
Mereka yang tersisa langsung mengepung Shin Shui dari segala arah. Para Pendekar Langit dan Pendekar Surgawi langsung mengeluarkan jurusnya masing-masing untuk menyerang Shin Shui.
"***HIYAA …"
"YEAHH*** …"
"Rasakan ini …"
Para pendekar itu mengeluarkan jurus secara bersamaan. Teriakan demi teriakan terdengar keras disana. Shin Shui yang menyadari bahwa dirinya di keroyok langsung berhenti seketika.
Saat ini Shin Shui tepat berada ditengah-tengah mereka. Matanya mendadak dipejamkan saat jurus-jurus musuh akan mengenainya. Tapi sebelum itu terjadi …. "Haa …" Shin Shui menghentakkan kakinya ke tanah dengan keras.
Lalu dia menaruh Pedang Halilintar didepan dada dengan ujung terhunus ke atas. Shin Shui langsung berputar-putar dengan sangat cepat.
"Badai Halilintar …"
"Gelegarrr … DUARR …"
Suara halilintar kembali menyambar, tapi saat ini halilintar itu tepat menyambar Shin Shui dengan telak. Namun apa yang terjadi selanjutnya membuat semua orang disana tercengang.
__ADS_1
Pemuda itu malah menyatu dengan halilintar dan menghasilkan sebuah pusaran badai yang lebih besar dari sebelumnya. Badai itu menggulung semua Pendekar Langit dan Pendekar Surgawi dengan sangat telak.
"Ahhh …"
"Ahhh …"
"Ampp- …"
Teriakan dan jeritan kesakitan para Pendekar Langit dan Pendekar Surgawi mulai bersahutan. Shin Shui tak menghiraukan hal itu, dia malah menambah kecepatan putarannya.
Sepuluh menit telah berlalu, Shin Shui sudah kembali menjadi sosok seperti semula. Pusaran Badai Halilintar miliknya lenyap, tapi halilintar yang menyelimuti tubuhnya bahkan lebih kuat lagi.
Para Pendekar Dewa yang berjumlah sepuluh orang masih tersisa, saat ini mereka dalam keadaan ketakutan. Pemuda yang ada dihadapannya sudah tidak bisa disebut manusia, lebih tepatnya pemuda itu adalah malaikat kematian, pikir mereka.
###
Ditempat arena pertandingan kompetisi kekaisaran …
Pertarungan saat ini sudah mencapai peserta terakhir. Saat ini yang sedang bertarung adalah murid dari sekte Rajawali Merah, Jiu Lin melawan wanita bertopeng dari sekte menengah.
__ADS_1
Para peserta perwakilan sekte kelas atas semuanya lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan Jiu Lin dari sekte Rajawali Merah terlihat kewalahan melawan wanita bertopeng itu.
Jiu Lin bertarung menggunakan pedang berwarna merah, sedang wanita bertopeng menggunakan dua buah pisau berwarna emas. Saat ini keduanya sedang beradu serangan jarak dekat.
Pedang Jiu Lin bergerak menyerang bagian perut wanita bertopeng, tapi wanita itu segera menahannya dengan satu buah pisau emas di bagian kiri.
Sedangkan pisau yang dibagian kanannya menyerang ke arah wajah Jiu Lin, mau tak mau pemuda itu mundur beberapa langkah untuk menghindari sayatan pisau itu.
"Wanita ini benar-benar kuat. Tenaga dalamku yang tersisa hanya sekitar 45%. Hahh … aku menyesal telah mengeluarkan jurus-jurus yang membutuhkan tenaga dalam banyak. Sedangkan wanita itu bahkan bisa menahan semua jurusku." Jiu Lin bergumam sendiri. Nafasnya tidak beraturan, dia sudah mulai kelelahan saat ini.
"Aku menyerah …." ucap Jiu Lin dengan keadaan berlutut.
Apa? Kenapa dia menyerah begitu saja? Bukankah dia masih memiliki jurus yang lebih berbahaya? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di kepala orang-orang disana, terjadi tamu kehormatan.
"Terimakasih saudara Jiu Lin sudah mau mengalah. Aku berhutang padamu," ucap wanita bertopeng itu sembari menyodorkan tangan untuk membantu Jiu Lin berdiri.
Wasit segera memasuki arena pertandingan, lalu dia mengumumkan bahwa wanita bertopeng adalah pemenangnya. Wajah perwakilan tetua Rajawali Merah awalnya nampak kecewa, tapi saat melihat kondisi Jiu Lin yang sangat kelelahan, tetua itu langsung mewajarkannya. Termasuk para tetua yang lain dan kaisar sendiri.
Akhirnya yang lolos ke babak enam besar antara lain Sekte Serigala Putih diwakili oleh Dong Bo, sekte Pedang Emas diwakili oleh Xue Ying, sekte Teratai Putih diwakili gadis cantik bernama Qiu Qi, sekte Bulan Perak oleh Ji Tianming, sekte Gunung Salju diwakili oleh Lian Fang, serta satu wanita bertopeng dari sekte menengah.
__ADS_1
Karena para murid terlihat sangat kelelahan, jadi Kaisar Wei An memutuskan untuk melanjutkan kompetisi kekaisaran besok. Saat ini disana sedang diisi oleh beberapa hiburan dan berbagai macam atraksi sebelum kaisar resmi menutup kompetisi hari ini.