Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 182


__ADS_3

Para dokter jadi gugup saat melihat tatapan tajam mata Tian


"Raisa kenapa mau masih santai ... !" teriak Tian


"Tian, pembukaan nya masih 9, kau sabarlah dulu "ucap Raisa seraya memakai sarung tangan


"Iss ... apanya yang buka 9, dia sudah gemetar begini ... ?" ucap Tian yang terus mengusap keringat Leona


"Huffttt... " terdengar Leona menarik nafas dalam-dalam saat Raisa memberikan instruksi, Raisa mengabaikan Tian yang sedari tari mengoceh.


Jika Raisa terpancing dengan emosi Tian, bisa-bisa Leona terabaikan.


"Nona, apakah sudah siap ... !" tanya Raisa yang hanya di balas anggukan kepala oleh Leona


"Apanya yang harus siap ... ! sudah kau keluarkan anak itu ... !" ucap Tian yang sudah tidak sabar.


"Nona, jangan sampai kepala nya terangkat ya ... , ayo Nona ....!" ucap Raisa memberi instruksi pada Leona untuk mengejan.


Tangan Tian ikut tertarik saat Leona mengejan, bahkan kerah bajunya juga ikut tertarik oleh Leona.


Leona menarik nafas nya saat ia rasa sudah tidak kuat lagi.


"Aku ... aku gak sanggup lagi ..." lirih Leona berkata membuat dunia Tian Seakan hancur seketika


"Dokter ... ! lakukan apa yang Kalian bisa, Sayang ... sayang aku mohon ... aku mohon jangan katakan itu, Sayang ... buka matamu ... buka sayang ... !" ucap Tian yang sudah menangis mencium pipi Leona yang matanya sudah mau mulai terpejam.


"Sayang, aku mohon bertahan lah, Dokter ... !! kenapa kalian diam saja"


"Nona, kepala Bayi sudah mulai terlihat, Nona pasti bisa" ucap Dokter Raisa


Seketika itu Leona menarik nafas dalam-dalam dan mengejan sekuat tenaga.


Hingga tubuh Tian tertarik sempurna, wajah Tian tepat berada di bawah wajah Leona.


Oek ... Oek ... Oek ...


Suara tangisan bayi terdengar nyaring di ruangan itu, rasa lega sangat di rasakan Leona.


Tian kita bahagia mendengar suara tangisan bayi itu, Namun ... ia bukannya melihat sang bayi, malah fokus pada Leona


"Kau baik-baik saja kan ... ? mintalah apapun sebagai hadiah dariku, katakan sayang ..." Icao Tian berkata seraya mengusap keringat Leona dengan tangannya, ia mencium seluruh wajah Leona.


Tapi raut wajah Leona masih belum terlihat tenang, ia masih merasa ada hal lain yang membuat nya sakit.


"Sayang, bicaralah ... bayi kita sudah keluar sayang" Tian menepuk pipi Leona berulang kali.


"Sayang ... aku ... seperti nya, aku akan melahirkan lagi" ucap lirih Leona yang mana membuat Tian khawatir kembali.

__ADS_1


"Dokter ... !" teriak Tian


Belum sempat Dokter itu melakukan persiapan, Leona sudah mengejan dan keluar lah bayi lagi yang kedua.


Kehamilan Leona tidak lah fi ketahui kalau ia hamil anak kembar, itu karena saat posisi anak kedua keluar, bayi nya tengkurap, kemungkinan di dalam rahim, bayi saat dalam kandungan berposisi bertumpangan, sehingga saat melakukan USG keberadaan bayi kedua tidak terdeteksi.


Hehehhe itu pengalaman saudara Othor ya, saat USG hamilnya hanya satu, eh gak tahunya kembar saat sudah keluar.


Leona langsung bernafas lega saat perut nya terasa plong.


Para Dokter terlihat lebih sibuk saat ini, mereka ada yang membersihkan dua bayi kembar itu, dan juga ada yang mengurus Leona.


Tian masih tidak percaya bahwa ia akan memiliki dua bayi sekaligus.


Rasa terkejut nya membuat ia masih terdiam mematung, dengan tangan masih terus menggenggam tangan Leona.


Penampilan nya sudah acak-acakan, jauh beda dengan seorang Tian.


Rambut yang acak-acakan, baju yang berantakan, wajah lesu dan haru, semuanya menjadi satu.


Tubuh Leona pun sudah di bersihkan, ketegangan dalam ruangan itu masih terlihat jika Tian masih terdiam.


"Tian ... kau ingin menggendong bayimu ... ? tidak menyangka, kalau Nona akan melahirkan bayi kembar, padahal saat kita USG bayi itu hanya satu ya Nona ... ?" ucap Raisa


Leona hanya tersenyum mendengar ucapan Dokter Raisa.


Bukan menjawab, Tian langsung memeluk Leona.


Sedangkan, Ibu nya Leona, Asisten Li dan juga Veni sudah bisa bernafas lega di luar, saat mendengar suara tangisan bayi.


"Akhirnya ... Leona jadi Ibu juga ... " ucap Veni dengan penuh senyuman.


"Kebayang gak sih, Bagaimana Tuan Tian di dalam ... ?" Ucap Veni


"Pasti akan ada drama" jawab lirih Asisten Li yang mana masih terdengar oleh Veni.


"Betul ... ! mengingat bagaimana cinta Tuan Tian pada Leona" ucap Veni menerawang menatap pintu ruangan yang sudah hampir 3 jam tertutup.


Sejenak Asisten Li menatap kearah Veni.


Beberapa saat kemudian, Dokter dan suster pun keluar dari ruangan itu, betapa terkejutnya Ibunya Leona, saat mereka melihat dua bayi kembar yang di gendong oleh dua Suster.


"Dokter ... " ucap Ibunya Leona


"Iya, Bu ... Nona Leona melahirkan anak kembar, beliau sehat, dan akan segera di pindahkan keruangannya." ucap Dokter Raisa


Benar saja, setelah berkata, keluar lah Leona yang selalu di dampingi Tian.

__ADS_1


Asisten Li tidak percaya, bahwa itu adalah Tian, ia ingin sekali mengabadikan penampilan Tian yang seperti sekarang.


Pasti akan menjadi hal lucu saat mereka santai bersama.


"Sayang ... " ucap Ibunya Leona


"Leona berhasil Bu ... " hanya kata itu yang terucap oleh Leona, bersamaan dengan dorongan brangkar itu.


Kini Leona sudah sampai di ruangan nya, ruangan VIP yang seperti rumahnya.


Tidak ada bau obat, atau bau hal lainnya.


Suasana di dalam ruangan nya pun seperti kamar pribadinya.


hanya bertambah dua box bayi di dekat ranjang Leona.


"Bayi kita lucu-lucu sayang" ucap Tian


"Cewek apa cowok ... ?" tanya Leona


"Cowok Cewek" jawab Tian


"Lalu yang kakak, cewek apa cowok ... ?" tanya Leona


"Mitos mengatakan, bahwa anak yang keluar terlebih dahulu adalah sang adik, karena katanya ... kakak membantu adiknya keluar terlebih dahulu, tapi menurut ilmu kedokteran, yang keluar terlebih dahulu lah kakak nya, karena menghitung waktu" ucap Tian yang sebenarnya bingung.


"Menurut ju, yang kakak adalah yang cowok, karena bagaimana pun dialah yang keluar lebih dulu, tidak ada istilah ngalah mengalah pada diri bayi" ucap dokter Raisa dan Dokter Jimmy yang sudah masuk kedalam ruangan Leona.


"Hebat kau, sekali buat langsung dua" Jimmy berkata seraya merangkul pundak Tian.


"Terserah sudah, sayang ... sudah memiliki nama untuk anak Kita ... ?" tanya Tian


"Belum, kau saja yang kasih nama, atau kita tunggu Mami dan Papi saja, mereka sudah dalam perjalanan" ucap Tian seraya mencium kedua bayinya.


Tangan Tian sedikit tergores oleh cakaran Leona, sehingga Jimmy mengobati luka cakaran itu.


"Itu kenapa ... ?" tanya Leona dengan tanpa dosa.


Tian dan Jimmy saling melempar pandangan, tidak mungkin kan kalau Leona lupa, bahwa itu karena cakaran nya tadi.


"Tidak apa-apa sayang, hanya tergores saja sedikit" ucap Tian berbohong pada Leona yang langsung membuat Jimmy menahan tawanya.


Leona yang di periksa oleh dokter Raisa hanya bisa mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.


Hai maaf ya ... up nya telat-telat.


Ada kesibukan kak, tapi tak usahakan up tiap hari ya kak.

__ADS_1


__ADS_2