![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
"Papa ... maafkan Arita ya pa ... semoga setelah kepergian Arita papa dan Dinda bisa bersatu" ucap Arita dalam pelukan papanya.
Arita meringis kesakitan, namun selalu ia tahan.
Ia berusaha berubah meminta maaf pada semua orang yang sudah ia sakiti.
Tapi kembali pada diri sendiri, tidak semua orang bisa melupakan hal yang menyakitkan.
"Apa yang kau ucapkan, Nak ... kau akan baik-baik saja, bukankah kau sudah berjanji, setelah ini kau akan menjadi pengganti mama, untuk merawat papa yang akan tua kelak" Candra sudah tidak dapat membendung air matanya kala melihat wajah pucat Arita.
Biasanya Arita memakai lipstik untuk menyamarkan bibir pucatnya, namun ... kali ini Kamila melarang nya, Kamila ingin mereka tahu keadaan Arita yang sebenarnya.
Arita memegang perutnya dalam dekapan sang papa.
Sudah beberapa hari ini Arita tidak meminum obat yang dokter itu berikan.
"Arita kau harus kuat, Nak" ucap Candra mengelus Arita
"Arita ingin bertemu Mama, Arita ingin bertemu dengan wanita yang begitu papa cintai" ucap Arita menahan sakit.
"Jangan berkata seperti itu, jangan sayang, ada papa ... papa alan menjadi Mama juga untukmu" Candra terus menangis memeluk putrinya yang sudah kurus bahkan sangat kurus.
"Nenek ... Nenek juga datang sekarang, Arita lega, akhirnya Arita bisa melihat kalian secara bersamaan " ucap Arita tersenyum.
Lalu suara pintu terdengar lagi, ternyata Arsa yang datang.
"Hai Mas Arsa ... kau juga datang, Arita senang " ucap Arita. bibir bawahnya ia gigit bertanda sakit nya sangat ia rasa.
"Bagaimana keadaan mu ... ?" tanya Arsa mengelus kepala Arita
"Aku bahagia, semoga kau mendapatkan wanita sebaik Kak Leona lagi, jangan ulangi kesalahan kita di masa yang akan datang, aku mencintaimu mas, tapi aku bukanlah yang terbaik untukmu, aku adalah duri dalam hidupmu, maafkan aku karena aku kamu kehilangan wanita sebaik Kak Leona" ucap Arita
"Apa yang kau katakan, aku yang salah dalam hal ini, kau sudah banyak menderita, aku akan menjagamu setelah ini" ucap Arsa,
"Lihat lah papa mu sampai menangis " imbuh Arsa
"Papa semakin cengeng akhir -akhir ini hehhehe" tawa Arita pelan dengan bibir pucatnya.
"Arita kau mau apa ... ?" tanya Kamila saat tubuh Arita merosot.
"Punggung ku merasa lelah kak, aku ingin berbaring, Hai Laks ... jaga mama ya sayang" ucap Arita tersenyum dan meraih tangan mungil Laksya.
Arita berbaring menatap seluruh keluarga nya, Kakak yang begitu tulus merawatnya, papa yang begitu ia cintai, dan Arsa juga Nenek nya.
Perlahan mata Arita terpejam, Candra yang mengetahui hal itu langsung meraih tangan Arita yang sudah mulai dingin.
__ADS_1
"Arita, jangan tidur sayang, bangunlah ... kau bilang akan menemani masa tua papa kan ... ? Arita jangan menakut-nakuti papa" Tangan Candra mengguncang tubuh mungil Arita.
Semua terlihat panik, Arsa berteriak memanggil Dokter ia lupa bahwa ada tombol darurat dekat ranjang Arita
Para Dokter tiba namun sayangnya ... saat mereka memeriksa nya Arita sudah di nyatakan meninggal.
Arita ... teriak semua yang ada di ruangan itu.
Arita adalah pendosa tapi ia ingin berubah namun ... sayangnya ... umurnya ada di tangan Author hehehhe.
Tubuh Arita kurus hanya tinggal kulit yang membaluti tulangnya.
Candra memeluk tubuh kecil itu, menangis dan menyesali semua perlakuan nya yang semasa kecilnya selalu mengabaikan nya.
"Arita ... bangunlah sayang ... maafkan Papa" ucap Candra dalam Isak tangisnya.
*****
" Nona Leona ... apakah kau merasa senang ... " ucap Raisa saat melihat Leona yang bermain air.
"Jangan panggil aku Nona, panggil saja Leona seperti yang lainnya.
"Oke, panggil aku Raisa juga, jangan pakai Dokter" ucap Raisa
"Hai, Kalian .... oakah hanya akan duduk di situ ... ayo kemarilah ... " teriak Veni pada Leona dan Raisa.
"Bentar lagi kami nyusul ... " teriak Leona
"Kau kesana lah duluan, aku masih ingin di sini" ucap Leona
"Bener tidak apa-apa aku tinggal?" tanya Raisa
"Tidak apa-apa" ucap Leona dengan tersenyum.
Dokter Raisa pun meninggalkan Leona, sesaat Leona menggigit bibir bawahnya, ia merasakan nyeri di bawah perut nya dan jiga punggung nya, namun perlahan sakit itu akan hilang dengan sendiri nya.
Di saat rasa sakit itu hilang Leona berdiri dari duduknya, lalu menghampiri para teman-teman nya.
"Kau mau ... ?" Angelina menyodorkan cemilan pada Leona
"Ah, tidak aku mau minum ini saja" Leona mengambil jus yang sudah fi siapkan.
Tentu para pelayan tahu, bahwa mereka adalah wanita-wanita yang penting terutama yang lagi hamil, dialah ratu pantai saat ini.
Tidak banyak pengunjung yang datang karena itu perintah dari Tian.
__ADS_1
Tian tidak ingin istrinya merasa terganggu karena ramai nya pengunjung.
****
"Bagaimana menurut mu, apakah kau puas dengan hasil ini" tanya Tian
"Hebat Tian, ini akan menjadi hotel terbesar dalam negara ini" ucap kagum Galla
"Di hotel ini kita akan menyediakan segalanya, tidak ada kekurangan fasilitas apapun, di sini juga akan di sediakan pusat perbelanjaan" imbuh Asisten Li.
Galla berdecak kagum dengan interior design yang Tian pilih.
Benar-benar istimewa.
Sedangkan Alan kurang fokus karena tidak sengaja membaca status Dinda
...'Turut berdukacita, aku ikhlas memaafkan mu, maaf ... aku bukan nya tidak ingin dekat dengan mu, semoga kau tenang di alam sana'...
Tentu Joe penasaran dengan siapa yang di maksud Dinda, dengan Emoji menangis tentu semakin membuat Joe penasaran.
Asisten Li tentu mengerti dengan gelagat aneh sepupunya itu.
"Keluar lah, hilang kan kecemasan mu sebelum Tuan Tian menyadari nya" bisik Asisten Li pada Joe.
Dengan segera Joe menuruti saran kakak nya.
Joe langsung menelfon Dinda
"Ada apa ... ? apa yang terjadi ... ? kau baik-baik saja kan ... ? tidak ada yang terjadi padamu dan orang-orang panti kan ... ?" tanya Joe dengan khawatir.
"Hei, aku tidak apa-apa, memangnya kau fikir aku kenapa?" ucap Dinda yang mengusap air matanya
"Kau tahu kamu sekarang menangis kan ... ? siapa yang meninggal ... apakah dia berarti bagimu, pria atau wanita ...?" tanya Joe
"Joe ... dia temanku, kau masih ingat saat kita bertemu di rumah sakit, temanku yang itu yang meninggal " ucap Dinda
"Cewek" imbuh Dinda lagi
Kehidupan seseorang tidak akan ada yang tahu bagaimana ujung akhir dari kisahnya.
Baik buruk nya seseorang kita tidak pantas untuk menilainya. kita cukup menjaga lisan dan hati kita agar tidak tergerak untuk bergosip hingga kadang hati kita tergerak untuk membenci, iri, dengki dan berburuk sangka.
Kebahagiaan dan kesedihan pasti akan selalu hadir di setiap kehidupan.
Kesedihan datang untuk mengajar kan kita bagai mana caranya memohon.
__ADS_1
Kebahagiaan datang untuk mengajar kan kita untuk bersyukur.