Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 94 Undangan Untuk keluarga Arsa.


__ADS_3

Tidak ingin menggoda Leona lagi, Tian pun masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan Leona meletakkan baju kotor nya Tian di ranjang.


Sungguh pekerjaan yang sangat di rindukan oleh Leona.


Tidak butuh waktu lama, Tian sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono nya, Leona menghampiri nya dan membantu nya untuk mengeringkan rambutnya.


Tian merasa sangat tersentuh dengan perhatian Leona.


Saat Leona dengan laten memijit kepala Tian, Tian mengambil kedua tangan Leona seraya berkata.


"Apa yang kau minta dariku?"tanya Tian seraya mengecup kedua tangan Leona.


"Aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin kejadian masa laluku tidak terulang lagi, aku ingin kehidupan yang bahagia dan damai, Bisakah kau menjaga ini untuk ku, hanya untukku?"tanya Leona seraya menyentuh dada Tian.


Tian mendudukkan Leona dalam pangkuannya.


"Tanpa kau meminta pun, aku tidak akan membiarkan orang lain masuk dalam hati ini, maka dari itu ... jangan lagi kau meminta ku untuk transfusi darah, bukan karena aku tidak ingin sembuh, tapi ... aku ingin menghindari hal-hal yang ada dalam novel-novel, bukankah kau sering baca kalau si pria di jebak dengan memberi obat dalam sebuah minuman ... ? ah membayangkan nya saja aku sudah ngeri duluan"ucap Tian yang mana membuat Leona tersenyum, tangannya ia lingkar kan di leher Tian.


"Baiklah ... aku tidak akan memaksa Tuan Tian lagi, karena aku juga takut jiwa kelelakian tuan Tian alan muncul setelah sembuh"ucap Leona dengan terkekeh.


"Aku mencintai mu ... "ucap Leona seraya mencium bibir Tian, saat Leona ingin menarik bibirnya, Tian sudah menahan leher belakang Leona, sehingga terjadilah Ciuman bibir yang begitu lama, ini pertama kalinya bagi kedua insan itu berciuman begitu lama.


Tian memeluk erat tubuh Leona, mendalami lidahnya untuk menyelam kedalam rongga miliki Leona.


Setelah beberapa saat keduanya sama-sama melepaskan tautan itu, Leona tersipu malu, begitu juga dengan Tian, biar bagaimanapun ini pengalaman pertama bagi Tian.


-s ls


"Aku ... aku istirahat dulu, kau ... kau tidak ingin istirahat juga?"ucap gugup Tian


"Kau istirahat lah ... aku akan ambil air putih dulu"ucap Leona seraya berjalan cepat meninggalkan kamar itu.


Jantung nya berdebar begitu cepat, hingga ia menjadi gugup tak terkendali, begitu pun dengan Tian, ia senyum-senyum sendiri seraya menyentuh bibir nya.

__ADS_1


'Kenapa senikmat ini ... ini hanya ciuman Tian ... bagaimana kalau yang lain ... ' ucap Tian dalam hati seraya senyum-senyum sendiri.


Sedangkan Leona juga senyum-senyum.


' Iss ... kenapa jantung ini masih berdetak dengan cepat, ayolah ... jangan bikin aku malu' ucpa Leona dalam hati seraya berjalan membawa botol berisi air putih.


Dengan pelan Leona membuka pintu kamar itu, sedang kan Tian berpura-pura tertidur,pasalnya ... Tian hanya menghindari kegugupan dan kecanggungan yang ada.


"Udah tertidur ternyata"ucap lirih Leona saat meletakkan botol itu di nakas dekat ranjang.


*****


"Apa .... !!! kenapa bisa begitu ... apa kesalahan Herman sehingga orang nya Tian menjebloskan ke penjara"ucap Kesal mamanya Arsa.


"Nas Herman .. mencegat Tuan Tian dan Leona mbak ... lalu menyerang mereka"ucap takut istri nya Herman.


"Kenapa Herman bisa ceroboh begitu ... Leona tahu bela diri"ucap Mama nya Arsa.


"Eh ... tapi mas Herman sudah menyiapkan semuanya mbak, mas Herman memerintahkan anak buahnya agar mengatakan kalau semua itu dalang dari Arsa, eh ... Leona tidak percaya kalau mendesak anak buah nya Mas Herman untuk mengakui pelaku sebenarnya, ya ... jadi mas Herman yang kena tangkap bukan si Arsa"ucap keceplosan Istri nya Herman membuat Mamanya Arsa naik pitam.


"Eh ... iya ... Arsa anak mbak ya ... ah lupa aku mengapa aku mengatakan itu pada mbak"ucap Oon istrinya Herman.


"Bilang ke Herman ... membusuk saja di penjara"ucap Mamanya Arsa seraya berlalu dari rumah Herman, Tidak percaya bahwa Herman bisa melakukan itu pada keponakan nya sendiri, ingin menjebak Arsa untuk membunuh Tian.


"Anakku memang terbukti selingkuh, tapi dia anak yang baik"ucap tidak terima Mamanya Arsa sebelum keluar dari rumah Herman.


"Ternyata Leona masih terbaik dari pada keluarga nya sendirian"cebik Mamanya Arsa.


"Mbak ... tunggu ... tapi bagaimana dengan mas Herman, kalau dia di penjara siapa yang akan menafkahi kami? memangnya mbak mau menanggung hidup kami ...?"ucap Istrinya Herman saat sudah berhasil mengejar langkah Mamanya Arsa.


"Membiayai kalian ... apa kalian punya otak ...? kalian sudah jelas-jelas ingin menjebak putraku, kalian masih berharap aku akan menolong kalian ... begitu ...? tidak akan ...ingat ... aku tidak akan membantu kalian sepeserpun" ucap Mamanya Arsa.


Ia masih di liputi oleh emosi karena mendengar Herman ingin menjebak Arsa.


*****

__ADS_1


"Lah ... kok bisa paman dijebloskan ke penjara bik?"tanya Arsa pada bibik dari ayahnya.


"Bibik dengar karena pembunuhan berencana"ucap sang bibik.


"Tian dan Leona sasaran nya"imbuh Bibik nya, membuat Arsa semakin tidak mengerti jalan pikiran keluarganya.


Tidak cukup kah masalah yang terjadilah selama ini? kenapa masih mengusik Leona ... Leona ... dan Leona.


"Baiklah bik ... kalau begitu Arsa keluar dulu"ucap Arsa yang berpamitan untuk keluar dari ruangan bibiknya.


Arsa sudah berada di luar ruangan bibiknya, saat ia mengedarkan pandangannya ia menangkap sosok yang begitu ia hormati selama ini sedang berjalan mendekati ruangan bibiknya.


"Mama ... "ucap Arsa yang sudah berada di depan mamanya.


"Arsa ... kamu tidak kenapa-kenapa kan nak? maafkan mama ya sayang, mama janji akan minta maaf pada Leona ... janji, asal dia jangan menyentuhmu sayang"ucap sang mama dengan cemas.


"Apa yang mama katakan, kenapa Leona lagi dan lagi"ucap Arsa.


"Sayang ... kamu tahu paman mu kan ...?"ucap sang mama.


" Iya ma ... aku sudah dengar itu dari bibik, sudah sepantasnya paman mendapatkan hukuman itu, kenapa harus merencanakan pembunuhan sih ma ... , mama jangan katakan kalau mama juga terlibat"tanya Arsa.


"Mana ada ... Mama memang tidak suka sama Leona, tapi itu dulu Arsa, dan mama tidak pernah memiliki niatan sekejam itu padanya"ucap sang mama.


"Kita semua di undang dalam acara pertunangan Tian dan Leona ma ... "ucap Arsa


"Terutama papa, Leona sangat ingin Bertemu dengan papa"imbuh Arsa.


Mamanya Arsa terdiam, karena ia tahu ... hanya gadis itu yang sangat peduli pada suaminya selama ini.


"Apakah kau masih mencintainya Arsa ... ?"tanya sang mama dengan metode lembut.


"masih mah ... tapi Arsa harap mama tidak lagi mengusik Leona, biarkan dia dengan cinta barunya dan juga Arsa dengan kehidupan Arsa" ucap Arsa seraya berusaha tersenyum pada Mama nya.


"Ma ... bisakah kita berdamai dengan masa lalu ma ... jangan ungkit lagi, biarlah Leona menjadi kenangan terindah untuk Arsa"

__ADS_1


__ADS_2