
Shin Shui dan Yun Mei sudah tiba di sebuah gerbang yang cukup besar. Gerbang itu merupakan jalur utama untuk masuk kedalam, sebab wilayah tersebut dikelilingi oleh benteng yang cukup tinggi, kira-kira tingginya sekitar dua meter.
Di gerbang itu terlihat ada dua orang penjaga, mereka seperti seorang pendekar. Shin Shui segara menghampirinya dan langsung memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan maksudnya.
"Salam hormat untuk senior sekalian, perkenalkan nama junior Shin Shui, dan ini … pasangan junior," kata Shin Shui sembari memberi hormat kepada penjaga gerbang tersebut.
Yun Mei hanya tersenyum saat Shin Shui berani berkata bahwa dia adalah pasangannya. Gadis itu sebenarnya merasa penasaran kenapa Shin Shui berani berkata demikian, tapi dia tidak membahasnya lebih jauh lagi.
"Apa tujuanmu kemari Shui'er?" tanya salah seorang penjaga.
"Junior mendapatkan undangan dari senior Yashou. Ini … junior dibekali lencana, senior Yashou berkata jika junior tiba harus menyerahkan lencana ini sebagai bukti." kata Shin Shui sembari memberikan lencana yang dulu pernah diberikan Yashou atau Pendekar Belalang Sembah saat bertemu dengannya.
Para penjaga itu cukup kaget ketika Shin Shui membweikan sebuah lencana sebagai bukti, paslanya rencana yang dia berikan adalah lencana tamu kehormatan. Segera saja mereka meminta maaf dan segera mempersilakan Shin Shui dan Yun Mei untuk masuk.
"Terimakasih senior sekalian sudah mengizinkan junior ini masuk."
Shun Shui dan Yun Mei segera masuk ke dalam setelah mendapatkan izin dari para penjaga. Saat mereka masuk, keduanya dikejutkan dengan pemandangan yang sungguh indah. Karena jarak gerbang dan Bukit Awan cukup jauh, Shin Shui dan Yun Mei berjalan perlahan, mereka ingin menikmati pemandangan yang sangat indah ini.
__ADS_1
Disana terlihat ada sebuah bukit yang selalu diselimuti oleh awan, bukit itu nampak indah dengan pohon-pohonnya yang sangat hijau. Udara disana terasa sejuk, padahal saat ini cuaca sedang panas.
Sejauh mata memandang, keduanya melihat ada banyak sekali pohon bunga sakura, pohon itu tumbuh dengan sangat indah, angin sepoi-sepoi yang membuat gugurnya bunga menjadi pemandangan tersendiri.
Pemuda dan gadis itu merasa sedang berjalan di surga, sungguh pemandangan yang sangat indah. "Lihat, alam seolah mengerti akan datangnya seorang pemuda membawa gadis yang cantik kesini. Mereka menyuguhkan pemandangan yang sangat indah kepada kita," kata Shin Shui menggoda Yun Mei.
Gadis itu tidak menjawab, gadis itu hanya memberikan senyuman yang sangat manis. Pipinya mendadak merah seperti tomat, jantungnya berdebar tidak karuan. Gadis yang mirip seperti bidadari itu tak bisa berkata apa-apa kali ini.
'Kenapa aku menjadi begini? Padahal biasanya aku yang menggoda dan mengerjainya, ada apa denganku?' Yun Mei membatin dengan dipenuhi tanda tanya besar.
Shin Shui yang melihat perubahan pada wajah dan tingkah laku Yun Mei menjadi senang, akhirnya pemuda itu kini tidak lagi gugup setelah sekian lama selalu gugup jika didekat wanita.
Perguruan itu hanya memiliki beberapa puluh murid saja, Shin Shui melihat kesemua murid sedang berlatih ilmu silat. Terlihat ada tiga orang guru yang sedang mengajarinya.
Shin Shui segera menghampiri dan memperkenalkan dirinya. "Salam hormat untuk senior skalian, perkenalkan namaku Shun Shui, dan ini adalah pasanganku," kata Shun Shui memperkenalkan diri kepada mereka. Lagi-lagi Yun Mei dibuat gugup oleh tingkah laku Shin Shui.
Kesemua murid dan guru tersebut tidak curiga, sebab seusia pemuda itu memang sudah selayaknya memiliki pasangan. Mereka menyambutnya dengan baik lalu menanyakan apa tujuannya.
__ADS_1
"Junior ini kesini karena diundang oleh senior Yashou." kata Shin Shui.
Para murid dan guru itu tidak percaya sepenuhnya, sebab yang mereka tahu guru besarnya selama ini tidak pernah mengundang orang lain secara khsuus. Mereka berniat untuk menjawab dan menanyakan lebih jauh lagi, tapi belum sempat bertanya tiba-tiba Yashou si Pendekar Belalang Sembah keluar dari ruangannya.
"Ahhh kau benar-benar datang kesini Shui'er. Mohon maaf karena orang tua ini tidak menyambutmu, kalian … beri hormat kepada dua pendekar muda ini." kata Yashou si Pendekar Belalang Sembah lalu menyuruh murid-muridnya memberikan hormat kepada Shin Shui.
Awalnya para murid tersebut keheranan kenapa guru mereka berlaku demikian kepada pendekar muda tak dikenal, tapi karena mereka sangat menghormati gurunya jadi mereka hanya bisa menurut saja.
"Salam hormat buat pendekar muda. Mohon maaf kami tidak menyambut kedatangan kalian," kata salah seorang mewakili yang lainnya sembari memberi hormat.
Shun Shui dan Yun Mei pun membalas hormat mereka, dia belum menceritakan apapun kepada para murid tersebut kecuali namanya saja. Sedangkan julukan dan gelarnya belum dia sebutkan.
"Ayo masuk ke ruanganku Shui'er, bawa juga gadis yang bersamamu ini," ajak Pendekar Belalang Sembah kepada Shin Shui dan Yun Mei menuju ke ruangannya.
"Baik senior, junior akan mengikuti dari belakang," jawab Shin Shui.
Akhirnya mereka bertiga segera memasuki ke dalam, sedangkan murid yang tadi melanjutkan latihannya yang tertunda sesaat sembari dipenuhi pertanyaan besar di kepala mereka tentang siapa pendekar muda barusan.
__ADS_1
###
Next bakalan lebih luas lagi pembahasannya ya. Makasih udah setia sampai sekarang🙏🙏☕