendengar bau suaminya, padahal Suami nya sudah mandi dan pakai parfum, tetep saja mual kalau dekat-dekat katanya" ucap pelan Leona ragu.
Dan itu berhasil membuat Tian terbelalak tidak percaya.
Saat Tian ingin berkata Leona langsung memejamkan matanya.
"Aku ngantuk, istirahat ya... " ucap Leona seraya masih memejamkan matanya, padahal ia hanya ingin menghindari perkataan suaminya, yang mana jelas-jelas ia ingin protes akan kehamilan anak pertama si author ni.
"Baiklah ... tidurlah"ucap Tian seraya menepuk-nepuk pelan punggung Leona. seperti seorang ayah menepuk punggung sang anak agar bisa segera terlelap tidur.
Leona tersenyum seraya terus memejamkan matanya. Sehingga pura-pura tidur itu menjadi jalan menuju mimpi yang indah.
Merasa Istri nya sudah benar-benar lelap, Tian meletakkan kepalanya Leona di atas bantal.
Ia turun dari ranjangnya setelah memberikan kecupan di kening Leona.
Tian berdiri lalu keluar dari kamarnya, di sana sudah ada Asisten Li yang berdiri tegak bagaikan patung tanpa nyawa.
Tian memimpin langkahnya menuju ke ruang tamu.
__ADS_1
"Apa terjadi sesuatu pada Nona Leona tuan? kenapa anda terlihat begitu cemas?"tanya Asisten Li saat mereka sudah berada di belakang rumah.
"Li ... apakah memiliki anak itu harus, kenapa setiap orang tua menginginkan menantu nya untuk segera hamil? padahal mereka sangat tahu ... hamil itu sangat menyiksa"ucap Tian.
Asisten Li terdiam mendengar perkataan Tuannya. merasa tidak tahu akan jawaban apa yang harus ia berikan pada Tuannya, Asisten Li bertanya pada mbah Google atas pertanyaan yang Tian berikan.
"Tuan, itu karena semua wanita ingin memiliki anak tuan, mereka rela berkorban menahan sakit, demi sang buah hati" jawab Asisten Li sesuai arahan mbah Google.
"Berkorban ... ?"ucap Tian setengah bertanya.
"Iya Tuan, kehamilan dan memiliki anak,adakah tujuan dan impian bagi semua wanita yang sudah menikah, mereka rela mengorbankan penampilan mereka demi bisa menampung bayi yang sehat di dalam perut nya"ucap Asisten Li dengan bangga namun ... siapa yang menyangka Tian melihat kearah Asisten Li dan menemukan Asisten Li melihat ponsel.
Langsung saja Tian menarik telinga Asisten Li, yang mana Asisten Li sangat terkejut.
"Jawaban yang bagus Lihaonan "ucap Tian seraya terus menjewer telinga Asisten Li.
"Aw ... Tuan ampuni saya, saya ... "
"Tidak apa-apa, seharusnya aku tidak bertanya padamu, tentu kau tidak akan tahu jawabannya"ucap Tian beralih menepuk lengan Asisten Li.
Tian tersenyum lalu mengalihkan pandangannya lagi.
Tian memandang air kolam yang begitu tenang, tidak ada gerakan sama sekali.
Tian ingin hidupnya bisa setenang air itu, namun ... memiliki anak adalah masalah terbesar baginya sekarang, apalagi harus melihat sang istri tersiksa selama 9 bulan.
Dan lagi ... hal yang mengetikan adalah, ketika sang istri tidak ingin dekat-dekat dengannya, semoga jika istrinya hamil hal aneh semacam itu tidak terjadi padanya.
Sejenak tidak ada suara yang mereka lontarkan.
"Apa yang terjadi sebenarnya antara kau dan Veni ... ?" suara Tian terasa sangat mencekik bagi Asisten Li saat harus menanyakan tentang wanita yang dirinya sendiri tidak mengerti.
"Kau menyukainya ... ?" tanya Tian.
__ADS_1
"Tidak Tuan, bukan begitu, saya hanya peduli pada hal yang bersangkutan dengan anda dan Nona"jawab Asisten Li dengan gugup.
Tian tersenyum mendengar jawaban Asisten Li.
"Ini pertama kalinya kau berbohong padaku Li, aku tidak akan melarang, jika itu memang benar, kau memberikan kartu padanya dengan menggunakan namaku, isss ... sejak kapan Li ... ?"
Asisten Li terdiam, karena ia tidak tahu harus mengatakan apa, karena diri nya sendiri masih mengingat-ingat dimana awal wanita itu mengganggu pikirannya.
"Maafkan saya Tuan, saya hanya ingin ... ingin .. maafkan saya karena sudah memakai nama anda untuk hal kartu itu, saya hanya merasa berbeda saja saat bicara dengan nya Tuan, dan juga ... dia memiliki masalah dalam keuangan, jadi saya hsanya ingin membantunya" ucap Asisten Li.
"Jika kau mencintai nya, maka kau harus bertanggung jawab penuh atas dirinya Li, dan juga ... wanitamu adalah perioritas utama mu setelah kau memiliki nya" ucap Tian.
"Aku dan Leona akan sangat bahagia jika kau dan Veni benar-benar memiliki rasa itu, aku sangat mengenal mu Li, kita tumbuh bersama, kau juga tidak pernah merasakan jatuh cinta selama ini, jadi ... ku harap kau bisa bahagia seperti ku"ucap Tian.
Dan ternyata semua yang mereka bicarakan ada telinga yang mendengar nya.
Ya ... tanpa sengaja Veni mendengar semua percakapan mereka, awalnya Veni berniat mau ke dapur untuk mengambil air putih, hanya saja kaki kepo nya membawanya mengikuti langkah kedua lelaki yang kini berjalan bersamaan.
Veni menutup mulutnya agar tidak bersuara, ia meninggal kan tempat dimana ia tadi menguping.
Ia tidak percaya dengan semua yang ia dengar, padahal ia hanya bercanda mengatakan kalau Asisten Li menyukai nya.
Ia ingat sekali dengan taruhan antara Marissa Angelina dan Leona. ia bersemangat mendekati Asisten Li, tapi ... sekarang ia.merasa menyesal, karena telah memanfaatkan kebaikan asisten Li selama ini, meski menurut nya Asisten Li terlalu mendominasi kehidupan nya, jujur saja Asisten Li sangat lah baik padanya.
Huwa ... Huwa ...
Veni menangis ala lebay di kamarnya.
Ia menghentakkan kedua kakinya di ranjangnya.
"Ibu ... dia yang membantuku, orang yang selama ini ku ceritakan sebagai lelaki kaku itu adalah orang yang menolong kita bu" ucap Veni.
Ya ... Asisten Li tahu Veni adalah anak yatim-piatu, ia si besarkan oleh wanita yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengannya, dan saat ini wanita itu sedang sakit dan butuh biaya untuk pengobatan.
__ADS_1
Maafkan saya ya teman-teman karena gak up, kedua anak saya baru sembuh eh malah saya kemaren yang sakit, jadi hanya bisa up hari ini, terimaksih untuk doa semua teman-teman disini