Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 237


__ADS_3

Kini Asisten Li dan Veni sudah sampai di tempat tujuan mereka. Mereka menghela nafasnya saat menghirup udara segar di bandara.


"Akan butuh waktu yang lama untuk sampai di hotel" ucap Assisten Li seraya melihat ke jam yang melingkar di tangannya.


Saat Assisten Li berdiri ada sebuah mobil datang ke arah depan mereka


Silahkan masuk, Tuan. Tuan Tian memerintahkan saya untuk menemani anda selama ada di kota ini " ucap supir mobil itu.


"Terimakasih Tuan" ucap Asisten Li seraya menarik tangan Veni untuk masuk kedalam mobil yang ada di depannya.


*****


"Bagaimana keadaan anak saya, Dok ?" tanya Arsa seraya memangku Laksya


"Jangan khawatir, dia baik-baik saja, tapi jika panasnya tidak turun-turun sampai besok, kalian bawa lagi kemari " ucap dokter itu.


"Terimakasih, Dok" ucap Arsa menyalami Dokter itu sedangkan tangan satunya menggendong Laksya .


"Sama-sama, Tuan" ucap Dokter itu.


Laksya dan Kamila pun keluar dari ruangan itu. Kamila hanya diam dari tadi,ia tidak bisa bersuara saat ia melihat raut wajah marah Arsa


"Lain kali, kalau terjadi sesuatu pada Laksya, segera katakan padaku, bagaimana jika terjadi hal yang tidak kita inginkan ... ?" ucap Arsa seraya mencium pipi anak sambungnya itu.


"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin mengganggu mu, aku lihat kau begitu sibuk dengan pekerjaan mu" ucap Kamila


"Apakah pekerjaan itu jauh lebih penting dari anak?" ucap Arsa


"Karena aku takut, kau terbebani dengan Laksya yang bukan anakmu, aku tidak ingin kau merasa di repot kan oleh anakku, aku tidak ingin di katakan benalu " ucap Kamila .


Seketika Arsa menghentikan langkahnya, lalu memeluk Kamila


"Kenapa kau mengatakan hal seperti itu, kau dan Laksya adalah milikku sekarang, sudah berulang kali aku mengatakan itu padamu, Mil" ucap Arsa


Di saat mereka masih terdiam, suara Nyonya Marlena membuat Arsa melepaskan pelukannya.


"Bagaimana keadaan Laksya ... ? Mama dengar dari bibik, dia sakit ... ?" tanya Mama nya Arsa


"Iya Ma, tapi tidak apa-apa, cuma kalau panasnya tidak turun, besok suruh bawa lagi kemari" ucap Arsa


"Syukurlah, sudah ayo pulang" ucap Mamanya Arsa yabg mana di ikuti oleh Kamila.


Kamila sedikit tahu cerita tentang Mamanya Arsa dan Leona, Kamila berusaha menjaga sikap agar tidak membuat kesalahan pada Mamanya Suaminya itu.


"Kau masih takut sama Mama .. ?" tanya Nyonya Marlena pada Kamila


.


.


.

__ADS_1


Kamila tidak menjawab


"Orang pasti mempunyai masa lalu dan kesalahan, Dulu Mama sangat tidak menyukai Leona, tapi ... sekarang,Mama sudah berubah, siapapun yang di pilih Arsa saat ini, Mama akan menerima nya, Kamila, hanya saja ... Mama berharap kau bisa mencintai Arsa seperti Leona dulu mencintainya, jaga dia , rawat dia dan beri dia perhatian, jadilah istri yang baik baginya, anak Mama hanya Arsa, Kakak nya ada di jauhnya, Fandi kakaknya tidak memungkinkan untuk pulang setiap saat,Mama hanya ingin melihat dia bahagia, karena Mama sangat mencintai Arsa" ucap Mama nya Arsa pada Kamila


"Kamila berjanji akan menjadi istri yang baik buat Mas Arsa, Ma. " ucap Kamila


"Baiklah, Arsa sudah menunggu mu, pulang lah, Mama akan menyusul nya nanti" ucap Mama nya Arsa


"Baik, Ma ... kalau begitu, Kamila pergi dulu " ucap Kamila


*****


"Hai, Ven. Udah sampai belum ... ? jangan selalu belah duren, entar kau tak bisa berdiri baru nyahok kau'' pesan Alan untuk Veni


.


.


.


"Cih, cuma di baca doang ma nih cewek"ucap Alan


"Ven, jangan lama-lama bulan madunya, kau tahu ... kalau sering buatnya, nanti gak akan jadi tuh benih" pesan Alan lagi.


.


.


.


"Orang yang tidak ada kerjaan nya ialah orang yang tak berguna, begitu oun sebaliknya " balas Veni untuk pesan Alan


Alan bahagia menerima balasan pesan itu, namun ... saat ia membaca pesannya, mukanya menjadi kesal kembali.


"Kenapa kesal begitu ... ?" tanya Marissa seraya mengecup pipi Alan.


"Coba kau baca sendiri, aku sedang menggoda Veni, eh balasan nya kayak gitu, ngeselin kan ... ?" ucap Alan seraya menyerahkan ponsel nya pada Marissa.


Marissa membaca pesan itu, ia langsung tertawa


"Hahahha ... hahahah Sayang, aku yakin, ini pasti si kaku yang balas, Hahahahah kau di katakan tak berguna, kalau aku jadi kamu, aku akan balas mereka" ucap Marissa seraya terus tertawa.


Alan sekilas menatap Marissa yang tertawa di samping nya.


"Kau begitu bahagia ya, melihat kekasihmu dikatain gak berguna" ucap Alan sok sedih


"Isss ... kau baper ... ? makanya jangan usilin mereka" ucap Marissa mencubit kedua pipi Alan dengan gemas


"Aku penasaran banget loh Sayang, bagaimana bulan madu ala si Kaku dan Bar-bar " ucap Alan


"Jangan penasaran, entar kau mati penasaran mau .. ?" ucap Marissa yang kini tidur-tiduran di pangkuan Alan

__ADS_1


Alan membelai kepala Marissa.


*****


"Aku sudah ada di bawah, kamarmu ada di nomor berapa?"tanya Galla dari balik ponselnya .


.


.


Setelah orang itu menjawab, Galla segera menuju ke kamar yang sudah ia tuju.


Setelah sampai di depan kamar yang Galla cari, Galla segera mengetuk pintu kamar itu, tak butuh waktu yang lama, keluar lah orang yang paling di rindukan Galla.


Angelina, langsung memeluk sang tunangan yang masih ada di depan pintu, wajahnya ia tenggelam kan di dada bidang sang tunangan.


"Kau kemari ... ? aku merindukan mu, sangat merindukan mu," ucap Angelina


Namun. .. bukan Galla namanya jika tidak melibatkan perubahan wajah Angelina. Galla segera membawa Angelina kedalam kamarnya, dan menangkup wajah Angelina, benar saja ada bekas memar di wajah Angelina.


Seketika mata Galla memerah rahangnya mengeras.


"Siapa yang melakukan ini padamu, katakan ... !" ucap Galla seraya terus menatap wajah tunangannya


"Ini ... ini hanya salah faham, kau jangan marah, aku merindukan mu, biarkan aku memelukmu" ucap Angelina seraya memeluk Galla lagi.


Galla mendekap kepala Angelin dan mengelus rambutnya. Ia terlihat begitu emosi, ia akan cari tahu sendiri siapa yang melakukan ini pada Angelina.


Hati dan perasaan Galla gelisah.


"Kalau ada apa-apa, cerita padaku, apa gunanya hubungan kita jika kau selalu merahasiakan semuanya dariku " ucap Galla


"Aku akan menceritakan semuanya, tapi nanti. Aku lapar, bisakah kita makan dulu" ucap Angelina


"Aku akan pesan makanan dulu " ucap Angelina seraya mengambil ponselnya


Setelah memesan makanan, Angelina membantu Galla membuka bajunya.


"Aku akan menyiapkan baju untukmu, mandilah dulu" ucap Angelina seraya memberikan kimono pada Galla, sedangkan dirinya meletakkan Baju kotor Galla pada ranjang


Galla menatap punggung Angelin, ia yakin bahwa terjadi sesuatu pada tunangan nya itu, sesuatu yang besar. Pantas saja, beberapa hari ini, pikiran dan hatinya sangat gelisah.


Kenapa Angelina tidak menghubunginya


Setelah puas menatap punggung Angelin, Galla langsung masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan Angelina, meremas baju kotor Galla dan memeluk nya dengan isak tangisnya.


' Aku hanya tidak ingin membuatmu cemas padaku, Galla ... aku sangat mencintaimu, aku akan menjaga suci cinta kita apapun yang terjadi. dan sekarang ... Papa marah besar padaku, karena aku gagal dalam mengambil proyek ini' bathin Angelin dalam tangisannya.


Sebenarnya apa yang terjadi pada Angelina ... ?

__ADS_1


Apakah ada yang tahu ... ?


__ADS_2