Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 129


__ADS_3

Jarum jam semakin berputar, menyesuaikan waktu yang tertulis.


Tepat pukul 12 siang, Arsa dan Dinda keluar dari cabang perusahaan Bibiknya, guna ingin mencari makan siang.


Namun ... seketika Arsa menghentikan mobilnya, membuat Dinda terkejut dan hampir saja kening nya menyentuh jok depan mobil.


"Arsa ... kau apa-apaan sih, main berhenti gitu ..." Dinda menyentuh dadanya yang terkejut.


"Coba kau lihat, itu wanita yang ku ceritakan, kita turun yuk"ajak Arsa seraya menepikan mobilnya.


Dinda yang juga penasaran dengan wanita itu akhirnya ikut turun dari mobilnya.


Mereka mendekati wanita yang duduk di tepi jalan raya, dengan balita dalam gendongan nya, serta beberapa kue dagangannya.


"Hai ... kita berjumpa lagi" sapa Arsa


Wanita itu berdiri saat melihat siapa yang telah menyapanya.


"Mas yang semalam kan ... ? terimakasih mas, karena mas saya bisa usaha jualan kue kecil-kecilan, saya belum sempat mengucapkan kata terimakasih untuk mas, sekali lagi terimakasih mas" ucap wanita itu seraya berulang kali menundukkan kepalanya.


"Sama-sama, aku Arsa dan ini teman saya Dinda, coba kami lihat, kue apa yang kamu jual" ucap Arsa seraya membuka tudung kue itu.


Ada beberapa macam kue basah di dalamnya.


"Ini buatan mu semua ... ?" tanya Arsa


"Iya, coba saja, gratis buat mu dan juga buat mbaknya" ucap ramah wanita itu.


"Mbak belum memperkenalkan nama mbak, nama mbak siapa ... ?" tanya Dinda penasaran.


"Saya Karmila, panggil saja Mila" ucap wanita itu seraya tersenyum.


"Ini anaknya mbak ya ... lucu banget soh, ukur berapa mbak?" tanya Dinda cerocos.


"Iya ... dia anakku, namanya Laksya ..." ucap Mila dengan bibir tersenyum namun menahan tangis.


"Nama yang sangat tampan, sesuai orangnya, hai Laks ... panggil Tante cantik ya ... " ucap Dinda seraya menyentuh jari Laksya.


"Aku akan membeli semua kue mu, berapa semuanya" ucap Arsa seraya mengunyah kue yang ia ambil barusan.


"Beneran mau di beli semua ... ? kau memang malaikat tuan, semuanya 200ribu Tuan" ucap Mila dengan senyum bahagia bercampur haru.


"Mbak Mila tinggal dimana ... ?" tanya Arsa saat Mila membungkus semua kue nya.

__ADS_1


"Lumayan dekat dari sini Tuan,"jawab Mila.


"Suami kerja apa mbak ... ?" tanya Arsa.


Seketika tangan Mila berhenti, ia seakan enggan menjawab pertanyaan itu.


"Mmmm ... dia sudah meninggal tuan" ucap akhirnya Mila.


"Maafkan saya mbak, saya tidak bermaksud.... "


"Tidak apa-apa, ini tuan kue nya" ucap Mila seraya tersenyum.


"Ini uang nya mbak, " Arsa menjulurkan uang seratus ribuan 3 lembar.


"Ini lebih Tuan" ucap Mila seraya mengembalikan uang lebihnya.


"Itu untuk Laksya mbak, Terima saja, mbak punya nomor HP ... ?" tanya Arsa.


Mila awalnya ragu.


"Jangan berfikiran buruk mbak, siapa tahu ... aku minat order kue nya mbak, kan enak mbak ...lebih mudah menghubungi mbak" ucap Arsa.


"Baiklah tuan " ucap Mila sambil membacakan nomor ponsel yamg sekaligus nomor wathsap nya.


"Save nomor saya mbak" ucap Arsa


"Baik Tuan" jawab Mila.


"Ini juga buat dek Laksya dari Tante, jadi anak yang Sholeh ya sayang, biar bisa melindungi mama saat sudah dewasa" ucap Dinda seraya mencium pipi Laksya yang masihasiu terlelap tidur.


"Dek Dinda ... tuan Arsa, terimakasih ... sekali terimakasih ... untuk semalam dan hari ini, semoga kalian selalu di beri kemudahan" Ucap Mila.


"Terimakasih mbak ... mbak juga ... jaga kesehatan demi Laksya" ucap Arsa seraya mengelus pipi Laksya.


"Baiklah ... kalau begitu kami pamit dulu mbak, bay ... sampai berjumpa lagi" ucap Dinda seraya melambaikan tangannya kearah Mila.


*****


Perjalanan bisnis Tian dan Li membuat kedua manusia kaku itu terdiam, mereka fokus dengan pikiran mereka sendiri, belum ada 1 Jam Tian meninggalkan Leona, tapi rindu sudah sangat ia rasa, beda dengan Leona, ia merasa aman siang ini, ia ingin menghabiskan waktu bersama Veni dan ingin berkunjung ke perusahaan tempat ia bekerja dulu.


"Beneran kita akan ke perusahaan ... ?" tanya Veni


"Tentu ... kita akan mengenang masa saat kita bersama di perusahaan" jawab Leona.

__ADS_1


"Ye ... akhirnya bebas .. akhirnya bebas ... ah ... yakin kan ... kalau asisten kaku dan suami Ehem mu gak akan tahu kalau kita akan ke perusahaan ... ?" tanya Veni.


"Tidak akan, hehhehe meskipun tahu kenapa ... toh ... Tian tidak melarangnya kan ... " ucap Leona


"Kau benar juga sih Na, tapi dia Tian, semua yang dikatakan tidak boleh dibantah atau di ganggu gugat" ucap Veni.


"Udah sana ganti baju, aku juga pengin siap-siap, pokoknya Hari ini aku ingin refreshing" ucap Leona


"oke nona Tian, Let's go ..." ucap Veni seraya menaiki tangga dengan cepat.


Feni dan Leona pun kini telah bersiap-siap untuk menuju ke perusahaan, Dimana mereka bekerja dulu setelah itu ia ingin mengunjungi perusahaan ibunya.


"harusnya Aku tidak percaya atau tidak terpancing dengan ucapan Veni .... ?"gumam Leona Seraya memasuki kamarnya.


Leona sudah cantik dengan penampilan modisnya, semenjak menikah dengan Tian, penampilan Leona semakin hari semakin bertambah cantik, berpakaian nya sopan namun sangat elegan.


Sedangkan Veni masih sama berpenampilan cantik dan imut, tidak ada dewasa-dewasa nya sama sekali.


"Leona ... aku makin jatuh cinta sama kamu deh ... kau cantik sekali na ... " puji Veni.


"Kau masih waras kan ... jangan bilang ... karena di tinggal oleh seorang Lihaonan kau kini menjadi stres" ledek Leona.


"Ckkk ... stress kenapa ... toh dia juga sebelum pergi juga pamitan sama aku, bahkan meluk dan cium aku" Veni langsung menutup mulutnya saat menyadari apa yang sudah bibir nya ucapkan, tentu ... Leona sudah mendengar nya, Leona terkejut bukan main, jadi beneran mereka ada hubungan lain ... ? gumam Leona dalam hati.


"Veni ... aku tahu kamu hebat, kau sangat hebat menaklukkan manusia kaku secepat ini Veni" puji Leona tidak percaya.


"Apa yang kau katakan, aku cuma salah bicara tadi " ucap Veni gugup.


"Aiss ... mosok ... kalau emang beneran, semoga langgeng sampai kakek nenek " ucap Leona.


"Kau hanya ingin menggodaku kan ... , bilang saja, kenapa suami istri sama-sama tukang kepo ... " ucap Veni sambil mengerucutkan bibirnya, wkwkwkw..


Leona tertawa mendengar dan melihat tanggapan Veni, setelah itu udah baikan.


"Baiklah udah hampir jam makan siang, ke perusahaan ibu dulu ya, setelah makan siang ... barulah kita ke perusahaan sendiri" tanya Leona pada Veni.


"Aku ikut kamu saja Na ... " jawab Veni.


Mereka pun berjalan beriringan menuju bagasi rumahnya.


"Biar aku saja yang bawa mobilnya Ven" ucap Leona.


"Aku saja Na ... kamu ini istri bos besar, masa iya aku akan membiarkan istri Tuan muda membawa mobil sendiri, bisa-bisa di pecat aku nanti" ucap Veni seraya mengambil kontak mobil yang sudah ada di tangan Leona.

__ADS_1


__ADS_2