![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Jam telah berjalan begitu cepat, Leona di perbolehkan pulang sore nanti.
Marisa dan Angelina sudah berpamitan untuk kembali ke perusahaan masing-masing, sedangkan Leona sudah istirahat di temani Tian, keluarga nya juga sudah ada yang kembali ke kediaman, sisa Asisten Li dan Veni di luar.
"Datanglah keperusahaan, jam 10 nanti ada rapat, kau gantikan aku, aku ingin di sini bersama istriku, dan lagi bawalah dia bersama mu, biar ada kekuatan yang akan menambah semangat mu" goda Tian.
Asisten Li hanya tersenyum, Ya ... Tian akan tahu tanpa Asisten Li mengatakan nya.
"Kalau begitu ... saya pamit Tuan, jika ada sesuatu yang di perlukan, Tuan bisa hubungi saya" ucap Asisten Li
"Pergilah ... " Ucap Tian.
Tian pun menutup pintunya saat Asisten Li sudah benar-benar keluar.
Tian tersenyum kala melihat perhatian Asisten nya pada sahabat istrinya itu semalam, dan masalah bibir bengkak, Tian yakin itu adalah ulah Asisten nya, mana ada semut di sebuah hotel besar, alasan yang paling tidak masuk akal.
Tian tersenyum sendiri seraya menjatuhkan bobot nya di kursi dekat ranjang istrinya.
*****
"Ikutlah ke kantor, jam 10 nanti aku akan ada rapat menggantikan Tuan Tian" ucap Asisten Li yang kini sudah berdiri di dekat Veni
"Sekarang ... ? tidak bisakah aku ganti baju dulu ... masak akumke kantor pakai, pakaian seperti ini ... " ucap Veni melihat penampilan dirinya sendiri.
"Kenapa ... ? kau masih berpakaian kan ... ? kecuali kau tidak memakainya sama sekali barulah aku akan mengantarkan mu pulang" Lihaonan menggoda Veni yang mana membuat Veni melotot ke arah nya.
"Jangan melotot seperti itu, matamu tetap akan kecil meskipun kau paksakan terbelalak" goda lagi Asisten Li yang kini sudah melangkah kan kakinya.
"Lihaonan ... !" teriak Veni seraya mengejar langkah Asisten Li.
Tapi ucapan dan perbuatan Asisten Li tidak sesuai, Ia berkata Veni tidak perlu ganti baju, tapi nyatanya ... ia sudah menyiapkan paper bag di mobilnya.
Apakah ini memang sudah di rencanakan ... ?
"Pakai lah baju yang di dalam, aku akan menunggu di sini" Lihaonan menyandarkan tubuhnya di mobil, sedang kan Veni langsung masuk kedalam mobil dan melihat baju yang ada dalam paper bag.
Ia tersenyum ... karena baju yang ada di paper bag adalah baju sesuai dengan Veni.
Rok pendek putih dan hem pink.
__ADS_1
Veni pun memakai nya, ia melepaskan ikat rambut nya, yang awal di ikat dua kini hanya fi ikat satu, rapi seperti wanita kantoran pada umumnya.
"Sudah " Veni mengeluarkan kepalanya dari arah jendela mobil.
Asisten Li tersenyum kala melihat riasan natural Veni,
Asisten Li pun masuk kedalam mobil, lalu melajukan mobilnya.
Di sepanjang jalan, Veni melirik Asisten Li, ia ingin bertanya namun ... ia ragu.
"Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan, maka katakanlah jangan curi pandang seperti itu" Asisten Li tersenyum kala melihat keterkejutan Veni.
"Semalam ... semalam kau kan yang membawaku ...?" tanya ragu Veni.
"Menurut mu ... siapa kalau bukan aku ...?"
"Itu ... itu ...semalam ...semalam aku sedikit mabuk, apakah aku bertindak ceroboh, misalnya jatuh gitu, soalnya ... bibir ku terada bengkak, kalau di gigit semut itu tidak mungkin, hotel itu sangat bersih kan ... ?" Veni berkata dengan suara lemah, namun ada rasa penasaran jika tidak di katakan.
Asisten Li juga bingung untuk menjawab pertanyaan yang itu, bagaimana bisa ia mengatakan kalau dirinya lah yang melakukan hal itu, sudah pasti Veni akan mengamuk padanya.
"Semalam kau memang sedikit berbeda, kau mengatakan hal romantis padaku, mungkin seperti yang kau katakan, kau terpengaruh oleh alkohol, jadi lupakan lah kejadian semalam, masalah bibir mu, mungkin saja karena kau alergi terhadap alkohol" Ucap gugup Asisten Li, dan tentu Veni mengiyakan semua ucapan Asisten Li.
"Kau benar kuga, dasar Marisa dan Angelina ... mereka yang memberiku minuman itu" cebik Veni kesal.
******
"Tuan Joe ... nanti malam aku akan telat datang, ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan"ucap Dinda dari balik ponsel nya.
"Tidak apa-apa Nona, semoga niat baik kita bisa segera terlaksana" Joe membalas ucapan Dinda
Mereka pun mematikan ponselnya.
"Joe ... joe siapa ...?" tanya Arsa yang batu saja masuk kedalam ruangan Dinda.
"Eh, kenapa berdiri di situ ..., bagaimana perkembangan Arita saat ini ... ?" tanya Dinda
"Dia sudah di tangani oleh orang nya Tian,
"Baik banget mereka ya, Bu Leona pasti yang meminta suaminya melakukan itu, dia tidak pendendam sama sekali, jauh beda dengan diriku" ucap Dinda.
__ADS_1
Arsa duduk di hadapan Dinda, ia memandang wajah sahabatnya itu.
"Sudah beberapa hari kita tidak pergi bersama, maaf karena aku harus mengurus Arita dan kakaknya" ucap Arsa
"Tidak apa-apa, aku juga mengerti, kita bukanlah sepasang kekasih yang harus selalu bersama kan ... ? kita sahabat, yang selalu mendukung, bukan saling mengekang" Dinda tersenyum pada Arsa.
"Jika aku mencintaimu suatu saat nanti bagaimana ... ?" goda Arsa
"Maka ... aku akan memisahkan otak mu dengan kepalamu" balas Dinda dengan tawa nya.
"Apakah kau tidak tertarik padaku ... ?" goda Arsa lagi.
"Cih, pria brengsek seperti dirimu ... tidak mungkin aku tertarik, masih banyak pria tampan,baik dan juga jauh dari dirimu,yang pasti aku akan memilih mereka" jawab Dinda sengit pada Arsa.
Hahhahah ...
Arsa tertawa mendengar jawaban jujur dari Dinda.
"Semoga terkabul, Din ... aku juga mengharapkan itu, kau mendapatkan orang yang bisa menjaga mu, membuat mu bahagia, karena kau pantas bahagia, kau baik ... " Arsa menyentuh pucuk kepala Dinda layaknya seorang kakak pada adiknya.
"Isss ... kau kemari hanya untuk membual padaku ... ?" Dinda cemberut kearah Arsa.
"Tidak juga, aku ingin mengambil berkas ini, kau lupa memberikan nya padaku" Arsa mengambil berkas di atas meja Dinda.
"Ah, kenapa aku bisa lupa seperti ini, maaf ... maaf" ucap Dinda merasa tidak nyaman.
"Apa karena pria yang bernama Joe ... ?" goda lagi Arsa
"Eh, apa hubungannya dengan dia ... ?" Dinda melotot pada Arsa
"Ingat, kabarin aku jika udah dapat dambatan hati lagi, Oke ... !" Arsa berlalu dari ruangan Dinda dengan bibir terus tersenyum.
*****
"Kau mau kemana ... ?" tanya Tian saat Leona ingin turun dari ranjangnya
"Aku ingin ke kamar mandi" jawab Leona yang kini sudah benar-benar turun dari ranjang.
Namun ... Tian langsung menggendong nya, dan membawanya kedalam kamar mandi.
__ADS_1
"Tian, aku bisa jalan sendiri ... aku sudah sehat"Leona berkata sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.
"Selama aku ada di dekatmu, biarkan aku melayanimu dengan baik" Tian menurunkan tubuh Leona saat sudah sampai di dalam kamar mandi.