Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 166


__ADS_3

Leona menjitak kening Veni yang duduk di sampingnya.


"Rawat Ibu mu dulu, baru mikir nikah ... " ucap Leona


"Iss ... kenapa tidak ada jeda waktu untuk ya menginformasikan pada Tuan Tian" ucap Veni mengerucutkan bibirnya.


"Dia minta izin untuk mengantarmu menjemput Ibu, tentu ia cekatan" Ucap Leona


"Selamat, sekali lagi kau hebat Ven, kau bahkan membuat nya tunduk padamu, keren ...! jika Marissa tahu aku yakin, dia akan memberimu hadiah juga, sesuai yang ia ucapkan saat itu" ucap Angelina.


"Hadiah yang aku harapkan hanya lah Doa, semoga ini yang terakhir untuk ku" Veni berkata serius dalam doa perasaan nya.


"Kau rupanya sudah belajar dewasa, kita sahabat ... tentu kita akan memberikan doa yang terbaik untuk kamu" ucap Leona seraya menyentuh tangan Veni.


"Ah ... Leona, aku semakin cinta sama kamu, Meskipun kau sudah jadi Nyonya besar, tapi kau masih mau berteman dengan ku" Veni menyandarkan tubuhnya pada tubuh Leona


"Kau sebentar lagi juga akan menjadi Nyonya Lihaonan, kita setara ... harta bukanlah bandingan untuk sebuah persahabatan " Leona menatap Veni.


"Leona benar, selama ini aku tidak pernah memiliki teman dekat, karena di sana tidak ada yang berteman dengan tulus, semenjak mengenal kalian ... aku tahu apa arti dari sebuah pertemanan, kalian adalah yang terbaik " ucap Angelina.


Di saat mereka masih bercengkrama, Keempat pria tampan datang mendatangi mereka.


Tentu Tian langsung mencium kening Leona di dihadapan semua temannya.


Semua mata mengalihkan pandangannya ke arah lain, kecuali Asisten Li yang masih sama tak bergeming dan kaku, seolah tidak melihat apapun.


"Sial, kenapa aku jadi ingat Dinda ..." bathin Joe


"Baiklah, sebaiknya kita berangkat sekarang" ucap sang pemimpin seraya membantu Leona untuk berdiri.


"Joe, bawa dokter Raisa dan Dokter Jimmy juga, aku tidak mau ada hal yang terjadi pada istriku disana" ucap Tian


"Siap bos " jawab Joe


"Tidak usah, kita kan hanya sehari di sana " ucap Leona


"Kita tidak sehari disana sayang, tapi 3 hari " ucap Tian memeluk pinggang Leona.


"Ah, baiklah ... yang jomblo sebaiknya keluar dulu, aku akan tunggu di luar " ucap Joe seraya memegang tengkeruk lehernya.


Tentu itu membuat Galla ingin tertawa.


Galla langsung meraih tangan Angelina saat Tian sudah berjalan di depannya.


Veni yang melihat kearah Asisten Li yang tidak bergeming ragu untuk mengulur kan tangannya, Dia Asisten Li, bukan kekasihnya saat ini.


Melihat raut wajah Veni yang murung, Asisten Li menunduk seraya berkata.


"Maafkan aku, ku harap kau bisa mengerti posisi ku" setelah berkata, Asisten Li langsung melangkah kan kakinya mengejar langkah Tian.


Tentu Veni tersenyum, ia berusaha memahami posisi Asisten Li.

__ADS_1


Veni menghela nafas dalam -dalam lalu ikut beranjak pergi mengikuti langkah pasangan yang ada di depannya.


Seperti biasa, Asisten Li menjadi sopir Tian dan Leona, Veni duduk di samping Asisten Li.


Sedangkan di mobil Joe, ia menjadi sopir untuk pasangan Galla dan Angelina.


"Ku peringatkan untuk kalian, di larang bermesraan di mobilku, kalian mengerti ...!" ucap Joe memperingati dua manusia di belakang nya.


"Iri bilang boss" ucap Galla.


*****


Dinda kini sangat sibuk dengan beberapa dokumen di atas mejanya.


Hingga ia tidak menyadari, sudah ada banyak pesan yang masuk di ponselnya.


Jam makan siang sudah tiba, namun Dinda masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Istirahat, jangan gila kerja" ucap Arsa yang menutup berkas yang Dinda pegang.


"Eh, udah jam berapa ...?" tanya Dinda seraya melihat jam yang melingkar di tangannya.


*Sudah waktunya makan siang, kau tidak boleh melewatkan makan siang mu, atau Joe mu akan mengamuk nanti" goda Arsa


"Ckkk ... Arsa ... kau bicara ngawur ... kau mau mentraktir ku kan ... ? Baiklah ... aku tidak akan menolak" Dinda berdiri dari duduknya, lalu mengambil ponselnya.


Ia terkejut karena banyak pesan yang masuk.


.


.


.


"Sepulangnya dari kantor, mampir lah ke panti, Ningsih ingin kau datang, katanya ada teman baru di sana" pesan kedua Joe


.


.


.


"Kau benar-benar sibuk ya ... sampai - sampai mengabaikan pesan ku ...?" pesan kesekian kalinya.


.


.


.


"Ah, Baiklah ... kau benar, aku merindukan mu, bawel" pesan terakhir Joe.

__ADS_1


"Kenapa ...?" tanya Arsa saat melihat raut wajah Dinda yang berubah


"Tidak ada, hanya saja ada pesan, kalau sepulangnya dari kantor, aku harus mampir ke panti" ucap Dinda seraya memasukkan ponsel nya ke dalam sakunya.


"Aku nanti ada waktu, bolehkah aku ikut?" tanya Arsa seraya berjalan beriringan dengan Dinda


"Tentu boleh" jawab Dinda tersenyum kearah Arsa.


*****


"Saya tidak menyangka kalau Jeng Rina bisa sukses seperti sekarang" ucap Bibik nya Arsa, saat berkunjung ke perusahaan Ibunya Leona


"Dalam bisnis, saya masih di bawah Jeng, apalagi jika di bandingkan dengan Ajeng" ucap Ibunya Leona.


"Saya sebenarnya tidak menyangka, kalau Nak Tian, akan memberikan saya pekerjaan ini, awalnya benar ... ini adalah cita-cita ku dan Leona, hanya saja ... aku merasa masih harus banyak mempelajari hal bisnis untuk membuat perusahaan ini berkembang" ucap Ibunya Leona.


"Nak Tian, adalah suami dan menantu yang terbaik yang pernah aku temui, periawai nya sangat terlihat, Leona pantas mendapatkan pria seperti Nak Tian, Saya ikut bahagia saat melihat kebahagiaan Leona Jeng" ucap Bibiknya Arsa


"Saya tahu, Ajeng sangat tulus dalam menyayangi Leona selama ini, saya sangat berterima kasih pada Ajeng" ucap Ibunya Leona


Mereka pun terlibat dalam pembicaraan basa basi dan juga merajut ke hal bisnis.


*****


"Tidur lah, kau terlihat begitu lelah" Tian berkata seraya menidurkan Leona di atas kakinya.


"Kau akan kram jika aku tidur seperti ini" ucap Leona


"Tidak akan, tidur lah dengan nyaman" Tian mengelus kepala Leona dengan lembut dan laten, Sedangkan dirinya bersandar seraya memejamkan matanya.


"Tuan, apakah kita berhenti saja untuk istirahat sejenak, seperti nya anda dan Nona sangat lelah" ucap Asisten Li


"Teruskan saja Li, apakah masih lama ...?" tanya Tian


"Sekitar setengah jam lagi Tuan" jawab Asisten Li


"Lanjut kan, setelah itu atur tempat nya" titah Tian.


Bagaimana Leona tidak merasa lelah di jam segini, selama berada di ruangan Tian, mereka melakukan olahraga penyatuan tubuh.


Leona yang menginginkan hal itu, tentu Tian sebagai lelaki tidak bisa menolak.


Semenjak hamil, Leona merasakan g*irahnya bertambah.


Apalagi saat berdekatan dengan sang suami, bawaan nya ingin bermanja-manja terus.


Apakah itu juga bawaan dari bayi ... hehehhehe.


Pahala loh jika si istri minta jatah duluan pada sang suami. wkwkwkwk


__ADS_1


Mampir yuk kak, ramaikan karyaku yang ikut Event, mohon dukungannya juga, kritikan nya juga boleh kak.


__ADS_2