Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Pertarungan Di Kerajaan Hutan Perbatasan


__ADS_3

Shin Shui dan hewan peliharaannya sudah berjejer. Aura yang keluar dari tubuhnya masing-masing belum hilang. Bahkan nampak berkobar lebih besar lagi.


"Shui'er, sepertinya mereka ini para petinggi kerajaan. Kita harus waspada. Jangan langsung menyerang, kita bicara baik-baik lebih dulu. Siapa tahu mereka mau berubah pikiran," kata phoenix biru mengingatkan Shin Shui.


"Baik phoenix biru. Aku mengerti …" kata Shin Shui.


"Salam hormat untuk senior semua. Aku bernama Shin Shui, dan tiga siluman ini adalah hewan peliharaanku. Maafkan atas sedikit kekacauan ini, aku tidak ada maksud jahat. Hanya saja, prajurit kalian yang tiba-tiba mengepung lalu menyerang kami tanpa alasan," kata Shin Shui memberi salam lalu menceritakan kejadian dengan sedikit bumbu 'kebohongan'.


"Shui'er, sejak kapan kau pintar berbohong?" tanya phoenix biru lirih.


"Aku tidak pandai jika tidak terdesak," jawab Shin Shui sedikit malu.


Para petinggi kerajaan itu tidak membalas salam Shin Shui. Mereka justru memandangi pemuda biru itu dan tiga hewan peliharaannya.


"Sampai matipun mereka tidak bakal membalas salammu. Karena mereka tidak mengerti bahasa yang kau ucapkan," kata phoenix biru memberitahu.


"Aishh … pantas saja. Kalau begitu, kau saja ajak bicara mereka. Aku tidak terlalu pandai bahasa bangsa siluman," tutur Shin Shui.


Setelah mendapatkan perintah dari Shin Shui, phoenix biru pun lalu bicara seperti yang Shin Shui ucapkan tadi. Tapi dengan menggunakan bahasa siluman yang sama sekali tidak dapat dimengerti oleh pemuda biru itu.


Para petinggi kerajaan hutan tersebut lalu membalas salam. Mereka juga terlihat bicara dengan phoenix biru.


"Apa katanya?" tanya Shin Shui.


"Kalau kalian tidak ada maksud jahat, tidak mungkin prajurit kami menyerang. Dan kalau memang benar kalian bermaksud baik, tentu kalian tidak akan membunuh semua prajurit dan menghancurkan sebagian bangunan. Kira-kira raja bicara seperti itu," kata phoenix biru menjelaskan.


"Kalau begitu caranya, apa boleh buat. Kita memang harus menempuh jalan berdarah dengan mereka. Kalian sudah siap?" tanya Shin Shui.


"Tentu …" jawab ketiga hewan peliharaannya.


"Baiklah. Mari kita mulai!"


Shin Shui dan yang lainnya sudah meningkatkan kekuatan hingga ke titik maksimal. Aura yang dikeluarkan dari tubuhnya masing-masing semakin pekat dan semakin besar.

__ADS_1


Hawa kematian semakin kental. Udara sesak dan tanah yang mereka pijak perlahan mulai mengalami keretakan. Langit semakin gelap, gemuruh halilintar sudah terdengar. Agaknya Shin Shui memang sudah mencapai titik maksimal.


Melihat musuhnya meningkatkan kekuatan, para petinggi kerjaan siluman seakan mengerti. Mereka pun mengeluarkan kekuatannya masing-masing. Aura hitam keluar dari tubuh mereka.


Semakin besar kekuatannya, maka semakin pekat aura yang dikeluarkan oleh petinggi kerajaan tersebut. Terlebih lagi sang raja itu sendiri.


Shin Shui dan tiga siluman sudah siap. Pihak musuh pun sama. Pertarungan antara empat melawan tujuh belas akan dimulai. Enam belas petinggi kerajaan merupakan sebangsa siluman kera yang mirip dengan manusia.


Tidak ada manusia lain kecuali raja itu sendiri. Yang ada hanyalah siluman mirip manusia.


"Mulai …!" Shin Shui memberikan komando.


Ketiga hewan peliharaannya bergerak mencari lawan masing-masing. Begitupun Shin Shui. Masing-masing dari mereka mendapatkan empat lawan dengan tingkat kekuatan berbeda.


Sedangkan raja dari kerajaan hutan perbatasan, dia hanya berdiri sambil mengamati keadaan saja. Mungkin dia mengira bahwa anak buahnya akan menang. Karena jumlahnya lebih banyak.


Mereka sudah berpencar dan sudah berhadapan dengan lawannya masing-masing. San ong sudah menunjukkan taring tajam dan bulunya yang berubah menjadi lancip bagaikan duri.


"Mari kita mulai pertarungan ini…" kata San ong sambil maju menyerang keempat siluman petinggi.


Adu serangan sudah dimulai. San ong menyerang keempat lawannya secara bergantian. Sedangkan lawannya menyerang siluman kera putih tersebut secara bersamaan.


Pertarungan sengit pun terjadi. Hujan pukulan sudah dilancarkan oleh masing-masing dari mereka. Belasan jurus sudah berlalu, tapi sejauh ini San ong tidak merasa terdesak.


San ong mulai memberikan serangan jurus yang berbahaya kepada keempat lawannya tersebut. Hujan tendangan dan pukulan sudah diberikan tiada hentinya.


Sehingga keempat siluman petinggi mulai merasa kewalahan dibuatnya. Keempat siluman petinggi yang mirip manusia itu tak mau kalah, mereka juga mengeluarkan jurus-jurus yang mereka miliki.


Di sisi lain, Ong san pun saat ini sedang bertarung melawan keempat petinggi kerajaan hutan tersebut. Mereka sudah bertarung puluhan jurus, tapi belum ada yang terdesak.


Mereka nampaknya seimbang. Meskipun Ong san sendiri, tapi kekuatan siluman kera putih itu jelas diatas keempat petinggi tersebut.


Sehingga Ong san bisa mengimbanginya, pukulan dan tendangan sudah dikeluarkan oleh masing-masing pihak. Tapi perlahan-lahan, Ong san mulai terlihat kelelahan sehingga salahsatu lawannya berhasil menembus pertahanan.

__ADS_1


"BRETT …"


"Ahhh …"


Pundak kanannya robek terkena tusukan sebuah tombak. Tidak terlalu dalam, tapi juga lumayan menyakitkan.


Phoenix biru pun tak mau kalah dari dua rekannya tersebut, bahkan pertarungan burung legenda itu lebih seru lagi karena keempat lawannya tidak bisa menyerang dengan leluasa karena burung itu selalu terbang kesana-kemari.


Phoenix biru mulai geram, dia terbang semakin atas lalu berputar-putar tiga kali. Kekuatan yang dihimpun semakin besar, sehingga saat ini burung legenda itu terlihat membesar dua kali lipat.


Keempat lawannya menjadi waspada. Mereka membentuk formasi tertentu, aura kehitaman semakin tebal. Mereka berempat diselubungi oleh aura tersebut.


"Sang Legenda Menukik Menghancurkan Gunung …"


"WUSHH …"


Burung phoenix biru turun menukik sambil memutarkan tubuhnya dengan sangat cepat hingga membentuk sebuah pusaran biru yang mengerikan.


Keempat petinggi kerajaan hutan perbatasan pun sudah siap untuk menerima jurus yang mematikan itu.


"DUARR …"


Ledakan keras terdengar ketika dua jurus tersebut beradu. Pusaran biru yang diciptakan burung legenda itu terus berputar. Semakin lama semakin cepat.


Hingga dua menit kemudian, benteng pertahanan aura hitam yang diciptakan keempat petinggi itu jebol. Keempatnya terpental ke segala arah. Benteng kerajaan hancur, sebuah lubang besar tercipta akibat dari pusaran phoenix biru.


Keempat petinggi yang menjadi lawan phoenix biru tewas dengan masing-masing kondisi yang mengerikan. Tak ayal juga burung legenda itu langsung kelelahan akibat mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya.


Lalu phoenix biru terbang mencari tempat aman untuk sekedar beristirahat memulihkan tenaga dalam.


Sementara itu pertarungan dua siluman kera bersaudara pun semakin hebat. Keduanya sudah mengeluarkan jurus-jurus tingkat tinggi yang mereka miliki saat ini.


Sebuah luka yang diberikan musuhnya masing-masing sudah terlukis diseluruh tubuh San ong dan Ong san.

__ADS_1


Tapi meskipun begitu, lawan mereka pun mengalami hal yang sama. Bahkan luka yang diterima oleh masing-masing lawannya lebih parah daripada San ong dan Ong san sendiri.


__ADS_2