![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Malam telah berakhir, Leona kini sudah berada di dapur, membantu Ibu dan juga Bibik nya untuk menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang, awalnya, Tian melarang nya, tapi ... ini adalah kebiasaan Leona sejak dulu, Leona duka memasak, meskipun bukan hobi.
"Sayang ... kau tata saja semua ini, biar Ibu dan Bibik yang di sini"ucap Ibunya Leona.
"Ibu seharusnya tidak usah melakukan ini, biar Leona saja, toh Leona masih belum bekerja kan ... ? sedangkan Ibu harus mengurus perusahaan "ucap Leona.
"Tidak apa-apa, ibu sudah bersyukur karena sudah di beri kesehatan kembali, setelah kau menata ini, kembali lah ke kamarmu"ucap Ibunya Leona
Tidak ingin berdebat dengan wanita yang kini seperti memiliki kekuatan 10 kali lipat dari pada biasa nya.
Leona pun mengikuti perintah ibunya, setelah menata peralatan makanan, Leona langsung kembali ke kamar nya.
Di tangan nya sudah ada secangkir kopi susu untuk sang suami.
Benar saja, baru saja Leona masuk ia sudah mendapati suaminya yang baru keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil.
Leona meletakkan secangkir kopi susu itu lalu beralih mengambil handuk yang suaminya pegang.
"Pagi sayang "ucap Tian seraya mengecup bibir Leona.
"Pagi juga" jawab Leona seraya membantu Tian mengering rambutnya.
Setelah merasa agak kering, Leona meletakkan handuk kecil nya dan menyiapkan pakaian untuk Tian.
"Minumlah dulu kopinya, mumpung masih hangat" ucap Leona seraya mengambil baju di lemari.
"Baiklah ... terimakasih sayang" ucap Tian seraya menyesap kopi buatan istrinya.
"Kau ada pertemuan dimana kali ini ... ?" tanya Leona karena Tian bilang akan terlambat pulang nanti malam.
"Aku akan berkunjung ke kota B bersama Li, mungkin akan telat pulangnya"ucap Tian.
Leona memakai kan bajunya Tian.
"Pagi ini aku masih ada rapat di perusahaan, mungkin berangkat nanti setalah makan siang, kenapa ... ? apakah kau akan ikut?"tanya Tian seraya memegang dagu Leona.
"Kau pergi bekerja, bukan sedang liburan, jaga diri di sana, pokoknya nanti malam aku akan menunggumu"ucap Leona serata menyisir kan rambut Tian.
"Akan aku usahakan tidak sampai malam hari"ucap Tian seraya mengecupnya kening Leona.
Mendapatkan ciuman itu, Leona memeluk Tian seraya berkata, "Aku mencintaimu"
Tian membalas pelukan Istrinya, Ia sangat suka jika Leona bersikap manja.
__ADS_1
"Baiklah ... jangan goda aku pagi ini, karena jika ini bangun, akan sulit di tangani"ucap Tian yang langsung menerima cubitan kecil di perutnya.
"Aiss ... sayang lagi dong"ucap Tian dengan mencium pipi Leona.
"Kau semakin hari semakin pintar merayu, belajar dari mana ... ?" tanya Leona seraya menjauhkan tubuhnya dengan tubuh Tian.
"Apa yang kau katakan, aku belajar dari mu kah sayang ..., kau yang mengajariku bagaimana cara mencintai dan mencintai sehingga muncullah kata-kata yang indah untuk mu" goda Tian lagi.
"Ah sudahlah, aku akan ganti baju dulu, setelah itu kita turun, sarapan nya sudah siap semua".
*****
Kehidupan berjalan selalu bahagia dan ceria, sedangkan Veni kini lebih sering diam saat bertatap muka dengan Asisten Li.
Perasaan bersalah dan rasa malunya seakan-akan menampar nya, padahal Asisten Li tidak tahu, kalau sebenarnya Veni sudah mengetahui semuanya.
"Ven ... kamu tidak apa-apa kan ... ? apakah kau sakit?"tanya Leona saat melihat wajah Veni yang terdiam, biasanya anak ini sudah heboh saat tahu Asisten Li akan tidak ada seharian.
Tanpa di rasa Asisten Li mendengar ucapan Leona, sedangkan dia di suruh Tian untuk mengambil berkas di ruang kerjanya.
Sejenak Asisten Li berhenti dari langkah nya.
Ia menoleh sedikit pada arah Leona dan Veni.
Veni menggeleng kan kepalanya saat mendapati pertanyaan itu dari Leona.
"Aku tidak apa-apa,"jawab Veni menatap Leona.
"Kau bohong pastinya, aku tahu kamu Ven ... ? kita sudah lama bersama, tidak mungkin kau alan jadi pendiam dalam waktu yang singkat" goda Leona dengan candaan nya.
Namun lagi-lagi Veni tak bergeming.
"Aku ke kamar saja ya, kalau kau membutuhkanku panggil saja" ucap Veni seraya meninggalkan Leona sendiri.
Leona semakin yakin, kalau ada sesuatu yang Veni sembunyikan darinya.
Leona membiarkan Veni untuk saat ini, mungkin ia butuh waktu untuk sendiri.
Namun tidak bagi Asisten Li, ia merasa penasaran atas sikap Veni.
Biasanya Veni akan berkata bar-bar saat melihat Asisten Li akan pergi.
Asisten Li mengambil berkas yang Tian ingin dengan langkah begitu cepat, lalu menyelinap masuk kedalam kamar Veni, Veni sendiri tidak mendengar suara pintu terbuka dan tertutup.
__ADS_1
Asisten Li terdiam saat melihat Veni yang tengkurap dengan celana pendeknya.
Terlihat Veni yang uring-uringan seraya menulis di atas kasur dengan jarinya.
Sebenarnya Asisten Li juga merasa heran, kenapa ia begitu peduli dengan perubahan sikap Veni, yang jelas-jelas selalu membuat fokusnya teralihkan.
Bahkan kini ia ragu harus berbuat apa, ia sudah terlanjur masuk, tidak mungkin ia keluar begitu saja.
Asisten Li melangkah kan kakinya mendekati ranjang Veni.
Terlihat sekali kegugupan Asisten Li, kemana Asisten Li yang terkenal cekatan dalam segala hal, kini ia menjadi seekor kura-kura yang sangat lambat.
Asisten Li menundukkan tubuhnya sehingga kini berada di atas tubuh Veni.
"Kau baik-baik saja ...?"ucap tiba-tiba asisten Li yang tentu saja membuat Veni terkejut, Veni langsung membalikkan tubuhnya, sehingga Kini mereka saling berhadapan di atas ranjang, Kaki Veni terjulai ke sisi ranjang.
"A ... apa ... apa yang kau lakukan dikamar ku ... !" ucap Veni dengan terkejut.
"Aku menanyakan, apa kau baik-baik saja, jawab saja pertanyaan ku, biar cepat selesai" ucap Asisten Li dengan posisi masih sama.
"Aku ... aku baik-baik saja, kau ... kau jangan begini, menjauh lah"ucap Veni.
menyadari akan keadaan, Asisten Li oun segera mengangkat tubuhnya, sayangnya ... kaki Asisten Li terpeleset sehingga membuat tubuh Asisten Li ambruk ke atas tubuh Veni.
Bibir mereka menyatu dalam ketidak sengajaan, ketidak sengajaan yang terjadi cukup lama, kedua mata Veni terbelalak tak percaya, begitupun dengan Asisten Li.
Merasakan ada hal yang aneh, Asisten Li segera bangkit begitu juga dengan Veni.
Veni yang ingin mencaci Asisten Li tiba-tiba ia urungkan saat ingatan nya teralihkan pada kejadian semalam, tentang semua pembicaraan Tian dan Lihaonan.
"Maaf ... aku tidak sengaja"ucap gugup Asisten Li.
"Seharusnya kau ketuk pintu dulu sebelum masuk, dan apa tadi ... kau sudah dua kali mengambil ciuman ku"ucap Veni dengan cemberut.
"Maaf ... akan ku kembalikan "ucap Asisten Li seraya mendekati Veni, tentu Veni mundur namun sudah ada ranjang di belakang nya.
"Eh ... eh ... stop !! jangan mendekat lagi, mau mengembalikan gimana ... ? mau mecium ku lagi ... begitu pintar sekali kau Lihaonan" ucap Veni.
"Lalu bagaimana aku mengembalikan ciuman mu?"ucap bodoh Asisten Li.
"Ah ... sudah kalau gak ada yang penting, mending kau keluar, kau pura-pura bodoh apa emang bodoh ... " cebik Veni.
Mungkin jika orang lain yang berkata, Asisten Li tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan nyaman, bedanya ... sekeras apapun Veni berkata padanya, ia akan tetap bertingkah bodoh di hadapannya.
__ADS_1