Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 273


__ADS_3

Saat Arsa hendak pergi, Tuan Laksmana menghalangi nya seraya memegang tangan Arsa.


"Tuan Arsa, percaya lah pada kami, Kami tidak akan mengecewakan Tuan Arsa" ucap Tuan Laksmana yang masih kekeh ingin Arsa menanam saham di hotelnya


Arsa melepaskan tangan Laksamana seraya berkata


"Tuan, Anda sudah tamat, hanya saja Tuan Tian memberikan anda kesempatan untuk bernafas saat ini, perlu Tuan tahu, aku dan perusahaan ku lenyap karena aku pernah melakukan kesalahan padanya, jika tak percaya silahkan cari tahu tentang saya, di situ tertera bahwa aku bangkrut dan kini telah bekerja di kantor Bibik saya, jadi ... selagi anda ada kesempatan, bersujud lah minta maaf padanya, dan akui semua kesalahan anda, apalagi anda sudah mencemarkan nama baik nya" ucap Arsa seraya menepuk bahu Laksmana dan segera berlalu dari ruangan Laksmana, sedangkan Putri yang mendengar itu langsung terduduk lemas di kursi sofa, saay ia baca tentang Arsa di media.


"Kita benar - benar salah mencari mangsa Pa ... semua yang di katakan Tuan Arsa benar, dan istri Tuan Tian adalah mantan Istri Tuan Arsa " ucap Putri seraya meneteskan air matanya.


Tentu itu membuat Laksmana tertegun dan tak percaya, bagaimana mungkin ia ketinggalan berita penting tentang orang hebat seperti Tian. Dan sekarang malah ingin menjebaknya dengan begitu banyak bukti yang sudah ia serahkan ke polisian.


*****


"Besok kita akan sampai jam 6 pagi di kota itu, Mama siap ... ?" tanya Tian


"Siap sekali Pa, aku ingin sekali mendepak Wanita yang sudah berani menjebak suamiku " ucap Leona dengan mata tajamnya.


"Oh jadi kau tak rela jika Papa di sentuh olehnya ... ?" goda Tian


"Ya gak rela lah, istri mana yang rela suaminya di sentuh wanita lain, aku tak ingin masa laluku terulang lagi, tidak ingin ... !" ucap Leona seraya menatap Tian dengan tajam.


"Sayang, percayalah aku bukan pria macam itu, apalagi dengan keterbatasan yang aku punya, mana mungkin aku akan selingkuh jika aku tak bisa menyentuh nya " ucap Tian


"Bisa saja kau dibuat pingsan lalu mereka memperkos* Papa kan ... ? Makanya Pa ... jadi laki jangan ganteng-ganteng amatlah, kurangi dikit ganteng nya " ucap Leona yang membuat Tian gemas, Tian memeluk Leona


"Sayang, itu semua tidak akan terjadi, tak akan ku biarkan terjadi dan besok akan mu buat mereka menyesal telah membuat skenario seperti ini" ucap Tian dengan kejam namun terlihat bibir nya tersenyum pada Leona.


Malam ini sebelum.mereka berangkat Tian dan Leona menghabiskan malam yang panas, karena terbakar api asmara.


*****


"Kenapa sudah pulang, bukankah Mas bilang akan pulang besok ... ?" ucap Karmila yang mengambil tas kerja suaminya, dimana ia bekum tidur karena Laksya yang tak kunjung tidur.


Arsa mencium kening Kamila


"Kenapa belum istirahat ... ?" tanya Arsa dengan suara lelah nya.

__ADS_1


"Laksya belum tidur, Mas. mana bisa aku tidur " ucap Kamila


"Kan ada pembantu, kau jangan kelelahan ... " ucap Arsa seraya membenarkan rambut Kamila


"Tidak apa-apa, lagian aku fikir Mas tidak akan pulang jadi aku bawa Laksya ke kamar kita" ucap Kamila yang kini berjalan berdampingan dengan Arsa


"Dimana sekarang dia ... ?" tanya Arsa


"Ada di kamar kita " jawab Kamila


Benar saja, saat Kamila dan Arsa membuka kan pintu kamarnya, terlihat bocah yang masih amin dengan mobil-mobilan di tangannya, betapa bahagia nya wajah Laksya saat melihat Arsa datang.


"Papa ... " ucap Laksya seraya berusaha turun dari ranjang Kamila dan Arsa


"Sayang, kenapa belum tidur ... ?" tanya Arsa Seraya menggendong tubuh Laksya


"Nu .. nungg ...guin Papa" jawab anak itu polos


"Kalau papa tidak pulang malam ini bagaimana ... ? Apakah Laksya tidak akan bobok ... ?" tanya Arsa seraya duduk di tepi ranjang dengan Laksya dalam gendongan nya.


"Papa akan pulang, Laks tahu itu ... " ucap Laksya dengan suara terbata


"Sangat sayang papa" ucap anak kecil itu dengan polos nya sambil mencium pipi Arsa


"Papa juga sayang Laksya, tapi lain kali kalau sudah malam tidur ya ... kasihan Mama, kecapean " ucap Laksya yang menatap Kamila keluar dari kamar mandi guna menyiapkan air hangat untuk Arsa


"Airnya sudah siap Mas, ayo sayang, Papa mau mandi dulu" ucap Kamila seraya mengambil Laksya dalam gendongan Arsa.


"Terimakasih ya ..." ucap Laksya


"Mas mau minum kopi atau susu sebelum tidur ... ?" tanya Kamila


"Kopi saja sayang " ucap Arsa seraya menuju ke kamar mandi.


Kamila pun menggendong Laksya keluar dan menuju ke dapur guna menyiapkan kopi untuk suaminya.


*****

__ADS_1


"Kau yakin tidak ingin ikut besok ... ?" tanya Asisten Li


"Yakin, lagian aku akan kesal jika melihat tampang tuh manusia-manusia laknat itu" ucap Veni


"Nona Leona akan bereaksi loh nanti " ucap Asisten Li


"Bereaksi gimana ... ?" tanya Veni penasaran


"Bereaksi kayak superhero " ucap Asisten Li guna menggoda Veni


"Ckkkk , ikut dah, lagian aku akan penasaran jika hanya katanya" ucap Veni


"Aku lebih lega jika kau selalu ada dalam pandangan ku, karena itu aku mengajakmu" ucap Asisten Li


"Sekarang istirahat lah, " ucap Asisten Li seraya mengelus kepala Veni.


"Aku mencintaimu " ucap Veni seraya mengeratkan pelukannya di tubuh Asisten Li


Hingga mereka terlelap dalam lelahnya malam.


Pagi menyapa dengan sinarnya mentari yang menyejukkan, benar saja, mereka sudah ada dalam perjalanan, mereka tak membangun kan para istrinya.


"Kita akan ke hotel Tuan, dan Saya dengar, Tuan Arsa membatalkan niatnya yang ingin menanam saham di hotel ini, karena bermasalah dengan Tian karena itulah tamu mereka masih sepi.


"Troy sudah menunggu kita, saya dengar juga bahwa kedua anaknya yang melaporkan sudah kabur dahulu, sedangkan Putri yang jadi korban nya masih setia bersama sang Papa.


"Terlihat jelas kecintaan putri terhadap Laksmana yang mana ia terus terlihat di sisi Laksmana.


"Kita akan hadapi bersama, aku gak tahu kalau akhirnya seperti ini, Putri ... sebaiknya kau juga harus pergi, jadi biar Papa saja yang menanggung hukumannya " ucap Laksmana saat sudah ada di lokasi .


"Pa ... tidak apa-apa, papa di penjara, Putri juga akan ikut Papa" ucap Putri pada Papanya Sendiri.


"Maafkan Papa, karena sudah menjerumuskan mu, seharusnya Papa jangan lakukan ini" tolak Putri


"Tidak apa-apa,


Pembicaraan mereka semua terhenti saat Hakim masuk dan semua orang menatap pada langkah Hakim bergantian pada Tian yang hanya tenang.

__ADS_1


Mata Leona tak berhenti menatap Putri yang dari tadi menjadi incarannya, Rasanya Leona ingin menyeret wanita muda itu agar tidak lagi suka menggoda pria, apalagi pria yang sudah beristri.


Begitu juga dengan Putri, Putri meremas jarinya sendiri, karena rasa takut yang kini meliputi nya.


__ADS_2