![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Setelah acara lamaran semalam, Banyak hadiah yang Tian berikan pada keluarga Candra sebagai hadiah dari pihak laki-laki. Arsa kagum dengan hadiah yang Tian berikan.
"Candra kau benar-benar akan berbeda dengannya" ucap Arsa
"Iya Arsa, aku bahagia, setidaknya ... anakku dapat Pria yang bisa menjaganya, hanya saja ... kau tahu sendiri, Kalau Joe adalah mantan kaki tangan ketua Mafia, pasti akan ada musuh yang selalu mengintainya, dan aku tidak mau Putriku terlibat akan hal itu" ucap Candra yang baru menyadari, padahal sudah banyak kejadian yang menimpa Dinda disana
"Kau jangan cemas, jika Dinda jadi istri Joe, bukan hanya Joe yang akan menjaganya, tapi semua Pandawa Lima, selamat ... sekali lagi selamat, aku benar-benar bahagia mendengar dan menyaksikan sendiri, Bagaimana seorang Tian datang melamar seorang gadis. benar-benar diluar ekspektasi. Tian menjadi sosok yang ramah dan banyak bercandanya. Dan yang membuat Arsa kagum adalah, Tian paling manut dengan apa yang Leona katakan. Sungguh sangat memanjakan Leona. Pantas saja Leona tambah cantik.
Setelah lama dirumah Candra, Arsa juga pamitan untuk pulang. Candra membawakan sebagian oleh-oleh dari Tian pada Arsa. tentunya itu untuk Laksya anaknya.
Pagi menyambut hari yang baru, Hari demi hari telah mereka lalui, Assisten Li kini ditugaskan untuk menjemput Joe dan Dinda, dan itu membuat Veni merasa sendiri.
"Jangan sedih ah, suami ini mau jemput dua calon pengantin, hanya di Bandara saja Veni. Marissa dan yang lain ikut, bukan hanya Asisten Li yang jemput, Ada pak Min ada Pak Him juga" ucap Leona menyenggol lengan Veni
"Eh, Benarkah hanya ke Bandara ?" tanya Veni
__ADS_1
"Iya sayangku" ucap Leona merangkul pundak Veni dan membawanya masuk kedalam kediamannya. Di dalam sudah ada Baby Twins yang bermain bersama Ibunya Leona dan Ayah Darrel
"Nak Veni, kemarilah" ucap Ibunya Leona
Veni datang mendekati mereka.
"Sudah hampir ya ... ?" tanya Ibunya Leona menyentuh perut Veni
"Masih kurang beberapa bulan Tante, masih ada waktu untuk membuat anak dan mantu Tante melakukan hal yang konyol "ucap Veni terkekeh
"Beginilah, masih ada nyeri kadang hilang kadang kambuh " ucap Tuan Darrel
Sedangkan Tian sudah ada di ruang kerjanya, ia ingin menyelesaikan semua pekerjaan nya sebelum acara pernikahan itu di langsung kan dan kini ... Tian bukan akan mengadakan pernikahan nya Joe di hotel, tapi sekarang akan ia adakan kediaman pribadinya, sungguh sangat spesial bagi Asisten Li.
Perbincangan sambil menunggu Joe dan yang lain datang kini semakin seru. Apalagi saat Baby Nathan dan Nala terlihat tertawa bermain bola kecil yang Baby sitter nya lemparkan.
__ADS_1
Tian yang mendengar semua tawaan itu, juga ikut tersenyum di ruang kerjanya yang ada di dekat, dimana sekarang mereka tempati.
"Leona, suamimu belum kau buatkan minum, Sana anterin kopi, kasihan " ucap sang Ibu
"Baik, Bu" ucap Leona seraya menyerahkan Nala.pada Baby sitter nya. Lalu membuat kan suaminya itu, kopi kesukaan nya. Bukan Tian namanya jika tidak mengambil kesempatan ini untuk menggoda sang istri.
"sayang, leherku terasa pegel, bisa pijitin sebentar ?" tanya Tian dengan pura-pura sakit
Leona langsung terlihat cemas seraya berkata,
"Aku sudah bilang, biar aku bantu, kamu gak mau, kalau begini kan pekerjaan mu makin banyak " ucap Leona seraya memijit leher Tian dari belakang, Namun ... Tian langsung meraih tangan Leona dan menariknya, Membuat Leona duduk di atas pahanya.
"Tian, Kamu" ucap Leona yang sudah tidak bisa melepaskan diri karena Tian sudah memeluknya.
"Dialah, hanya sebentar " ucap Tian seraya meletakkan kepala nya di dada Leona. Leona mengelus kepala Tian dengan lembut. Sampai Leona mendengar suara rame diruang depan, Ya ... mereka semua sudah sampai di kediaman Tian.
__ADS_1
"Is ... kenapa cepat sekali mereka sampai nya" ucap Tian seraya melepaskan tangan nya dari pinggang Leona.