Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 118


__ADS_3

'Kalau sudah bajingan, meski sudah punya yang cantik dan sempurna, pasti akan tergoda sama yang murahan'


Begitulah para karyawan bergosip saat Tian dan Leona sudah berada di luar perusahaan.


"Kau dengar ... apa yang mereka katakan ... ?" tanya Tian pada Leona.


"Sayang ... dalam perselingkuhan memang lah tidak bisa di benarkan, hanya saja aku haru intropeksi juga, mungkin ada hal yang salah sehingga terjadilah perselingkuhan itu, tapi aku janji ... aku berjanji akan memperbaiki diriku sendiri, agat menjadi istri yang baik untukmu" ucap Leona seraya menyandarkan tubuhnya ke tubuh Tian.


"Kau sudah sempurna bagiku, jangan dengarkan perkataan orang lain,Leona ... aku akan lakukan apapun demi melihat kau bahagia" ucap Tian memeluk istrinya.


"Kau malaikat yang tuhan kirim kan untuk ku, terimaksih atas cintamu" ucap Leona.


Sakit hati mengingat pengkhianatan itu berangsur lenyap karena pelukan Tian.


Mereka yang berkata di perusahaan adalah benar, Tian lebih hebat bahkan jauh di atas Arsa, tentu godaan pelakor akan lebih banyak dan lebih menyakitkan, tapi ... Leona sudah memutuskan untuk mempertahankan Tian dalam keadaan apapun, ia akan siap berperang sesuai keinginan Tian.


"Tidak perlu memikirkan hal yang tidak harus kau pikirkan, tetap lah menjadi Leona, menjadi diri sendiri, itulah yang aku suka darimu, kau tahu ... ketidak perdulian mu lah yang menarik ku untuk terus menatap ke arah mu" ucap Tian


"Baiklah kalau begitu aku alan cuek terhadap mu, agar kau bisa selalu menatapku " ucap Leona seraya memalingkan wajahnya dari pandangan Tian.


"Kalau sudah sah begini ... aku lebih suka kau yang agresif "bisik Tian di daun telinga Leona.


"Iss ... jangan menghidupkan lampu yang udah padam Tian ... " ucap Leona mendorong pelan tubuh Tian.


Tian tertawa melihat expresi wajah Leona.


Tentu Veni dan Asisten Li hanya menjadi penonton yang harus tutup mata dan telinga.


*****


"Apa yang Candra katakan padamu ... ? kenapa kau menjadi pendiam seperti ini ... ?" tanya Arsa.


"Tidak ada, hanya saja, ini pertama kalinya aku berhadapan dengan orang hebat seperti pak Candra" ucap Dinda.

__ADS_1


"Apakah Candra hebat menurut mu ... ?" tanya Arsa lagi.


"Tentu ... aku sering melihat sidang nya, dia selalu memenangkan kasus yang ia tangani, hanya saja, karir nya harus hancur karena anak nya, kasian sekali bukan ... padahal Pak Candra adalah sosok yang sangat baik" ucap Dinda.


"Arita ... di masih kecil tapi sudah menghancurkan banyak kehidupan cih ... aku membencinya" cebik Dinda.


"Umur Arita tidak jauh darimu, kau hanya sekolah terlebih dahulu darinya, tapi pikiran mu yang terlewat dewasa" ucap Arsa.


"Ckkkk ... masih belain tuh jal*ng, dia tidak akan berubah sampai kapan pun Arsa, kecuali mati mungkin "ucap Dinda dengan perasaan kesal.


"Baiklah, tidak usah bahas Arita lagi, jan istirahat nanti kita makan bareng yuk," ajak Arsa pada Dinda.


"Ingat ya Arsa ... jangan menaruh hati padaku oke ... sok perhatian, sok lembut, awas saja kau kalau berulah lagi" ucap Dinda.


"Jangan begitu ... aku ini benar-benar berubah sekarang, percayalah ... " ucap Arsa.


pembicaraan mereka terhenti saat bibiknya Arsa masuk kedalam ruangan nya.


Ya ... kini Arsa dan Dinda berada di ruangan bibiknya Arsa, mereka di panggil untuk melakukan pekerjaan di luar kantor.


"Tidak Bu ..." jawab Arsa dan Arita bersamaan.


"Arsa ... kau adalah manager keuangan, aku ingin kau meninjau keuangan di cabang perusahaan kecil kita, ada beberapa kas yang tidak sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran, kau bisa mengecek nya langsung" ucap Bibik nya Arsa.


"Bawalah Dinda, agar bisa membantumu" ucap bibinya Arsa.


"Baiklah bu, kami akan melaksanakan nya" ucap Arsa.


Saat Arsa berdiri, refleks Dinda juga ikut berdiri.


"Baiklah Bu ... kalau begitu kami undur diri" ucap Arsa yang di ikuti oleh Dinda.


Bibiknya Arsa tersenyum saat melihat perubahan keponakan nya, ia sudah mendapatkan kabar, bahwa ... Arsa dan Arita tidak akan bersama, meski Arsa salah, tapi ... Bibik nya berharap kalau Arsa mendapatkan wanita uang lebih baik dari Arita, meski tidak sebaik Leona, setidaknya wanita itu bisa membawa Arsa kembali dalam masa jayanya.

__ADS_1


"Baiklah ... aku keruangan ku dulu" ucap Dinda


"Nanti kita ketemu di parkiran saja, setelah makan siang, baru kita berangkat" ucap Arsa pada Dinda.


"Oke" jawab Dinda seraya melihat ke arah Arsa"


*****


"Tuan ... sumpah saya tidak tahu kalau anak yang saya tukar saat itu adalah anak Tuan,saya benar-benar tidak tahu Tuan" ucap si Mbok pada Candra yang kini mendatangi kediaman nya.


"Alasan nya ... saya ingin mendengar langsung dari si Mbok" ucap Candra.


"Saat itu ... majikan saya ingin sekali memiliki anak Tuan, tapi dia tidak bisa ... karena rahimnya sudah di angkat saat ia belum menikah, mertua nya begitu menginginkan anak, dia pura-pura hamil selama 8 bulan, namun ... wanita hamil yang sudah majikan saya bayar untuk di ambil anaknya, malah menghilang, pada malam hari ... saya menemukan bayi di jembatan, saya menghubungi majikan saya, tapi dia tidak ingin bayi yang ia tidak tahu asal-usul nya, dia tidak ingin mendapatkan anak yang hasil di luar nikah, jadi ... majikan saya menyuruh saya untuk menukar bayi yang saya temukan dengan bayi yang baru lahir tuan" ucap Si mbok dengan gugup dan bersalah.


"Si Mbok tahu ... saya bisa memenjarakan si mbok atas semua kesalahan si mbok ... ?" ucap Candra.


"Saya tahu ... saya akan menerima hukuman saya tuan, saya benar-benar tidak tahu kalau anak itu adalah anak Tuan" ucap si mbok.


"Apakah si mbok sekarang tahu dimana.m anak itu ... ?" tanya Candra pura-pura.


"Setelah meninggal nya Nyonya, saya sudah kehilangan kontak dengan Nona muda Tuan, karena itu ... saya berkerja di tempat Bu Leona" ucap Si mbok, ia terus menunduk kan kepala nya, ia tidak bisa menatap Candra yang selalu memandang nya.


"Atas dasar apa si mbok melakukan hal yang begitu besar itu pada Nona si mbok?" tanya Candra.


"Saat itu aku butuh uang untuk operasi suami saya tuan, dan Nyonya mau memberiku pinjaman, asal aku mau mengikuti setiap yang ia katakan" ucap Si Mbok.


Candra menatap lekat pada wajah Si mbok, wanita yang berumur sekitar 45 tahunan.


Tidak ada kebohongan yang ia sembunyikan, apakah benar yang ia cerita kan ... ?


Tentu benar, karena informasi dari Asisten Li, adalah satu sosok yang tidak bisa di dekati oleh siapapun.


Asisten Li, bisa melakukan semua hal diluar dugaan manusia, karena ia begitu mencintai atasannya itu.

__ADS_1


Tian ... adalah orang nomor 1 yang selalu menjadi prioritas untuk Asisten Li.


__ADS_2