![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Desir pasir di padang tandus ... segersang pemikiran hati, terkisahku diantara ... cinta yang rumit.
"Hei ... kok melamun" ucap Tian seraya memeluk Leona dari belakang.
"Dengerin lagu, bagaimana ... ? apakah Asisten Li menemukan Veni ...?" tanya Leona.
"Kau begitu menyukai lagu itu, kisah cinta yang rumit, tapi ... aku tidak akan membiarkan sinta kita rumit sayang "ucap Tian seraya mengeratkan pelukannya.
"Meskipun nanti rumit, kita akan menghadapi bersama, setiap rumah tangga pasti ada cobaan, semoga kita bisa mengatasi bersama"ucap Leona seraya menatap pemandangan diluar jendela.
"Veni sudah ditemukan, dia baik-baik saja, hanya bertemu dengan teman lamanya, fan sekarang, Asisten Li sudah membawanya ke apartemen nya, tepatnya temanmu itu sekarang lagi di culik sama Li"ucap Tian dengan senyum setengah tertawa.
"Menculik Veni ... ah ... biarlah ... mungkin dengan begitu mereka akan ada rasa" ucap Leona tanpa sadar membuat Tian membalikkan tubuhnya.
"Kau ingin menjodohkan Li dengan Veni begitu ...?"tanya Tian.
Leona tersenyum seraya memasang wajah sok imutnya.
"Kenapa ... ? tidak boleh ya ... ?"tanya Leona dengan mimik wajah menyedihkan.
"Bukan begitu ... Li itu seperti laki-laki tidak punya hati, apa iya orang yang tidak punya hati bisa jatuh hati ... ?"ucap Tian yang bingung dengan ucapannya sendiri.
Leona tersenyum dan membalikkan tubuhnya.
"Seperti kau , kau yang terkenal tidak punya hati, tidak punya perasaan, dan segala hal kejam ada padamu, kau bagaikan monster bagi mereka, tapi ... kau bisa jatuh hati pada wanita seperti ku, cinta itu tidak punya mata, untuk melihat siapa yang akan kita cintai, cinta itu tidak tahu waktu kapan dia akan berlabuh, cinta juga tidak mengenal tempat, pada siapa dan dimana ia akan berlabuh"ucap Leona seraya kedua tangan nya memegang kedua pipi Tian.
Pandangan mereka saling terkunci satu sama lain, Tian tersenyum dengan semua perkataan istrinya.
Benar ... siapa yang akan menyangka kalau seorang Tian akan jatuh cinta, siapa yang akan. menyangka ... bahwa seorang Tian mengejar cinta seorang Janda.
"Kau adalah hal istim yang ku dapat kan selama hidupku"ucap Tian seraya memeluk Leona.
Lama mereka berpelukan, sehingga dering ponsel Tian membuat Tian merogoh ke saku celananya, Saat ia melihat siapa si penelfon Vidio call, Tian langsung merangkul Leona dalam dekapannya, dan menggeser ikon hijau.
"Kok lama si kak ... ! gak kangen ya sama aku, ngeselin tau gak, hanya aku yang gak hadir, Hiks ... hiks ... hiks ... "ucap wanita cantik yang ada dalam layar ponsel Tian.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu di sana?"tanya Tian tanpa menghiraukan akting Mora sedari tadi.
"Kakak bisa lihat sendiri kan, Bagaimana keadaan ku, cih ... ceritanya mau pamer nih ... pamer ..., Ma ... pa ... ini loh istri kak Tian" Teriak Mora, yang mana tanpa menunggu lama muncullah dua sosok di belakang tubuh Mora.
"Hai sayang ... wah cantik sekali istrimu Tian ... segera bawa kemari"ucap mama nya Mora.
"Salam tante ... Om, saya Leona"ucap Leona sopan dengan senyuman nya.
"Benar-benar wanita yang cantik ya pa ... "ucap Mamanya Mora.
"Tapi cantikan Mora kan Ma ... pa ... "ucap Mora.
"Cantikan menantu ku "ucap mama dan papa Mora, yang mana membuat Mora cemberut.
"Eh, kakak ipar ... awas kalau kesini gak ngasih resep kecantikan ya ... akan ku pecat kau jadi kakak iparku"cebik Mora uang membuat kedua orang tuanya, menjiplak kepala Mora secara bersamaan.
Leona dan Tian tertawa melihat ke Soplak an Mora dan kedua orang tuanya.
Ya ... sekarang kita bisa tahu Mama nya Tian juga memiliki ke Soplak an itu seperti krang tua Mora, sedangakn Tian mewarisi sikap sang kakek yang dingin dan cuek dengan orang lain, tepat nya ayah sang papa.
"Aku bahagia Tante,"jawab Tian
"Leona, Tante titip keponakan Tante, sayangi dia, beri dia perhatian mu, Nak"ucap Mama nya Mora.
"Pasti Tante,"jawab Leona singkat.
"Mama ... kaka Tian bukan anak kecil lagi, kenapa masih di titipkan untuk dijaga, ah sudahlah ... Kalian kalau mau menelfon kak Tian, kenapa kalian tidak pakai ponsel sendiri, kenapa memakai ponsel ku" ucap Mora.
"Bukankah kau yang memanggil kami tadi"ucap Papa nya Mora.
"iss ... kalian menyebalkan"ucap Mora yang langsung berdiri.
"Kalau Mora ngambek, Kak Tian akan membatalkan tiket liburan ke korea selatan, agat gagal bertemu dengan Aktor Lee min ho nya"ucap Tian yang berhasil membuat Mora menghentikan langkahnya, dan memasang senyum sejuta Watt nya.
"Hai, kak ... Mora gak ngambek, iya kan Ma ... pa ..." ucap Mora yang mana kini malah memeluk mama dan papanya.
__ADS_1
"Tian ... jangan terlalu memanjakan Mora, ia akan selalu bergantung padamu"ucap Mama nya Mora.
"tidak apa-apa Tante, asal dia nurut padaku, apapun akan Tian berikan padanya"ucap Tian.
Bicara lewat vidio Call itupun berakhir dengan senyum di wajah mereka.
"Keluarga mu sangatlah baik, kau sangat beruntung karena dikelilingi orang-orang nyang baik Sayang"ucap Leona.
"Ya, tanpa mereka aku juga tidak bisa melewati hariku yang sepi, hidupku membosankan sayang, tidak pernah main diluar rumah, jarang nongkrong sama teman, kakek mengajarkan aku tentang bisnis dan bisnis, hingga masa kekanak-kanakan ku hilang di saat aku berusia 11 tahun"ucap Tian.
Leona menatap sendu wajah Tian, Iya tidak menyangka dibalik kehidupan sempurna seorang Tian menyimpan rasa pedih tersendiri.
Benar kata orang, Bahagia dan luka seseorang tidak akan ada yang tahu, saat senyum dan bahagia selalu kita tampakkan.
Seperti Tian, Monster tapi memiliki sedih tersendiri.
*****
"Ah ... akhirnya kita sampai juga, ya ampun lelahnya ... "ucap Dinda seraya meregangkan otot-otot tangannya.
"Kau benar, mana perut lagi demo "ucap Arsa yang membuat Dinda tertawa.
"Kau masuk lah terlebih dahulu, aku akan mencari makanan di area sekitar sini"ucap Arsa .
"Baiklah, hati-hati" ucap Dinda yang menyeret koper kecil yang berisi antara bajunya dan baju Arsa.
Dinda pun masuk kedalam dan segera menuku ke lantai 5, Apartemen milik Bibinya Arsa.
Sedangkan Arsa benar saja sekarang ia membeli beberapa makanan untuk dirinya dan juga untuk Dinda, namun ... langkah nya terhenti saat melihat seorang wanita yang menggendong anak yang berumur sekita 1 tahun, sedang membongkar tempat sampah.
Seketika Arsa ingat akan Leona, Leona paling tidak tega melihat seorang wanita yang tidak berdaya seperti mereka.
Arsa melihat beberapa makan yang sudah ada di tangan nya, bergantian memandang wanita, yang mungkin dia juga sedang menyusui saat ini.
Arsa mendekati wanita itu dan berdiri tidak jauh darinya.
__ADS_1
Anak yang wanita itu gendong selalu menatap ke arah Arsa.