Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 172


__ADS_3

Dinda menghadiri acara pemakaman Arita, ia tidak menyangka wanita kemaren berkata dengan wajah tegar dan sehat kini telah berbaring kaku.


Candra menunduk menangis di dekat tempat terakhir Arita.


"Papa ... " ucap Dinda seraya memegang bahu Candra


"Papa tidak apa-apa, dia sudah nyaman di sana ... dia tidak akan mengeluh kesakitan lagi, dia sudah tenang dan nyaman dalam tidurnya " ucap Candra seraya mengusap air matanya.


"Papa sudah banyak mengabaikan dia sejak kecil, banyak salahnya juga termasuk salah papa"


Dinda ikut duduk di dekat papanya, seolah ingin memberinya kekuatan


"Pa ... Dinda juga butuh papa, tidak kah papa akan berusaha kuat untuk Dinda ... ?" ucap Dinda seraya menatap wajah papanya.


Candra langsung memeluk putrinya, benar ... ia masih ada Dinda untuk ia perjuangkan masa depannya.


"Papa ... ada Dinda sekarang, biarkan Arita tenang, aku yakin ... Arita juga menginginkan papa merelakan kepergiannya" Dinda membalas pelukan sang papa.


Arsa yang hanya bisa melihat batu nisan Arita mengusap air mata nya yang tanpa sengaja terjatuh.


'Di bawah batu nisan ini kau telah istirahat dengan tenang, kau sudah banyak menderita Arita ... maafkan aku ... aku yang banyak salah di sini, ku harap kau bahagia dengan kehidupan mu selanjutnya. Aku tahu ... tidak ada manusia yang tidak berdosa, kau juga sudah mengakui kesalahan mu dan ingin berubah, aku yakin ... kau akan mendapatkan tempat terindah di sana' bathin Arsa


Neneknya Arita hanya bisa melihat dan menangis, Sedangkan Kamila ... ia tidak menyangka bahwa adik yang ia ingin jauhkan dari hidup gelap ya tetap jatuh dalam lubang yang sama, Namun Kamila merasa senang, di akhir hidup adiknya ia masih di beri kesempatan untuk memberinya kasih sayang yang belum pernah ia berikan padanya.


'Takdir kita sudah tertulis, maafkan kakak karena kakak belum sempat memberimu kebahagiaan ' bathin Kamila


Pemakaman itu telah usai, Arsa dan yang lainnya telah kembali me kediaman Candra.


"Terimakasih karena kalian selama ini masih setia mendampingi Arita, aku juga belum sempat berterima kasih pada Tuan Tian" ucap Candra


"Kamila bilang, Arita memang sengaja tidak ingin melanjutkan pengobatan itu, dan sudah lama tidak minum obatnya, ku harap kalian semua bisa memaafkan Arita, termasuk para readers, maafkan Kesalahan Arita" ucap Candra


"Dia sudah tenang di alam nya, kita berdoa saja semoga apa yang Arita inginkan terkabul kan, yaitu melihat Tuan Candra jaya lagi" ucap Kamila yang mana semua mata menatapnya.


"Arita hanya ingin satu hal, Dia ingin papanya bisa berjaya lagi seperti dahulu, ia ingin mendengar nama Papa nya di sebut oleh semua orang lagi, tapi ... dia belum sempat mendengar hal itu lagi karena sang pencipta sudah terlebih dahulu memanggil nya" lanjut Kamila


Candra menjadi terharu dan kembali menetes kan air matanya.


Dinda mendekati Candra lalu memeluknya.


"Papa bisa ...! Dinda yakin papa bisa mewujudkan apa yang Arita inginkan, buktikan padanya bahwa keinginan terakhir nya bisa papa penuhi " ucap Dinda

__ADS_1


"Terimakasih sayang, kau penyemangat papa saat ini" Candra mengelus kepala Dinda.


*****


"Aku sudah mendengar nya, rahasiakan ini dulu dari Nona, sebelum aku mengatakan pada Tuan Tian, Nona jangan sampai mendengar hal ini" ucap Asisten Li pada Joe


"Aku mengerti, Kak ... apakah Arita ...?"


"Dia sudah melewati banyak hukuman, dia sudah tenang jadi jangan membahas nya lagi" Lihaonan memotong perkataan Joe yang ingin tahu tentang Arita.


Asisten Li dan Joe pun kembali bergabung dengan Tian dan Galla.


Yang mana mereka sudah berkumpul dengan para Klien nya di sebuah restoran


Membahas banyak proyek yang sudah berjalan.


Tentu Tian mengerti dengan raut wajah Asisten Li, ia hanya menatapnya sekilas namun kembali bergabung pembicaraan dengan yang lain.


*****


"Kau kenapa ... ? apa kau merasa tidak nyaman ... ?" tanya Raisa pada Leona


"biar ku beri pijitan lembut" Raisa melakukan pijitan lembut di punggung bawah Leona


"Bagaimana apakah meras nyaman ... ?" tanya Raisa


"Iya, sakitnya sudah berkurang" ucap Leona


"Bulan awal kandungan mu sudah memasuki 7, berarti kurang dari 4 hari usia kehamilan mu sudah 7 bulan" ucap Raisa


"Iya, tidak menyangka hari berjalan dengan begitu cepat" ucap Leona


"Kau benar, ah aku jadi ingat dengan ucapan Joe" Raisa tersenyum kala mengingat ucapan Joe yang bilang bahwa jangan sampai ia di susul oleh nya dalam asmara.


"Joe itu lucu juga ya, kayak Alan" ucap Leona


"Beda, Joe itu tepatnya sama dengan kakak kakak nya, kejam ... dan tak berhati" ucap Raisa


"Tapi ku lihat dia tidak sekaku Asisten Li" ucap Leona


"Ia sekarang, Joe itu adalah pengikut Pamannya Tian, Mafia ... hanya saja sejak pamannya Tian berubah dan keluar dari gengnya ... Joe juga ikut keluar, tapi yang saya dengar masih banyak musuh yang mengintai Pamannya Tian" ucap Raisa

__ADS_1


"Eh, Mafia itu benar-benar ada ya ... Aku kira hanya ada di novel atau di film-film loh" Leona menatap Raisa.


"Isss ... kau kan ada dalam novel Na ... hahahah" Raisa tertawa lepas.


"Tepatnya pamannya Tian Mafia Insyaf kali ya .. " ucap Raisa


"Aku kok jadi ngeri kalau masalah Mafia-mafia itu" Leona bergidik ngeri


"Mafia masih biasa, yang tak biasa itu, udah Mafia psikopat lagi" imbuh Angelina yang baru gabung dengan Leona dan Marissa


"Angelina jangan bercanda deh, psikopat itu kan yang suka potong-potong itu kan, seperti mutilasi gitu kan ... ?" tanya Leona lagi


"Ah ... kalau benar kayak itu, jangan di teruskan ah amit ... amit ... Sayang ... semoga di jauhkan dari orang-orang kayak itu" Leona mengelus perutnya berulang kali dengan bahu yang bergidik.


Hahhahah


Tawa Veni membuat ketiga wanita itu mengarahkan pandangan nya ke Veni.


Tepat di hadapan Veni seorang anak memasang kumis palsu pada wanita yang berbaring di bawah terik nya matahari dengan payung yang menjadi pelindung nya.


Sssttttt


Ucap anak itu pada Veni yang masih tertawa keras


"Tante ... jangan keras-keras nanti dia bangun" ucap anak itu


"Hei, kau nakal sekali ya ... " ucap Veni


"Dia cerewet Tante ... sesekali di kerjain kan tidak apa-apa" ucap polos anak itu


"Ah, kau pinter sekali sih" Veni mencubit kedua pipi anak itu.


"Baiklah, Good luck" ucap Veni pada anak itu.


Lalu Veni meninggalkan anak itu dengan tawanya yang masih terus mengembang, Tentu membuat ketiga wanita itu penasaran.


"Hei ada apa ... ? seperti nya kau habis lihat pertunjukan yang bagus" tanya Angelina


"Tau gak, tuh anak ngasih kumis palsu di wanita itu ... hahaha bukankah itu sangat lucu"


Bagaimana kah jika Leona tau alan kabar meninggalnya Arita ... ?

__ADS_1


__ADS_2