![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Tian pun melanjutkan pekerjaan nya.
"Tuan, Apakah benar,kalau Tuan juga menyukai Nona Angelina?"tanya Asisten Li.
"Apa yang kau katakan Li, kau begitu mengenalku, Apakah kau harus menanyakan hal itu lagi"Ucap Tian pada asisten Li.
"Apakah Nona Angelina hanya tameng untuk melindungi Nona Leona?"ucap Asisten Li, yang mana hanya di balas senyuman oleh Tian.
"Kau tidak tahu Li, aku bahkan di tolak oleh nya"ucap Tian pada Asisten Li.
"Tuan di tolak?"ucap Asisten Li dengan tidak percaya.
"Jangan berfikir terlalu jauh, aku belum menyatakan perasaan itu Li"ucap Tian.
"dia benar-benar wanita yang berbeda Li,kau harus tahu itu"ucap Tian seraya melihat berkas yang baru saja di bawa boleh Abimanyu dan Angelina.
"terima ajuan mereka Li"ucap Tian.
"akan saya lakukan Tuan" ucap asisten Li.
Tian pun menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kebesaran nya.
Ia penasaran dengan apa yang mami nya lakukan pada Leona.
"Pasti sangat lucu"giman Tian dalam hati, namun bibir nya terlihat jelas dengan senyuman nya.
Senyum yang tidak pernah Asisten Li temukan selama ia menjadi bawahan seorang Tian Alvaro.
"Ku harap Nona Leona bisa membuka hati untuk Tuan Tian, dan segera melupakan tuan Arsa, Tuan Tian tidak pernah merasakan bagaimana di cintai dengan tulus, dan saya berharap ketulusan Nona bisa membuat Taun ku bahagia setelah ini, jika Nona tidak bisa di luluh kan dengan kelembutan, saya tidak akan segan memaksa bahkan akan menggunakan cara lain untuk Nona mau bersama di samping Tuan Tian"
Ucap Asisten Li seraya terus menatap senyum di bibir Tuannya
*****
"Leona... kau sebenarnya punya bakat sayang, kembangkan dan tingkat kan lagibdengan cara banyak belajar, besok kau boleh ke perusahaan, datanglah bersama Veni, aku akan mengatur tempat untuk kalian, dan juga... kalian bisa belajar langsung juka terjun ke lapangan"ucap Diana maminya Tian.
__ADS_1
"Nyonya.."
"Jangan panggil aku nyonya, Panggil saja aku Tante, aku jarang ada di perusahaan jadi... kau harus bisa bertahan sendiri di sana, akan banyak saingan ketat"
"Dan lagi....tidak perlu meladeni hal-hal yang tidak penting, kalian mengerti kan ..?"ucap Diana pada Leona dan juga Veni.
"Kami mengerti tante, terima kasih atas segala bantuan tante hari ini, dan juga... salam kan pada Tuan Tian, terimakasih atas segala bantuannya"ucap Leona.
"Kalau masalah ke Tian, kau bisa mengucap kan langsung dengan cara berbeda dong"goda nyonya Diana.
membuat Leona sadar kalau Nyonya Diana masih salah faham atas hubungan nya dengan Tuan Tian.
"Maafkan saya tante, tapi...saya dan Tuan Tian todaj ada hubungan apapun, kami hanya sebagai atasan dan bawahan saja Tante"ucap Leona.
"tapi... Tante tidak melihat itu loh di mata Tian, seperti nya dia suka sama kamu"ucap Nyonya Diana.
"Tante jangan berlebihan, saya habya kalangan bawah, apalagi dengan status saya yang sekarang, bisa-bisa wanita seluruh dunia bisa iti pada saya Tante hihihi" ucap Leona di selingi dengan candaan, ia sangat takut jika perkataan nya nanti akan menyinggung Tuan Tian.
"Baiklah, cinta datang seiring nya waktu, taoi... alangkah baiknya kau melupakan masa lalu yang telah menyakiti mu, dan carilah kebahagiaan mu, jika ada lelaki yang ingin membuat mu bahagia kenapa tidak"ucap Nyonya Diana.
Leona hanya tersenyum,
"Eh, aku tipe wanita uang smart Tante, jika aku menyukai seseorang, tentu aku akaj segera mengatakan nya, takutnya orang itu di gaet orang lain, nanti nyessel sendiri kan"ucap Veni tanpa malu, membuat Nyonya Diana tersenyum nayaris tertawa.
"Baiklah... kalau begitu..aku pamit dulu" ucap Nyonya Diana seraya berdiri.
Feni dan Leona mengantarkan Nyonya Diana hingga keluar dari apartemen itu.
kini Leona dan Feni bisa bernafas lega karena orang penting seharian ini menemaninya sudah pulang.
"wah rasanya senang sekali ya kalau kita berdua begini" ucap Veni Seraya merentangkan kedua tangannya di kasur.
"Kenapa kau bilang begitu, seharusnya kamu bersyukur dong, kita dapat belajar dengan gratis dari nyonya Diana"ucap Leona,
"Ah, aku mana mengerti perhiasan, akunhanay di minta menjadi teman mu saja"ucap Veni keceplosan.
__ADS_1
"Maksud mu?"tanya Leona tidak mengerti. .
"Eh, maksud ku...aku gak begitu faham masalah perhiasan, karena saat itu aku hanya bilang menyukai perhiasan,bukan suka membuatnya"terang Veni dengan alasan.
"kau bisa belajar kan nantinya,"ucap Leona seraya memegang tangan Veni.
Kedua wanita itu pun kini sama-sama membaringakn tubuhnya karena kelelahan duduk sedari tadi.
*****
"Angelina, Tuan Tian menerima kerja sama kita, Angelina sayang, kau memang keberuntungan papa nak"ucap Abimanyu pada Angelina.
""nanti malam Tuan Tian akan mengajakmu keluar makan malam untuk peresmian kerjasama kita" ucap Abimanyu lagi membuat senyum di bibir Angelina semakin merekah.
"Benar kah pa, baiklah kalau begity, Angelina akan bersiap pa, Angelina akan melakukan yang terbaik untuk menaklukkan hati Tuan Tian"ucap Angelina pada sang papa.
"Baiklah, kalau kau ingin belanja, belanja lah" ucap sang papa seraya mengelus kepala putri kebanggaan nya.
"Tidak pa, Angelina baru saja beli baju di kuar negeri, cocok untuk acara makan malam nanti"ucap Angelina.
"Hei...hei... anak sama papa lagi bicarakan apa? kok mamanya tidak di ajak sih"ucap snag mama yang baru muncul dari anak tangga.
"Ini loh ma..., mama pasti tahu Tian Alvaro... Angelina di ajak makan malam olehnya, suatu keberuntungan bagi keluarga kita dalam mendapatkan undangan itu"ucap sang papa.
"Tian Alvaro? yang di beritakan tidak pernag menyentuh wanita satupun? oh Angelina putri mama, kau keberuntungan kami nak"ucap sang mama seraya memeluk Angelina.
"Angelina ingat!! jangan membuat masalah sedikit pun, kau mengerti kan..?"ucap sang mama.
"Angeline ngerti ma"ucap Angelina seraya melepaskan pelukannya.
"Baiklah, Angelina keatas dulu ya ma..pa.."ucap Angelina seraya meninggal kan mama dan papanya.
"Istirahat dulu sayang, biar nanti kau tidak kelihatan kelelahan"ucap sang mama seraya meninggikan suaranya.
"Angelina bisa menjaga penampilan Angelina ma"ucap Angelina seraya terus melangkah kan kakinya, dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Siapa yang tidak bahagia jika mendapat undangan makan malam oleh lelaki tertampan di kota itu.
Itu adalah mimpi untuk semua wanita, dan Angelina menganggap inilah keberuntungan untuknya.