Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Amarah Shin Shui II: Pembantaian


__ADS_3

Tak lama, lebih dari separuh anggota sekte Tengkorak Kegelapan keluar menuju lokasi dimana Shin Shui sedang mengamuk. Tapi sesampainya ditempat kejadian, tidak ada satupun dari mereka yang menyerang.


Mereka memilih menunggu aba-aba dari para tetua. Karena bagaimanapun mereka tidak mau melakukan hal bodoh.


"Mana tetua kalian? Apa hanya segini kekuatan Tengkorak Kegelapan? Aku hitung sampai sepuluh … jika tetua kalian tidak keluar, maka …" tatapan Shin Shui mendadak lebih menusuk tajam. Kilatan halilintar pada tubuh Shin Shui berubah menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.


"1 … 2 … 3 … 4 … 5 … 6 … 7 … 8 … sembil …" hitungan Shin Shui mendadak berhenti.


"Siapa kau? Berani-beraninya kau berniat menghancurkan sekte Tengkorak Kegelapan," kata salah seorang tetua. Dibelakangnya terlihat ada sekitar sembilan tetua lainnya dan yang berbicara adalah tetua terkuat saat ini.


Dia merupakan Pendekar Dewa tahap empat, sedangkan yang lainnya hanyalah Pendekar Dewa tahap satu dan dua.


"Aku? Baiklah-baiklah aku akan memberitahukan siapa aku. Pasang telinga kalian dengan tajam dan ingat dengan baik … aku adalah orang yang akan menghancurkan sekte ini dan menyatukannya dengan tanah. Akulah Pendekar Halilintar." kata Shin Shui dengan keras.


Suaranya mengandung energi kebencian yang teramat sangat, anggota sekte Tengkorak Kegelapan yang berada pada tingkat Pendekar Bumi dan Langit langsung berkeringat dingin, tubuh mereka mendadak lemas hanya mendengar suara keras dari Shin Shui.


"Hemmm … apa penjelasanku kurang jelas? Baiklah … akulah orang yang membantai tetua aliansi aliran hitam yang dipimpin oleh Fang Yun. Dan aku juga yang sudah membunuh kepala tetua kalian, Jin Shi." tegas Shin Shui.

__ADS_1


Seketika itu juga, mereka yang berada pada tingkatan Pendekar Surgawi dan Pendekar Dewa langsung merasa sedikit ketakutan. Amarah mereka mulai keluar, tapi untuk bertindak lebih jauh mereka masih terlihat berfikir dan belum memutuskan langkah selanjutnya.


Tak mau menunggu lama, Shin Shui langsung berteriak dengan suara yang amat keras disertai amarah yang meluap-luap. "Huaaa … Tornado Kemarahan Halilintar …"


"DUARR … DUARR … DUARR …"


Halilintar menyambar tepat di depan Shin Shui. Bersamaan dengan itu pula tiga buah badai tornado halilintar yang lumayan besar terbentuk.


Langit yang cerah mendadak mendung disekitar tempat itu, kilatan halilintar terus menyambar tak kenal henti. Belum sempat para tetua melakukan balasan, Shin Shui langsung menyerang menggunakan tiga tornado halilintar miliknya itu.


"WUSHH … DUARR …"


Suara deru angin yang teramat kencang dan gemuruh halilintar terus terdengar. Tiga buah tornado itu berputar dan melaju lebih cepat dari sebelumnya.


"Ahhh …"


"Matiii …".

__ADS_1


Suara ratusan orang mendadak terdengar secara bersamaan. Teriakan itu menandakan kengerian dan kesakitan yang teramat sangat. Dari tiga ratus orang Pendekar Bumi, saat ini hanya tersisa kurang dari seratus orang.


Sedangkan Pendekar Langit, saat ini hanya tersisa sekitar dua puluh lima orang. Sisanya hanya berdiam mematung dengan tubuh gemetar dan ketakutan yang melebihi apapun. Ratusan anggota sekte Tengkorak Kegelapan tewas hanya dengan tiga buah Tornado Kemarahan Halilintar milik Shin Shui. Mengerikan ….


Tidak berhenti sampai disitu, Shin Shui yang sudah benar-benar merasakan amarahnya memuncak langsung melesat dengan kecepatan tinggi. Pedang Halilintar yang dia pegang setia menemaninya.


Pedang itu mengeluarkan kilatan halilintar yang lebih besar dari sebelumnya. Bahkan saat ini terlihat bahwa itu bukan pedang, melainkan mirip seperti halilintar yang dipegang. Seolah pusaka itu merasakan amarah yang dirasakan oleh pemiliknya.


"Jangan biarkan dia bertindak lebih jauh. Serang orang itu."


"Yeahhh …"


Salah satu tetua sekte Tengkorak Kegelapan menyemangati anggota dan tetua lainnya yang tersisa. Meskipun mereka masih terkejut dan diselimuti rasa ketakutan, tapi mereka sadar bahwa sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu.


Orang-orang sekte Tengkorak Kegelapan yang tersisa saat ini tidak kurang dari tujuh puluh lima orang saja, termasuk para tetua. Mereka langsung menyerang Shin Shui secara bersama-sama.


Meskipun mereka tidak yakin akan menang, tapi setidaknya mereka melakukan perlawanan untuk mempertahankan kehormatan sekte, pikir mereka.

__ADS_1


__ADS_2