![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Arita kini di bawa pulang kembali oleh Candra, setelah Arita di nyatakan sembuh dengan terapi yang ia jalani dan pengobatan, Barulah Candra akan membawa Arita ke Asrama.
Sedangkan Arsa kini duduk makan siang bersama Dinda.
"Apa yang kau ketahui tentang Arita"ucap Arsa membuka pembicaraan.
Sejenak Dinda terdiam ia seolah sedang memilih kata yang tepat untuk di ucapkan, Dinda menatap Arsa dengan begitu penuh arti.
"Kau tahu ... aku begitu mengagumi sosok ibu Leona selama ini"ucap Dinda seraya terus menatap Arsa.
"Sosok wanita tangguh, pekerja keras, baik hati dan kuat"ucap Dinda. Dinda diam sejenak.
"Betapa terkejutnya aku saat tahu perselingkuhan mu dengan Arita, dan tepat nya saat ibu Leona sudah menggugat cerai kamu, aku terlambat mengetahui nya, padahal aku tahu kalau anak itu sering datang ke kantor" ucap Dinda dengan senyum mengejek nya.
"Aku mengira ... kau lelaki yang beruntung memiliki Ibu Leona di samping mu, sehingga aku tidak pernah berfikir kalau kau akan menjadi lelaki yang paling bejat yang pernah aku kenal, eh tidak nya tapi masih ada pria yang lebih bejat dari kamu" ralat Dinda.
"Lebih bejat dariku ...? maksud mu?"tanya Arsa.
Terlihat Dinda tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca menahan air mata.
Dinda mengeluarkan ponsel nya lalu menunjukkan sebuah foto yang mana di situ terlihat Arita merangkul pria buncit yang umurnya bahkan jauh dari ayahnya.
"Dia ... bukankah dia ..."ucap Arsa tidak percaya.
"Ya ... dia adalah om ku, kakak dari papaku, istrinya sakit-sakitan yang membuat aku tidak menyangka adalah __"
"Jangan bilang kalau Arita adalah simpanan om mu"ucap Arsa.
"Jangan celah ucapan ku Arsa"ucap Dinda yang tahu kini wajah Arsa sudah memerah.
"Ya ... awalnya Arita adalah sugar baby nya om ku, tapi ... setelah 2 bulan bermain dengan omku, Arita tidak pernah terlihat lagi, hingga akhirnya aku mengetahui kalau dia sudah menjadi selingkuhan mu"ucap Dinda.
Arsa terkejut dengan penuturan yang Dinda katakan, jadi ... sebelum bersama nya, Arita sudah bersama orang lain, umur 16 tahun, Arsa tidak menyangka hal ini, mengapa ... mengapa ... di saat ia ingin berubah dan memilih hidup dengan Arita, ia malah menemukan kenyataan ini.
"Lebih sialnya aku ... wanita mu berhasil membuat kekasihku berpaling"ucap Dinda dengan senyum lukanya.
"Pacarku ngotot, kalau Arita adalah wanita yang baik-baik, dia bersama om ku hanya sekedar jalan biasa katanya, sangat lucu kan ... tapi ... ya sudahlah, mau bagaimana lagi toh cinta tidak bisa dipaksa, aku bersyukur mengetahui ini sebelum kami menikah"ucap Dinda yang kini meminum minumannya.
Arsa masih terdiam namun ... tangannya mengepal dengan sangat erat.
__ADS_1
' Pantesan ada penyakit ini ... ternyata Arita tidak bermain hanya dengan ku saja, ih my God Arsa ... kau bodoh sekali membuang wanita baik-baik hanya demi wanita murahan, kasihan sekali kamu Candra, apakah ini alasanmu untuk membuat ku tidak menikahi putrimu ? kau sangat bijak Arsa, semoga kebaikanmu ... bisa menjadikan mu orang uang sukses lagi'
Begitulah ucapan Arsa dalam hati, sungguh ia sangat terluka dengan kenyataan ini.
"Kau tenang lah ... semuanya akan baik-baik saja, aku juga sudah tidak apa-apa, lagian pria masih banyak di dunia ini, begitu pun dengan mu, semoga kau bisa menemukan wanita sebaik Ibu Leona"ucap Dinda yang kini telah menggenggam tangan Arsa yang terkepal di atas meja.
"Dinda ... terima kasih, mmm aku boleh meminjam mobil mu? aku ingin pergi sebentar"ucap Arsa
"Mau kemana? jangan bilang kalau kau ingin menemui gadis kecil itu"ucap Dinda.
"Aku harus menuntaskan segala amarahku Din, biar hatiku lega dan tidak terbebani"ucap Arsa.
Sejenak Dinda terdiam lalu mengambil kunci mobilnya dan menyerahkan nya pada Arsa.
"Baiklah, thanks ya Din"ucap Arsa saat kunci itu sudah ada di tangannya, Dinda hanya membalas nya dengan senyuman.
*****
"Alan ... Mora sebentar lagi akan kembali, kau jemputlah dia di bandara"ucap Diana.
"naiklah Tante ... "ucap lemas Alan.
"Ah ... Alan belum sarapan Tante ... rasanya lapar sekali"ucap Alan.
"Memangnya sedari tadi ngapain saja sampai telat ke kantor ... ?" ucap Nyonya Diana.
"Huffttt ... main kejar-kejaran sama Marissa"ucap Alan dengan polosnya, membuat Nyonya Diana terbelalak.
"Marissa ...? kamu sama Marissa ...?"tanya Nyonya Diana.
"Isss ... apa yang ada dalam fikiran tante ... gak kayak gitu, ah sudahlah, Alan pergi dulu ya te, mau makan sebentar"ucap lemas Alan seraya pergi dari sisi tantenya.
"Anak jaman sekarang semuanya aneh"gumam Nyonya Diana seraya menggelengkan kepalanya.
*****
"Aku ke kantor dulu ya ... nanti aku jemput"ucap Tian seraya mencium pucuk kepala Leona.
"Tidak usah, aku dan Veni naik taksi saja"ucap Leona.
__ADS_1
"Taksi ... yang menyetir pasti pria kan ... ? ah tidak besok kau bawa saja mobilku,"ucap Tian
"Tian ... jangan terlalu posesif oke ... "ucap Leona seraya menatap mata Tian.
"Aku mencintaimu"ucap Tian
"Aku tahu ... tapi ku mohon jangan terlalu posesif,"ucap Leona.
"Mana bisa ... "ucap Tian seraya menarik tubuh Leona dalam dekapannya.
"Tian ... ini sudah jam 9 lebih, kau ke kantorlah, kasihan Asisten Li juga"ucap Leona seraya melepaskan diri dari pelukan Tian.
"Isss ... baiklah, kalau begitu aku pamit, jangan lewatkan makan siangmu nanti, aku mencintaimu"ucap Tian mencium kening Leona.
"Hati-hati " ucap Leona saat Tian sudah keluar dari raungan nya.
Saat Tian keluar dari ruangan nya Tian melewati tempat Veni, Tian tersenyum ke arah Veni membuat Veni jadi tercengang.
'Sepertinya dia sangat cocok untuk mu Li...' ucap Tian dalam hati seraya berlalu.
Saat Tian berada dalam mobilnya, suara dering ponsel nya membuat ia mengurungkan untuk pergi.
"Hallo Tuan ... disini ada Tuan Galla yang sudah menunggu anda dari tadi"ucap Asisten Li.
"Untuk apa lagi dia ... mau membuat keributan apa lagi ...?"ucap Tian malas pada mantan sahabatnya itu.
"Tidak tuan, katanya dia ingin berbicara penting pada anda"ucap Asisten Li ragu.
"Baiklah ... aku sudah ada di perjalanan"ucap Tian seraya mematikan ponselnya.
*****
"Bagaimana Tian akan datang kan ...?"ucap Galla.
"Tuan sudah ada dalam perjalanan, saya harap anda tidak merusak mood Tuan ku, Tuan" ucap Asisten Li seraya menatap mata Galla dengan penuh ancaman.
"Isss ... Li ... kenapa kau melototiku seperti itu ... kita pernah berteman dulu kan ...? jangan terus berburuk sangka padaku"ucap Galla seraya mendaratkan tubuhnya di kursi.
"Baguslah jika anda ingat dengan pertemanan kalian"ucap Asisten Li yang terus berdiri mengawasi gerak-gerik Galla.
__ADS_1