![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Malam telah semakin gelap, Leona merasa tidurnya tidak nyaman, gerakan sang debay, semakin terasa aktif, bahkan dua kali lipat.
Leona berusaha tidur mirin sana sini namun tetap terasa tidak nyaman, sehingga membuat lelaki yang sudah terlelap tidur terbangun.
Tian langsung duduk saat melihat istrinya yang seperti tidak nyaman, namun matanya terpejam.
"Sayang, kamu kenapa? apakah ada yang sakit ...?"Tian menyentuh kening meletakkan kepalanya dalam pangkuannya.
Leona membuka matanya.
"Ada apa ...?" tanya Tian
"Tidak, hanya saja aku tidak nyaman berbaring, gerakannya semakin lincah" ucap Leona yang mana wajah nya tepat berada di bawah wajah Tian.
Leona berusaha bangun, fan bersandar ... ia merasa lebih baik.
"Maafkan aku, karena aku ... tidurmu jadi terganggu" ucap Leona menatap wajah lelah suaminya.
"Apa yang kau katakan, kau tidak bisa tidur, lalu ... apakah aku akan enak-enakan tidur sendiri, kau juga lelah ... sepanjang hari kau membawa anak kita, lalu ... apa arti lelah ku jika di bandingkan dengan mu" ucap Tian seraya mengusap kening Leona, mencium nya dengan penuh kasih sayang.
"Sayang ... mainnya besok saja ya ... Mama mau istirahat, kau jangan nakal, atau kau akan melawan papa nanti ...!" ucap Tian seraya mengelus perut Leona.
Saat tangan Tian mengelus, ada gerakan seperti tendangan tepat di tangan Tian.
"Iss ... kalian mau melawan papa ya ... awas saja junior papa akan masuk untuk melawan kalian ... " goda Tian pada Leona.
Benar saja Leona langsung memukul lengan Tian saat mendengar ucapan nya, Tian hanya tersenyum pada Leona, ia menarik tubuh Leona agar bersandar pada tubuhnya.
"Apakah seperti ini terasa nyaman ...?" tanya Tian seraya mengelus kepala Leona.
"Ia ... apakah boleh aku tidur begini ... ? kau lelah nantinya "ucap Leona seraya mendongak kan kepala nya.
Tian langsung menurunkan wajahnya dan mencium bibir Leona
"Tidak akan ada kata lelah, tidurlah ... aku akan megelus mu seperti ini" ucap Tian seraya meletakkan kepala Leona di dadanya.
Benar saja Leona merasa nyaman dan tenang.
Malam ini Tian tertidur bersandar dengan tubuh setengah duduk, demi kenyamanan tidur sang istri.
__ADS_1
Sinar matahari telah menyinari dunia.
Leona merasa tidurnya malam ini sangat nyaman, gerakan dalam kandungan nya tidak seperti biasa, Karena itu Leona berfikir apakah karena ia tidur dalam pangkuan suaminya.
Seketika Leona sadar, bahwa ia masih tertidur dalam posisi yang sama seperti semalam.
Ia pun dengan hati -hati melepaskan tangan Tian yang masih melingkar dai bahunya.
"Kau pasti sangat lelah tidur seperti ini semalaman" Leona berkata seraya membelai pipi sang suami.
"Aku tidak lelah, malah aku senang. Karena istriku akhirnya bisa tidur nyenyak. Mulai besok kau akan selalu tidur dalam pelukan ku, atau anakmu di dalam melakukan protes lagi" ucap Tian
"Ah, benarkah ...? apakah kau ingin mama dan papa tidur seperti ini terus setiap hari ...? barulah kau akan tenang di dalam ...?" tanya Leona lada bayi di dalam perut nya.
"Selamat pagi kesayangan ..." cium Tian di pipi Leona
"Pagi juga ..." Leona membalas dengan senyuman.
"Kau mau apa ...?" tanya Leona saat Tian mengambil ponsel
"Meminta sarapan pagi kita agar di antar kan kemari" ucap Tian yang langsung menghubungi Asisten Li
"Ya Tuan ...!" jawab Asisten Li
"Baik Tuan" jawab Asisten Li
Sambungan itu oun sudah terputus.
"Kenapa kita sarapan di kamar ...?" tanya Leona
"Karena jika kita makan berdua, mereka juga punya kesempatan makan bersama dengan pasangan mereka sendiri" ucap Tian seraya mencolek hidung Leona
Leona tersenyum mendengar ucapan Tian
"Berarti kau setuju dengan hubungan Li dan Veni ...?" tanya Leona bahagia
"Sebelum Li menyatakan perasaannya, dia bicara terlebih dahulu padaku, percayalah Li adalah lelaki yang sangat baik, bahkan jauh lebih baik dariku" ucap Tian dengan mata berbinar.
"Lihaonan adalah anak yang di selamatkan oleh kakek nenekku, ia sudah tidak memiliki keluarga kecuali orang tua Joe, selama 20 tahun, Li ada di sisiku, menjadi tameng bagiku, teman sekaligus kakak bagiku, mungkin usia kita sama, tapi dalam kedewasaan, Li jauh lebih dewasa dariku " ucap Tian
__ADS_1
"Lalu ... apakah dia memang dari kecil tanpa senyum ...? maksud ku ... wajahnya se kaku itu ...?" tanya Leona, karena pertanyaan itulah yang memang ingin Leona ketahui.
"Tidak, wajah kaku itu dia dapat saat ia lulus dalam latihan menjadi pengawal yang handal" jawab Tian dengan terkekeh.
Sedangkan Leona menutup mulutnya, Antara tidak percaya dan percaya.
"Tapi saat kulihat, semua wajah para pengawal memang begitu ...? tanpa senyum ... yang membuat ku heran, kenapa mereka kuat saat melihat hal lucu tapi mereka tidak tertawa hahahha" ucap Tian dengan masih terkekeh.
BUKK
Leona memukul Tian dengan bantal, agar ia berhenti tertawa
"Bukankah kau juga begitu, kau terlihat bagaikan monster, bahkan Bu Tantri selalu mengingat kan aku, jangan menatap Tuan Tian lebih dari 5 detik, jangan pakai parfum terlalu banyak, jangan berjalan berlenggak-lenggok saat ada Tuan Tian, karena Tuan Tian tidak menyukai nya. Bukankah kau lebih menyeramkan ..." ucap Leona saat mengingat semua ucapan Bu Tantri
Leona menatap Tian dengan sangat cermat.
Tian menjadi salah tingkah saat mendapati tatapan itu.
"Itu ... itu karena mereka selalu ... berlagak seperti wanita yang tidak layak di lihat saja, makanya aku jaga jarak dan juga aku memberi peringatan, kalau aku tidak suka wanita yang selalu tebar pesona" ucap Tian dengan salah tingkah
"Benarkah ... kau jahat banget tau ...!"
Di saat Tian ingin menjawab, suara ketukan pintu membuat nya mengurungkan untuk menjawab ucapan sang istri.
*****
"Ah, pagi ini ... rasanya aku ingat dengan Dinda, cih ... wanita sok tegar itu ..." ucap Joe saat duduk di dekat pantai, dengan sarapan pagi di hadapannya.
"Hei, kau sendiri ...?" tanya Dokter Raisa
"Eh Dokter, duduklah ..., aku ingat semalam Dokter Jimmy gak jadi hadir, berarti Dokter juag sendiri" ucap Joe
"Ah, kau benar ... tapi lumayan enak juga sendiri, kau tahu ... kita bebas mencari kesenangan kita sendiri" ucap Dokter Raisa seraya menatap hamparan laut yang ada di hadapannya.
"Joe, kau terlihat lebih dewasa sekarang, apakah sudah punya kekasih ... ?" tanya Dokter Raisa
"Belum, tapi sudah proses, jangan sampai Dokter di lewati olehku, karena terlalu lama pacaran" ucap Joe dengan pandangan yang lurus pada lautan di pagi hari.
"Hahahhah kau benar, doakan saja Joe, semoga seminar tahun ini berjalan dengan lancar, sehingga ... aku dan Jimmy bisa menikah secepatnya, kau kan sangat tahu ... seminar bagi seorang dokter? " ucap Raisa menatap Joe
__ADS_1
"Kalian hebat, beberapa tahun berpacaran masih saja awet" ucap Joe
"Komitmen yang kami jaga Joe"