Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Mendatangi Rumah Bangsawan Chen


__ADS_3

Kini kedua pendekar pria dan wanita itu sedang berjalan menelusuri kota Nan-Ping dengan sangat teliti. Mereka memasang telinganya dengan tajam. Memandang setiap sudut dengan penuh tatapan menyelidik.


Keduanya bertanya-tanya kepada orang-orang yang ditemui di sepanjang perjalanan tentang dimanakah rumah keluarga bangsawan Chen. Setelah berjalan dan bertanya sekitar dua puluh menit, akhirnya dua pendekar muda tersebut mengetahui dimana rumah yang sedang mereka cari.


Keduanya lalu berjalan sesuai petunjuk yang didapat. Tidak sulit untuk menemukan rumah keluarga bangsawan Chen, karena memang keluarga itu amatlah terkenal dikota Nan-Ping ini.


Kini Shin Shui dan Yun Mei sudah tiba didepan sebuah rumah yang nampak besar dan megah. Rumah besar itu dikelilingi benteng yang tingginya hampir dua tombak. Didepan gerbang ada lima orang penjaga yang sedang bicara bersama rekannya.


Shin Shui lalu menghampiri mereka dengan sopan dan berniat untuk meminta izin masuk ke dalam rumah megah ini.


"Permisi, apakah aku boleh masuk ke dalam? Aku mempunyai urusan penting dengan keluarga Chen," ucap Shin Shui dengan membungkuk hormat.


"Ada urusan apa pendekar muda ini?" tanya seorang penjaga.


"Ah, sungguh menyesal aku tidak bisa menceritakan sesuatu ini. Tapi ini amatlah penting, ini …" kata Shin Shui sembari memberikan lencana sekte Bukit Halilintar sebagai tanda pengenal.

__ADS_1


Kelima penjaga itu kaget setelah melihat Shin Shui memberikan lencananya. Kepala tetua? Tentu saja mereka tahu apa yang dimaksud dengan jabatan kepala tetua. Buru-buru kelimanya memberi hormat kepada Shin Shui.


"Mohon maaf atas kebodohan kami yang tidak tahu atas kebesaran kepala tetua ini. Silahkan, mari masuk …" kata penjaga itu sembari mengantarkan Shin Shui masuk ke dalam.


"Tidak perlu dipermasalahkan," kata Shin Shui dengan ramah. Lalu dia mulai melangkah memasuki rumah keluarga bangsawan Chen.


Ketika melangkah masuk ke dalam, ternyata rumah itu memang megah bukan main. Disana banyak rumah-rumah kecil lainnya tapi sama mewah. Mungkin rumah keluarga Chen yang lain. Didalam sana ada juga taman bunga dan kolam ikan.


Pohon-pohon bunga persik menghiasi taman itu. Bunga-bunga ditaman begitu indah dan menyegarkan. Luas juga ternyata, mungkin rumah itu seukuran dengan sekte kelas menengah. Wajar, keluarga bangsawan Chen sudah terkenal dengan kehebatannya dalam dunia perdagangan.


Karena diantarkan oleh penjaga luar, penjaga rumah utama itu segera saja mempersilahkan masuk kepada dua pendekar tersebut. Mereka diantarkan ke sebuah ruangan yang besar. Penjaga itu lalu masuk ke dalam dan memanggil tuannya.


Tak lama kemudian keluarlah seorang pria yang umurnya kira-kira sudah tujuh puluh tahun. Wajahnya bersih, bahkan pria tua itu begitu ramah kepada tamu tak dikenal sekalipun. Jelas menandakan bahwa keluarga Chen ini orang-orang baik.


"Maaf, boleh saya tahu siapa kedua pendekar muda ini?" tanya kepala utama keluarga Chen.

__ADS_1


"Perkenalkan tuan, saya Shin Shui, dan ini Yun Mei Xiaoruan. Kami berasal dari sekte Bukit Halilintar, ini tanda pengenal kami," kata Shin Shui memperkenalkan diri sembari memberikan lencana miliknya dan milik Yun Mei.


Terbelalaklah kedua mata pria tua itu saat melihat lencana dari kedua pendekar muda. Sekte Bukit Halilintar? Tentu saja dia tahu dan pernah mendengar akan nama sekte tersebut. Sekte yang baru seumur jagung tapi mampu mengguncang dunia persilatan.


Dan kini, kepala tetua yang sedang ramai di bicarakan ada dihadapan dirinya? Rasanya bagai mimpi saja, tapi mimpi yang ini memanglah nyata. Pria tua itu langsung saja memberi hormat dan bersikap lebih lembut dan ramah daripada sebelumnya.


"Kiranya ada apa kepala tetua dan tetua dari sekte Bukit Halilintar sudi mendatangi kediamanku? Aih aku lupa … sebelumnya perkenalkan nama orang tua ini adalah Chen Mu Bai," ucap pria tua itu memperkenalkan dirinya.


"Kami hanya kebetulan lewat saja. Kami sedang melakukan pengembaraan untuk menghancurkan kejahatan. Kebetulan kami lewat sini dan karena merasa lapar, kami berhenti dan makan direstoran Nan-Ping. Disana kami mendengar akan rencana keji dari keluarga bangsawan Zhao, dimana mereka berniat untuk melenyapkan keluarga Chen ini," kata Shin Shui menjelaskan kronologinya secara singkat.


"Hemmm … melenyapkan keluarga kami? Maksud kepala tetua muda, bagaimana?" tanya Chen Mu Bai kurang faham dengan penjelasan Shin Shui.


"Entahlah, yang jelas dia ingin melenyapkan semua kelurga Chen. Terutama mereka yang seorang pendekar, mungkin keluarga bangsawan Chen dan keluarga bangsawan Zhao ada masalah pribadi, atau bagaimana?" ucap Shin Shui balik bertanya.


"Apa? Berarti mereka hendak membunuh keluargaku?" Chen Mu Bai kaget mendengar penjelasan Shin Shui.

__ADS_1


__ADS_2