Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 38 Gosip Yang Di Sengaja


__ADS_3

"Na kau mendengarkan aku kan?" ucap Veni Seraya menyenggol lengan Leona.


"aku dengar kok" ucap Leona Seraya menyerahkan ponsel Veni.


"benar itu tuan Tian, mereka sangat serasi kan ven?" ucap Leona Seraya terlintas gambar Tian dan Angelina.


"kau tidak cemburu kan Na?" tanya Veni Seraya mengamati mimik wajah Leona.


"lah kenapa aku harus cemburu? Aku dan Dia tidak ada hubungan apa-apa"ucap Leona Seraya memandang mata Veni.


"tapi sepertinya tuan Tian itu sangat menyukaimu loh na" ucap Veni.


"itu tidak mungkin Ven, Tuan Tian itu orang yang tidak bisa kita gapai" ucap Leona.


"Kata siapa tidak bisa kita gapai,seperti cerita Cinderella yang dipersunting oleh seorang pangeran" ucap Veni.


"itu hanya dongeng sayang, hanya hiburan untuk kita dan juga anak-anak" ucap Leona.


*****


Acara makan malam telah berjalan dengan sukses susuai dengan yang Tian inginkan,


Semua berita tentang kedekatan nya dengan Angelina sudah tersebar luas di sosial media, ia sangat yakin dengan tatapan Galla, ia akan bermain dengannya melalui Angelina, setidaknya ia sudah mencegah Galla untuk bermain dengan Leona.


*****


"Sayang, kalau begitu mas berangkat dulu ya, jaga diri dirumah, kalau ada apa-apa segera telfon, aku cuma 2 hari dalam perjalanan bisnis ini"ucap Arsa pada Arita, yang mana Arita sudah sampai di depan sekolah nya, ia pagi ini di antar oleh Arsa.


"Kamu hati-hati, hubungi aku kalau sudah sampai"ucap Arita seraya memeluk Arsa.


Arsa mengiyakan apa yang di ucapkan Arita.


Arita benar-benar menuruti semua yang Arsa katakan, tidak sedikit pun ia mendekati teman prianya, apalagi teman pria yang mesum, Arsa sudah menjelaskan tentang penyakitnya, dan Untung nya Arita mau menerima dan mau bekerja sama dengan dokter, meski kadang rasa ingin sentuhan itu sangat menyiksanya, tapi ia lebih memilih untuk mengunci diri nya di kamar.


Arsa dan Dinda pun kini telah terbang ke pulau Bali untuk melakukan perjalanan bisnis.


"Tuan, saya dengar Akta perceraian anda sudah keluar ya?"tanya Dinda.


"Iya Din, sudah tidak ada harapan lagi untuk ku bersama Leona, apalagi aku juga harus bertanggung jawab dengan Arita, mungkin inilah jalan ku, semoga saja kehidupan bisa enak seperti dulu"ucap Arsa di dalam pesawat.

__ADS_1


"Yakin, kamu pasti bisa, Arita juga sangat menyayangi mu, hanya saja dia datang dengan cara yang salah"ucap Dinda.


Arsa dan Dinda saling berbicara di dalam pesawat, tanpa mereka sadari pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat.


Pesawat itu mendarat dengan selamat di bandara Gusti Ngurah Rai.


"Welcome to bali"ucap Dinda seraya merentangkan kedua tangannya.


Arsa yang melihat tingkah Dinda hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.


Arsa juga ingat, Bali adalah tempat yang paling ingin Arita datangi, ia berjanji akan membawa Arita berlibur atau saat ingin berbulan madu saja di sini, sekarang ia ada urusan pekerjaan tentu itu jauh lebih penting.


Tanpa ada rasa malu Dinda mengambil gambar dirinya di setiap tempat yang menurut nya sangat indah.


Dinda melupakan identitas nya sebagai bawahan saat ini, dan Arsa memaklumi nya.


"Dinda... kau semakin lancang ya, menyuruh atasanmu untuk mengambil gambar"ucap Arsa dengan serius namun bibirnya tetap tersenyum.


"Eh iya, tapi bisakah saat ini kau tidak menjadi atasanku, aku jarang banget loh bisa liburan, meski... sekarang kita tetap lah kerja tapi...kan jarang-jarang ada kerjaan di tempat indah seperti ini, ayolah ngertiin aku"ucap Dinda merengek.


"Oke baiklah... tapi ku potong bonusmu bulan ini "canda Arsa.


"Tentu, kalau semuanya sudah beres"ucap Arsa mengacak rambut Dinda.


"ihh...tau gitu ku ajak pacarku kemari"ucap Dinda mengerucutkan bibirnya.


"Jangan berfikir macam-macam, ayo kekamar kita masing-masing, aku lelah melihat kau berfoto sedari tadi"ucap Arsa.


Kini Arsa telah meninggalkan Dinda yang masih terkejut dengan ucapan Arsa.


"Eh pak tunggu...!!"teriak Dinda seraya mengejar langkah kaki Arsa yang sudah mulai jauh.


Dinda dan Arsa pun masuk kedalam kamar masing-masing, dan ternyata Arita mengetahui perjalanan Arsa ternyata ke Bali.


Arsa melihat di sosmed,foto Dinda yang bertebaran, dan juga Arita menangkap foto Arsa yang tersenyum, meskipun caption nya tertulis jelas boss ngeselin tapi tetap saja Arita berfikiran yang tidak-tidak.


Rasa takut dan curiga selalu Arita rasakan, meski kadang bukan ke Leona.


Arita selalu merasa cemburu pada semua wanita yang ada di sekeliling Arsa. bahkan pada Dinda yang sudah menjadi asisten sekaligus temannya.

__ADS_1


"keterlaluan kamu mas"ucap Arita seraya masih memandang foto Dinda.


Arita mengepal kan tangannya, mencoba menahan amarah.


"Kau kenapa?"ucap Candra yang berusaha mendekati putri nya kembali.


"Apakah Sekertaris Arsa tidak bisa diganti pria saja pa?"ucap Arita.


Candra mengerti kalau putri nya sedang cemburu.


"Arita...papa tahu kau sekarang sedang cemburu dengan postingan Dinda, tapi...percayalah Arsa dan Dinda memang melakukan perjalanan bisnis, Dinda bekerja dengan Arsa sudah lama, Arita...apakah kau merasa cemas? ini lah akibatnya dari mengambil milik orang lain, kuatkan hatimu ...dan selalu percayalah pada Arsa"ucap Candra memberi nasehat pada putrinya.


"Arsa sudah berjanji akan menikahi mu, jadi kau harus belajar dewasa sekarang, jangan selalu merasa cemburu"imbuh Candra.


"Bagaimana bisa aku tidak cemburu pa, di pergi ketempat yang menjadi tempat impian ku"teriak Arita kesal.


"Karena pekerjaan Arsa juga berada di sana sekarang Arita, mengertilah.... perusahaan Arsa terancam bangkrut kemaren, sekarang Arsa mencoba memulihkan keadaan perusahaan, jangan kau bikin kacau lalu membuat Arsa pergi darimu"ucap Candra dengan tegas.


Dan itu membuat Arita bungkam, ia tidak ingin kehilangan Arsa, bahkan dalam mimpinya pun ia tidak ingin kehilangan Arsa.


"Maafkan Arita pa"ucap lirih Arita.


Candra pun mencium kening putrinya seraya berkata.


"Jangan terlalu emosi dan cemburu, itu akan mempengaruhi kesembuhan mu, kau mengerti!!"ucap Candra


Arita menganggukkan kepala nya mengerti.


Sedangkan Zain sudah mendarat, ia baru sampai di Negara I... itu, ternyata Asisten Li sudah menunggu nya di bandara.


"Selamat datang Tuan Zain"sapa Asisten Li.


"Selamat datang juga Li, bagaimana kabarmu? "ucap Zain seraya masuk kedalam mobil yang sudah di sediakan asisten Li.


"Kabarku seperti biasa tuan"ucap Li


"Selalu bahagia jika Tian bahagia, iss.. Li...kau juga harus memikirkan hidup dan kebahagiaan mu sendiri"ucap Zain.


"Akan saya pikirkan perkataan anda Tuan"ucap Asisten Li seraya menghidupkan mesin mobilnya, dan membawanya memecah keramaian jalan.

__ADS_1


__ADS_2