
Kini suasana sudah kembali seperti semula, semua orang-orang dari berbagai perwakilan sekte aliran putih merasakan kebahagiaan dan kekaguman tersendiri, khususnya kepada Shin Shui. Sekarang orang-orang itu sudah kembali duduk di tempatnya masing-masing.
"Baiklah hadirin sekalian, mungkin kalian sudah tahu siapa nama dan gelar pendekar muda ini. Tapi mungkin juga masih banyak yang tidak tahu tentang kedudukannya di sekte Bukit Halilintar." kata Yashou mengawali pembicaraan kembali.
Memang, sekarang semuanya tahu siapa itu Shin Shui. Ah bukan sekarang, melainkan sudah beberapa waktu lalu banyak yang tahu tentang sepak terjangnya. Tapi tidak semua orang tahu wajah Shin Shui, kebanyakan dari mereka hanya mendengar sebutan pemuda biru ataupun 'bocah gila' hanya dari mulut ke mulut.
Sekarang pendekar yang selalu jadi perbincangan itu berada dihadapan mereka. Bahkan mereka sudah tahu kekuatannya. Tapi tentang kedudukannya di sekte Bukit Halilintar, tentu saja belum tahu karena Yashou belum mengumumkan.
"Kedudukan Shin Shui atau si Pendekar Halilintar disini adalah sebagai kepala tetua sekte Bukit Halilintar. Aku Yashou, dan tetua yang lainnya sudah setuju dengan hal ini." kata Yashou mengumumkan bahwa keduduan Shin Shui adalah seorang kepala tetua.
Tentu saja semua orang yang mendengarnya sangat senang sekaligus bangga, karena pada akhirnya telah lahir seorang pendekar muda yang paling jenius diantara yang jenius. Mereka bertepuk tangan dengan sangat kencang. Bahkan suitan pun terdengar, phoenix biru Shin Shui pun ikut bersuara.
Mereka tidak memikirkan usia Shin Shui. Karena dalam dunia persilatan, semakin kau bertambah kuat maka kau akan semakin disegani. Umur nomor dua, dan kekuatanlah yang nomor satu.
Di sisi lain, Shin Shui tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya bisa membuka mulutnya sampai hampir membentuk huruf O.
'Bagaimana bisa aku menjadi kepala tetua? Haishh … aku tidak bisa menjadi pemimpin sekte. Jangankan untuk memimpin sekte, memimpin diriku sendiri sekalipun aku masih belum bisa.' batin Shin Shui.
"Selamat Shui'er. Ah tidak maksudku kepala tetua," kata Yashou memberikan selamat kepada Shin Shui sembari memeluknya.
__ADS_1
"Senior, apa kau tidak salah menunjukku sebagai kepala tetua sekte?" tanya Shin Shui.
"Hahaha … tentu saja tidak kepala tetua. Ini sudah persetujuan dari semua pihak. Sudahlah, nanti saja kita bahas, sekarang selesaikan segera acara ini," kata Yashou.
Akhirnya mau tidak mau Shin Shui harus menerima posisinya untuk menjadi kepala tetua sekte Bukit Halilintar. Meskipun sudah menolak beberapa kali, tapi apa boleh buat? Sudahlah.
"Terimakasih untuk senior sekalian yang sudah menghadiri acara ini. Aku berharap bisa menjalin hubungan baik dengan sekte para tetua sekalian, mohon bimbingannya. Aku masih sangat awam dalam urusan sekte," kata Shin Shui sembari malu-malu. Suaranya pelan, tapi karena memakai bantuan tenaga dalam jadinya bisa terdengar oleh semua orang.
Tidak ada yang menghina pemuda biru itu meskipun berbicara singkat dan mungkin kurang bijak, justru mereka kagum padanya. Ini pertama kalinya dalam sejarah dunia persilatan kekaisaran Wei bahwa ada kepala tetua sekte yang usianya kurang dari tiga puluh tahun, Shin Shui membuat rekor pertama sebagai kepala tetua sekte termuda. Dia berhasil menciptakan sebuah sejarah baru yang mungkin tidak akan ada lagi yang bisa mencapainya.
###
Sekarang yang ada di sekte Bukit Halilintar hanyalah orang-orang yang memang tinggal disana saja. Para tetua dan kepala tetua kini terlihat sedang berkumpul disebuah ruangan khusus rapat.
Pertama memasuki sekte Bukit Halilintar pun Shin Shui sedikit terkejut. Alasannya karena sekarang kondisinya sudah sangat jauh berbeda dengan tiga tahun lalu. Bahkan kepala tetua termuda itu pun terpukau dengan keindahan dan kemegahan sektenya sendiri.
"Senior, apakah bisa kau ceritakan tentang apa saja yang sudah terjadi khususnya dalam dunia persilatan? Aku ingin mengetahui supaya bisa mengambil tindakan selanjutnya," kata Shin Shui mengawali pembicaraan.
"Heii … kau jangan bilang senior lagi padaku. Lebih pantas bilang saja tetua, ahh kau ini," kata Yahsou agak sedikit menggoda Shin Shui.
__ADS_1
"Emmm … ma-maaf. Baiklah, apakah tetua Yashou bisa menceritakannya padaku?" kata Shin Shui mengulangi pertanyaannya.
Menurut dugaannya, pasti banyak sekali yang sudah terjadi dalam dunia persilatan ketika dirinya melakukan latihan tertutup. Apalagi selama perjalanan untuk kembali ke Bukit Halilintar pun Shin Shui banyak menemukan perubahan yang terlihat jelas.
"Baiklah, aku akan menceritakan bagian pentingnya saja kepala tetua. Selama kau pergi melakukan pelatihan tertutup memang banyak kejadian, diantaranya kejadian yang membahagiakan dan kejadian yang mengkhawatirkan. Kurang lebih dua tahun lalu, dunia persilatan kekaisaran Wei digemparkan oleh sekte Sumber Daya."
"Sekte itu menjual berbagai macam sumber daya dan kebutuhan lainnya yang sangat penting. Kemajuan sekte Sumber Daya sangat pesat, bahkan kabarnya sekarang sekte itu sudah memiliki cabang disetiap penjuru kekaisaran Wei. Karena sekte itu, sekarang pendekar yang sudah mencapai tahapan Pendekar Dewa sangat gampang untuk ditemui. Sekte Sumber Daya menjual barang dagangannya kepada siapapun, mereka tidak peduli akan aliran hitam, putih, dan juga netral. Selama tidak mengganggu bisnisnya, maka mereka akan menjual kepada pembeli tersebut."
"Bahkan sampai-sampai kaisar Wei An pun menjalin hubungan bisnis dengan sekte Sumber Daya dan selalu memborong kebutuhan pendekar dengan tujuan supaya bisa sedikit menghentikan penjualannya. Tapi ternyata dugaan kaisar salah, bukannya stok mereka habis yang ada malah semakin banyak. Usut punya usut ternyata sekte Sumber Daya menjalin hubungan bisnis juga dengan kekaisaran Sin, dimana kekaisaran itu merupakan tetangga kekaisaran Wei."
"Selain itu, pergerakan aliran hitam pun semakin gencar, terutama mereka yang kelas bawah dan menengah. Sedangkan untuk tiga sekte aliran hitam terbesar sendiri belum menunjukkan pergerakan. Tapi tanda-tanda kecilnya sudah mulai bermunculan." kata Yashou menjelaskan panjang lebar tentang poin-poin penting yang terjadi selama Shin Shui pergi.
"Hemmm … ternyata dugaanku benar. Mungkin beberapa tahun lagi kekacauan besar akan segera terjadi sesuai dengan apa yang diramalkan oleh Kaisar Naga Merah padaku beberapa tahun lalu. Bagaimana dengan sekte kita? Apakah keberadaan sekte ini sudah diketahui oleh semua aliran?" tanya Shin Shui.
"Tentu saja, bahkan menurut dugaanku keberadaan sekte ini sudah sampai ke seluruh penjuru. Mungkin karena mereka mendengar bahwa aku yang membangun sekte ini. Hanya kau dan aku yang paling membawa pengaruh besar dalam sekte ini kepala tetua," kata Yashou.
Di sisi lain, para tetua yang hadir hanya mendengarkan cerita keduanya saja. Mereka belum memberikan suara, terlebih karena belum mendapatkan bagian untuk bicara. Jadi semua tetua itu lebih baik berdiam saja sebagai tanda hormatnya kepada Shin Shui dan Yashou.
###
__ADS_1
Masih ada satu lagi ya, nanti nyusul. Lagi agak repot😁🙏🙏