Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 193


__ADS_3

Kini Tian sudah tiba dimana tempat yang sudah di kirimkan oleh Joe.


Tian tidak melakukan penyamaran layaknya Joe dan Alan, sehingga semua mata tertuju pada Tian, dan kabur setelah melihat aura Tian yang tidak bersahabat.


Tempat itu kini sepi, para pedagang juga meninggalkan dagangannya, membuat Tian Asisten Li berhenti melangkah, dan melihat ke arah sekitar.


"Sepertinya tempat ini tidak bersahabat dengan penampilan kita Tuan" ucap lirih Asisten Li


"Waspada ... mungkin saja akan ada serangan mendadak " ucap Tian


"Baik Tuan" jawab Asisten Li


Tian terus berjalan dengan sekali-kali melihat ke ponsel nya.


"Seharusnya Joe dan Alan menunggu di tempat ini kan ...?"tanya Tian pada asisten Li


"Sesuai dengan kabarnya memang tempat ini Tuan" ucap Asisten Li


Namun saat mereka ingin melangkah kan kakinya, benar saja ... ada beberapa pemuda yang menyerang mereka.


Tentu ... Tian dan Asisten Li dengan sigap melawan mereka, mereka menggunakan senjata tajam, tapi Tian dan Asisten Li bisa melumpuhkan mereka.


"Tuan hati-hati, sepertinya mereka sudah terlatih" ucap asisten Li saat melihat Tian yang di keroyok 3 pemuda sedangkan dirinya melawan 2 pemuda.


"Cih, apakah ini yang pemimpin kalian ajarkan, melakukan pengeroyokan seperti ini ...?" ucap Tian seraya menatap ketiga pemuda di hadapannya.


"Kalian orang asing bagi kami, penampilan kalian sama persis dengan orang-orang yang datang sebulan yang lalu, apakah kami salah menjaga tempat kami, jangan bawa-bawa pemimpin kami, dia malaikat bagi kami" ucap salah satu pemuda itu.


"Kalian jangan salah faham pada kami, katakan pada pemimpin kalian, menantu nya sudah datang, keluarlah dan temui aku" ucap Tian yang membuat ke 5 pemuda itu terkejut.


"Menantu ... apakah yang kau maksud ... kau suami anaknya ketua yang ada di kota xxx" ucap salah satu pemuda yang sudah menyelesaikan kuliahnya di sana.


"Kalian ... ikutlah dengan kami ... ketua pasti senang" ucap para pemuda itu.

__ADS_1


Tian dan Asisten Li pun mengikuti langkah para pemuda itu.


"Kalian mengenal Leona ... ?" tanya Tian


"Tentu, anak satu-satunya Ayah, dia cantik ... ramah, bahkan kami sering menyapa ya waktu kami di sana " ucap pemuda itu


"Alasan ketua kalian tidak kembali kenapa ... ?" Tanya Tian


"Semuanya karena kami, dan juga ketua memiliki alasan sendiri, intinya ketua tidak ingin hal buruk terjadi pada Kak Leona dan Istri Ketua, percaya lah ketua orangnya setia, itulah yang kami sangat menyayanginya " ucap Pemuda itu.


"Alasan apapun yang ia miliki, menelantarkan anak dan istri demi menjaga anak dan istri orang lain itu tetap salah dan tidak bisa di benarkan ... ! apapun alasan nya, ketua kalian salah ... ! apakah ia tidak merasakan kerinduan anaknya bertahun-tahun, penderitaan anaknya bertahun-tahun, egois yang ketua kalian lakukan" ucap Asisten Li dengan tanpa expresi


Entah kenapa Asisten Li sensitif kalau masalah orang tua, atau anak yang di tinggalkan orang tua.


Kini mereka sampai di depan rumah Tuan Darrel, benar saja ... mereka sudah di sambut oleh Tuan Darrel.


Tapi bedanya sekarang Tuan Darrel duduk fi kursi rodanya.


Ternyata kaki satu Tuan Darrel adalah kaki palsu.


"Jangan lihat aku dengan tatapan menyedihkan seperti itu ...!" ucap Tuan Darrel


"Tuan tidak mengatakan ini kemaren ... " ucap Joe


"Karena aku tahu, kalian adalah orang nya Tian" Ucap Tuan Darrel


Joe dan Alan sama-sama terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Sambutlah Tuan kalian sebentar lagi akan sampai " Ucap Tuan Darrel


Joe dan Alan sama-sama saling pandang.


"Dia pasti ingin menghajar ku jika tahu akan banyak wanita di sini" ucap Tuan Darrel

__ADS_1


"Ayah ... mereka sudah sampai" ucap pemuda yang tadi menghadang Tian dan Asisten Li.


"Selamat datang ... bagaimana penyambutan nya ... ? apakah kalian suka " tanya Tuan Darrel saat melihat Tian yang masuk.


"aku akui auramu mematikan Tian Alvaro" ucap Tuan Darrel seraya menatap menantu nya itu.


"Tidak perduli kau malaikat di sini atau ayah banyak anak di sini, tapi kau bajing*n bagi anak dan istrimu, apakah kau tidak tahu anakmu nangis dalam malamnya ... ? bukan saat ia masih kecil saja, tapi sampai sekarang pun ia selalu merindukan mu, aku ingin sekali marah karena istriku berani merindukan pria lain selain aku suaminya, tapi sosok ayah yang selalu ia banggakan ... tidak bisa aku gantikan, Tuan Darrel Atmajaya ... datanglah sekali saja kehadapan Ibu dan Leona" ucap Tian akhirnya duduk bertumpu kedua lutut nya.


Asisten Li, Joe dan Alan terkejut dengan apa yang Tian lakukan.


Mereka tidak menyangka kalau Tian Alvaro akan bersujud di hadapan Darrel


"Bangunlah, bagaimana kalau Paman mu tahu kau melakukan hal ini di hadapan ku" ucap Tuan Darrel seraya melihat kearah Alan.


Seketika Alan jadi salah tingkah, ternyata semuanya sudah di ketahui oleh Tuan Darrel


"Kalian benar ... aku yang salah ... " ucap Tuan Darrel


"Kalian siapkan makanan untuk mereka semua, dia adalah anakku, jadi berikan yang terbaik" ucap Tuan Darrel


"Baik Ayah" ucap beberapa anak bersamaan


"Bangunlah Tian, kau jauh lebih tinggi dariku ... jangan membuat ku malu" ucap Tuan Darrel


"Kau adalah ayah dari istriku, ku mohon kembali lah meski hanya sebentar, cucumu sudah lahir, tidak kah kau ingin menggendong nya, berikan istriku kasih sayang seorang ayah" ucap Tian


Tian kini sudah berdiri, Tuan Darrel memegang kakinya, di rasa sudah nyaman ia memakai lagi kaki palsunya.


Setelah itu Tuan Darrel berdiri dari kursinya, lalu menatap Tian.


"Saat itu aku benci pada diriku, melihat nya menangis dalam derasnya air hujan, rasanya aku ingin membunuh Arsa saat itu juga, tapi aku melihat kau datang dan mengulurkan tanganmu padanya, aku merasa lega karena .... orang hebat seperti mu ada di sisi anakku, Tian ... aku memang pengecut takut sebelum melawan, aku sudah mencoba nya, saat itu Usia Leona sudah 10 tahun, aku kembali ke kota itu, berharap kalau aku bisa aman tinggal bersama dengan anak dan istriku tapi apa yang ku temukan, beberapa anggota militer ku di serang, sehingga para istri mereka kabur, karena takut di bunuh juga, aku melihat darah orang-orang yang tak berdosa, aku tidak ingin anak dan istriku mengalami hal serupa, tapi seperti yang kau katakan, aku tetap kah salah, bersembunyi dalam waktu 20 tahun lamanya " ucap Tuan Darrel dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tian ... kondisi ku seperti ini ... tidak akan stabil dalam melindungi mereka saat itu, dari pada aku membawa bencana pada mereka, aku memilih untuk jauh dari mereka asal mereka selamat " ucap lagi Tuan Darrel.

__ADS_1


__ADS_2