![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Kini tiba saatnya, Tian dan Assisten Li mengadakan pertemuan sebuah tempat makan yang juga ada di bawah hotel ini, sehingga membuat Tian dan Li mudah untuk datang, tidak harus keluar dari pekarangan hotel.
"Tuan, semuanya sudah ada di bawah menunggu anda untuk turun" ucap Asisten Li
"Baiklah ... Li ... usahakan tidak terjadi sesuatu yabg tidak aku inginkan" ucap Tian
"Baik, Tuan " ucap Asisten Li
Tian dan Asisten Li pun turun , kedatangan Tian dan Li memberi pesona bagi para wanita yang ada di tempat itu, mereka tidak tahu ... bahwa kedua pria yang menjadi pusat perhatian adalah seorang ayah dan calon ayah.
Tian dan Li seperti biasa selalu acuh pada semua yang ada, bahkan pada koleganya sendiri, ia heran karena yang datang dengan Laksamana hanya 1putri bungsunya dan anak lelaki nya, sedangkan anak sulung nya tidak ada.
"Selamat malam Tuan Tian, semoga anda suka dengan hidangannya" ucap Laksamana selaku walikota
"Terimakasih Tuan" ucap Asisten Li mewakili Tian.
Setelah makan malam bersama, acara membicarakan bisnis pun di mulai, semua fokus pada apa yang sudah Assisten Li terangkan, sedangkan Tian hanya menyimak dan juga membenarkan setiap apa yang Li katakan.
"Jadi ... para pekerja akan melakukan lembut setiap hari dengan metode shift siang dan malam begitu, Tuan ... ?" ucap salah satu yang ada dalam kumpulan itu.
"Benar, Tuan. Dengan begitu pekerjaan kita akan lebih cepat dan juga para pekerja tidak kehabisan tenaga, jika kita tetap menggunakan para pekerja siang, otomatis mereka akan kehilangan tenaga dan akan jatuh sakit satu persatu, bukan tambah cepat malah makin lambat " ucap Asisten Li
Semua orang menganggukkan kepalanya.
"Rumah sakit yang kita bangun ini, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, Tapi Tuan Tian ingin memberikan sedikit kebaikan pada masyarakat yang tidak mampu, agar bisa berobat gratis di rumah sakit yang kita bangun dengan syarat ada kartu tertentu yang akan kita survei ke setiap warga. Dengan begitu ... tidak ada kecurangan yang akan di lakukan oleh para warga yang nakal" imbuh Asisten Li
Semua orang bertepuk tangan atas kebijakan yang Tian berikan untuk warga kota itu, karena menurut Joe kawasan kota ini, sangat lah keras untuk pemeriksaan kesehatan tanpa adanya uang. Banyak rakyat biasa yang tak tertolong karena terhalang biaya.
Lama mereka membahas masalah pembangunan rumah sakit. Sehingga malam kian makin membuat pembahasan mereka menjalar kemana-mana, Berbagai minuman sudah tersedia, hanya saja seperti biasa, Tian tidak minum minuman yang berbau Alkohol.
"Kalian nikmatilah acaranya, saya akan kembali ke kamar" ucap Tian yang sudah merasa pusing
"Li ... temanilah mereka" ucap Tian seraya berlalu pergi. Li menatap Tian sampai ia menghilang dari pandangan nya.
"Silahkan tambah Tuan" ucap beberapa orang yang sedang minum dengan Asisten Li dan yang lainnya.
__ADS_1
Lagi-lagi Li meneguk minuman itu sebagai ganti Tian. Sedangkan Tian sudah sampai di depan kamarnya, saat ia masuk kedalam kamarnya, ia mencium bau wangi yang mencuat di hidungnya, ia tidak mengenali harum parfum itu. Tian juga heran, perasaan ia tidak mematikan lampu kamarnya saat ia pergi, tapi kenapa tiba-tiba menjadi mati seperti ini.
Ada rasa curiga, bajwa ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya, Namun ... rasa itu hanya sekadar tentang cleaning servis yang membersihkan kamarnya pikir Tian, Saat Tian ingin menghidupkan lampu, rasa pusing di kepalanya sangat terasa, sehingga ia hampir terjatuh, Namun ... beruntung ia bisa berpegangan pada dinding, Lalu menyalakan lampu nya, dan yang membuat ia syok adalah, ia melihat sosok wanita yang hanya menggunakan Lingrie yang menerawang, sehingga seluruh isi tubuhnya terlihat oleh Tian, bukan na*suu yang Tian rasakan, tapi A
amarah yang begitu besar. Amarah yang tidak pernah Tian rasakan selama ini, Tian paling benci dengan sebuah jebakan macam ini.
Wanita itu turun dari ranjang dan mendekati Tian yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya.
"Hallo, Tuan Tian, masih ingat namaku kan ... ?" ucap wanita itu seraya ingin menyentuh pipi Tian, Namun ... dengan cepat Tian menghindari nya.
"Jangan mendekat ... atau ... atau kau akan tahu akibat nya" ucap Tian seraya menyentuh kepalanya.
"Tian, tidakkah kau menginginkan tubuh indah ku ini ... bukankah ini yang di cari para pria berkuasa seperti mu ... " ucap wanita itu yang terus mendekati Tian
"Saya katakan sekali lagi, jangan mendekat, bukan hanya kau yang akan menerima akibatnya, bahkan keluargamu akan aku musnahkan dari kota ini" ucap Tian dengan sorot matanya yang merah.
"Mungkin saat ini kau menolak ku Tuan, tapi percaya kah, bahwa yang di bawah sudah sangat menginginkan aku, iya kan ... ?" ucap wanita itu yang terus mendekati nya
"Menjadi wanita yang bermartabat apakah tidak bisa, Mengapa menggunakan cara ini untuk menjebak seseorang ... ?" ucap Tian yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya.
Namun ... wanita itu tidak mengenal rasa takut hingga kini, tangannya sudah berhasil menyentuh Tian, rasa gatal dan perih sudah Tian rasakan, sehingga pengaruh obat rangs*ng*n yang ada di parfum wanita uru perlahan hilang karena ras gatal dan perih itu. perlahan kesadaran Tian sedikit demi sedikit pulih.
Matanya yang mulai terpejam kini telah terbuka lebar, tangannya yang kini menyentuh benda kenyal milik wanita itu langsung ia tepis dengan kasar, Tian langsung bangkit sambil mencekik leher wanita itu, kulit nya yang sudah penuh dnegan bintik-bintik merah membuat wanita itu ketakutan.
"Apa yang kau rencanakan ... ingin menjebak ku ... , Apakah kau sudah memikirkan konsukuensi nya ... ?" ucap Tian penuh dengan amarah, wanita itu sudah kesulitan bernafas.
"Apa yang ada di fikiran kalian, tidakkah Kalian memiliki harga diri, mengapa mengobral tubuh kalian seperti ini... " ucap Tian yang terus mencekik leher wanita itu yang tidak lain lagi adalah Putri, anak sulung Walikota itu.
"Lepaskan aku ... kau monster Tian ... kau bahkan tidak tertarik pada tubuhku yang Indah, Kau Monster, lihatlah kulitmu sudah penuh dengan bintik-bintik menjijikkan ... !" ucap Putri dengan nafas tersengal-sengal.
"Kau benar ... kau telah membangun kan Monster itu, Nina Putri, dan kau harus menerima hukuman mu atas setiap apa yang sudah kau lakukan ... , kau ingin menodai dirimu sendiri lalu menuduh ku sebagai pelaku nya, betul kan ... ! meskipun kau tidak menutupi tubuhmu dengan kain pun, aku tidak akan tertarik pada wanita mur*han seperti dirimu" ucap Tian seraya menghempaskan leher Putri yang sedari tadi ia cekik, Putri terbatuk dan bernafas.
Tian terus melangkah kan kakinya mendekati Putri yang ada di lantai.
"Apakah ini rencana Ayahmu juga ... ? Pakah kalian bersekongkol ... ? atau .... sekeluarga memang ingin menejebakku ... begitu... ?" ucap Tian yang kini menarik rambut Putri dari depan kebelakang, sehingga kepala Putri mengusung keatas
__ADS_1
"Tuan ... Tuan ... saya ... saya hanya ingin memberikan anda pelayanan, bukankah ... bukankah begitu para tamu hebat, minta di layani dengan pelayanan plus" ucap Putri dengan terbata-bata.
"Apakah itu yang berjalan di kota ini ... ? wanita harus memberikan pelayanan plus bagi pejabat tinggi ... ?" tanya Tian tanpa melepaskan tangannya.
"Iya, Iya Tuan, " ucap gugup Putri, Tian langsung menghempaskan kepala Putri sehingga kepala nya Putri mengenai lantai, Tian langsung menghubungi Asisten Li agar segera ke kamar nya, cepat dan tak pakai lama.
Benar saja, saat Asisten Li masuk kedalam kamarnya, ia sudah melihat Tuannya tersiksa karen gatal yang di rasa , tanpa bertanya oun Asisten Li tahu penyebab nya, apalagi saat Asisten Li melihat Putri yang menangis tertunduk di lantai.
Kemarahan Asisten Li sangatlah terlihat, ia memanggil Laksamana ke kamarnya dan meminta pertanggungjawaban nya.
Tidak lupa Asisten Li menelfon seorang Dokter untuk mengobati Tuannya.
"Asisten Li, Tuan anda telah menodai Putri ku, seharusnya saya yang meminta pertanggungjawaban pada Tuan Tian, ini kenapa malah saya yang di salah kan, tenang lah putri ku, Ayah akan mencari kebenaran untukmu, setiap orang akan membela mu, kau yang di lecehkan di sini" ucap Laksamana memperani drama ayah yang membela putrinya yang ternoda
Putri yang terus menggelengkan kepalanya tak mampu berkata, hanya tangisan yang ia keluar kan, ia malu bahkan ingin berkata ia gagal saja ia tak bisa.
Buk ...
Satu tendangan mendarat di perut Laksmana.
"Kau kira kami bodoh, Dengar kan aku Tuan Laksmana, tunggulah kehancuran karier mu, jangan harap kau akan menjabat sebagai walikota lagi di tahun berikutnya, Kau belum tahu bagaimana Tuanku, kau salah ingin menjebak orang, kalau kau mau ... kita bawa Sajam kasus ini ke pengadilan, dengan begitu ... kau dan putri mu serta kedua anakmu yang lain, juga akan terseret dalam besi jeruji.
Dengarkan aku baik-baik, Tuanku tidak bisa di sentuh oleh wanita manapun kecuali istrinya, itulah keistimewaan Tuanku dan Wanita nya, lihatlah ... kau dan putri mu telah membuat penyakit nya kambuh, dan itu sudah bisa menjadi bukti bahwa Tuanku tidak bersalah dan tidak menodai putrimu, bahkan ... gugatan mu bisa berbalik menyerang mu" ucap Asisten Li seraya menghempaskan pipi Laksmana yang sedari tadi ia cekal dengan satu tangannya.
"Mana mungkin ... mana mungkin bisa begini ... Putri ... Putri ... katakan pada ayah kalau dia telah menodai mu ... ? katakan itu putri " icao desak Ayahnya Putri.
Putri tidak menjawab ia hanya menggeleng kan kepalanya dengan menundukkan kepalanya.
"Kalian seret mereka, dan ... lakukan tugas kalian " ucap Asisten Li, seraya menatap Laksamana dan Putri penuh dengan kemarahan dan kekecewaan.
"Setelah Laksamana dan Putri di seret oleh beberapa anak buah Tian, Asisten Li langsung menghampiri Tian yang kini sudah di tangani oleh seorang Dokter.
"Penyakit aneh yang pertama kali saya temui Tuan" ucap Dokter itu seraya tersenyum pada Tian dan Asisten Li
"Untungnya anda tadi menghubungi Dokter Jimmy, setelah itu saya tahu akan obat apa yang harus saya berikan pada Tuan" ucap Dokter itu seraya memberikan resep pada Asisten Li.
__ADS_1
"Terimakasih Dokter " ucap Assisten Li seraya mengantar kan Dokter itu keluar dari kamar Tian.