Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 279


__ADS_3

Hari ini, Leona tidak pergi kemanapun, ia seharian menemani sang suami di dalam ruangan. Kadang juga berbincang dengan para sahabatnya melalui ponselnya.


Melihat Tian yang sedang pulas tidur nya, Leona mendekatinya dan mengusap wajahnya yang begitu ia kagumi.


*****


"Mas, ini makan siangnya " ucap Kamila yang batu saja di persilahkan masuk oleh satpam, yang mana atas perintah Arsa sebelum Kamila keatas.


"Duduklah disini dulu Sayang, Mas juga merindukan mu" ucap Arsa seraya mengulurkan tangannya, agar Kamila mau meraihnya.


"Tapi, Mas sekarang masih sibuk, Nanti Mila malah mengganggu waktu kerjanya, Mas" ucap Kamila seraya menoleh kearah pintu, takutnya ada orang yang masuk


Mendengar ucapan Kamila, Arsa langsung menutup laptopnya, dan menutup semua berkas yang ada di hadapannya, agar wanita yang kini berstatus istrinya itu, tidak lagi menganggap nya, sibuk bekerja.


Di saat Arsa sedang berjalan dan mendekati Kamila, pintu tiba-tiba terbuka, dan itu membuat Kamila terkejut bahkan reflek mendorong Arsa.


"Maaf, maaf Tuan, saya pikir tidak ada orang" ucap Sekertaris Arsa yang baru.


"Sekarang waktunya istirahat, jadi ... pergilah, dan tunggulah sampai waktu kerja kembali lagi" ucap Arsa tanpa melihat kearah Sekertaris nya lagi.


"Baik, Tuan" ucap sekertaris Arsa seraya melihat kearah Kamila, tentu Kamila faham dengan tatapan itu, Kamila bukan wanita bodoh, Namun ... ia ingin bodoh saat bersama suaminya, ia ingin bodoh dan penurut hanya untuk suaminya, tapi ... untuk mengahadapi wanita yang ingin mengambil kebahagiaan nya fan kebahagiaan anaknya, Kamila tidak akan tinggal diam.


"Sekarang, temani Mas makan siang" ucap Arsa seraya menarik tangan Kamila yang masih menggendong Laksya.


"Lalu Laksya, Mas. Biar aku pulang saja Mas, gak enak sama karyawan nya Mas juga " ucap Kamila


"Berikan padaku Laksya nya" ucap Arsa seraya mengambil Laksya dari gendongan Kamila, fan meletakkan nya di kamar peristirahatan Arsa.


Mumpung kau sudah ada disini, jadi kau tetaplah disini, main bersama Laksya disini, nanti kita pulang bersama " ucap Arsa seraya membelai rambut Kamila. Kamila tersenyum mendengar hal itu.


"Baiklah, kalau begitu ... Mila siapkan makanannya dulu ya, Mas" ucap Kamila seraya membuka rantang yang sudah ia bawa dari rumah.

__ADS_1


"Aku makin malas makan di luar, karena masakan mu makin enak sayang, Terimakasih ya ... di tengah-tengah kesibukan mu merawat Laksya, kau masih menyempatkan diri untuk membuat kan aku makanan" ucap Arsa kagum pada Kamila, yang hampir mirip dengan Leona, Kamila melakukan semuanya sendiri sambil merawat Laksya yang sudah aktif-aktifnya. Bahkan untuk mencuci baju Kamila bisa melakukan nya, dulu Leona wanita karir, mungkin jika tidak bekerja, Leona juga akan mencuci baju sendiri.


"Bagaimana ... ? Apakah mas suka ?" tanya Kamila saay Arsa memakan makanan yang ia buat, ini adalah resep baru yang Kamila pelajari, Namun ... rasanya sudah sangat pas dan enak sekali.


"Sangat enak" hanya jawaban itu yang keluar dari bibir Arsa, Kamila tersenyum seraya menatap Arsa yang sangat lahap memakannya.


"Kenapa kau tidak makan ?" tanya Arsa


"Aku sudah makan dari rumah, Mas" jawab Kamila dengan tersenyum pada Arsa.


Setelah makan siang, Arsa menarik Kamila agar Arsa bisa tidur-tiduran dalam pangkuannya


"Kau tahu ... sekarang aku sangat percaya dengan kata, Setelah badai akan ada pelangi, dan kau aflah buktinya, Aku dulu mengalami badai yang ampuh menghancurkan hidupku, berusaha bangkit, namun selalu gagal, tapi di saat ada kamu , aku memiliki tujuan, tujuan agar terus berusaha menjadi lebih baik lagi " ucap Arsa


"Aku juga demikian, lari dari rumah, dengan harapan keluar dari dunia gelap, membesarkan Laksya Seorang diro dengan uang halal, tapi ternyata rencana Tuhan sangat lah indah untuk seorang wanita seperti ku, Terimakasih, Mas. Karena sudah mengangkat ku menjadi istrimu, dan menganggap Laksya sebagai anaknya Mas"


*****


"Benar,Tuan. Ini foto wanita itu" ucap anak buahnya Joe seraya memberikan ponselnya pada Joe.


Betapa terkejutnya Jo saat melihat foto itu. foto di mana seorang gadis yang pernah dia temui saat menjemput tuan Darrel.


"Bukankah ini wanita yang ada di tempat di mana Tuan Darrel mengumpulkan beberapa anak dan istri para sahabatnya ?" tanya Joe yang masih ingat dengan wanita yang menunjukkan kamar untuknya dan untuk Alan saat itu.


"Ya, Kalau tidak salah, wanita ini ingin menuntut balas karena kematian kekasihnya" ucap anak buahnya Joe, yang membuat Joe tersenyum.


"Baiklah, aku tahu sekarang, sekarang kau istirahat lah, aku akan menemui Zhan dulu" ucap Joe pada anak buahnya


"Kalian pantau terus aktifitas mereka, tapi jangan sampai ketahuan" imbuh Joe. Joe pun meninggalkan anak buahnya, Lalu mendatangi Zhan .


Dimana Zhan sedang berbincang dengan para teman-teman nya.

__ADS_1


"Zhan, dipanggil pak Arman di ruangannya" ucap salah satu mahasiswa di kampus itu juga.


"Oke, Tanks ya ... " ucap Zhan yang langsung melambaikan tangannya pada kawan-kawannya.


Zhan pun mengetuk pintu ruangan Pak Arman, dan benar saja, saat Pintu itu terbuka, ia melihat Joe yang sedang duduk di depan kursi pak Araman.


"Fuduklah, Zhan. Tuan Joe ingin bicara dengan mu, empat mata, jafi berhati-hati lah saat menjawab" ucap Pak Arman saat sudah berdiri di samping Zhan


"Baik, Pak" habya itu yang mwnad mawabn Zhan. Pintu itu terbuka lalu tertutup kembali seiringnya Pak Arman hilang dari ruangan itu.


"Kau tahu alasan mu ku panggil kemari, dan tidak bicara di depan?" tanya Joe yang di jawab gelengan kepala oleh Zhan.


"Dinda terancam, ketenangan Dinda terancam, makanya hari ini dia kuliah dari apartemen nya" ucap Joe yang membuat Zhan terkejut.


"Jangan bertanya siapa dan bagaimana, Karena aku tidak akan menjawab, hanya saja ... aku ingin kau menjadi pacar pura-pura Dinda saat berada di kampus, dan jauhkan Dinda dari anak-anak baru ini" ucap Joe seraya memberikan gambar orang-orang yang mengancam keselamatan Dinda.


Zhan mengambil gambar itu dan melihatnya satu persatu.


"Kau cukup menjauhkan Dinda dan melindungi nya, Jangan khawatir, aku akan memberikan uang sebanyak yang kau jika kau berhasil menjaga Dinda, dan untuk urusan membuat mereka pergi, aku sendiri yang akan melakukan ya, Bagaimana ?" tanya Joe pada Zhan yang masih menatap foto itu satu-satu.


"Kenapa kau tak menghabisinya langs, bukankah kau Joe si tangan malaikat pencabut nyawa" ucap Joe


"Itu dahulu, dan dampaknya ini ... dendam yang tak berkesudahan" ucap Joe


"Mereka masih anak-anak yang labil, sama seperti mu saat itu, pikiran mereka hanya balas dendam dan balas dendam, tanpa tahu alasan apa dan bagaimana kondisi saat terjadi pembunuhan itu" ucap Joe


"Baiklah ... intinya jadilah pacar pura-pura Dinda, jangan sentuh dia, kau mengerti " ucap Joe


"Oke, aku mengerti " ucap Zhan


"Jangankan jadi pacar pura-pura, jadi pacar beneran aku juga mau" ucap Zhan tanpa sengaja, membuat Joe emosi.

__ADS_1


"Tahan Bro ... bercanda " ucap Zhan seraya menampilkan senyum kudanya.


__ADS_2