
Pertarungan sudah kembali terjadi. Lin Jun terus berusaha memojokkan Shin Shui dengan jurus-jurus yang tak kalah hebat. Tapi di sisi lain, meskipun jurus Lin Jun bisa mengenai pemuda biru itu, tapi ternyata tidak memberikan efek yang fatal. Bahkan goresan pun belum terlukis pada Zirah Perang Halilintar milik Shin Shui.
"Bocah ini … sebenarnya siapa dia? Kenapa semua jurusku tidak bisa melukainya? Baru kali ini aku menemukan ada pendekar yang seperti dia." kata Lin Jun sedikit gentar ketika mengetahui semua jurusnya tidak bisa melukai Shin Shui.
Sekarang bagian Shin Shui yang mendapat giliran menyerang. Dia sudah tidak sabar ingin segera mengakhiri pertarungan ini.
"WUSHH …"
Deru angin tercipta ketika Shin Shui melesat dengan sangat cepat ke arah Lin Jun. Pemuda biru itu mulai memberikan serangan pukulan yang mengandung kekuatan halilintar. Setiap kali beradu pukulan, maka tangan Lin Jun akan bergetar sesaat.
Waktu terus berlalu, tapi keduanya masih bertarung sengit. Di sisi lain Shin Shui tidak mau membuang waktu lagi. Pemuda biru itu mundur beberapa tombak ke belakang.
"Pusaran Badai Halilintar …"
"WUSHH … DUARR … "
Halilintar menyambar bumi tiga kali dengan sangat keras. Mendadak muncul tiga pusaran halilintar berdiameter dua puluh meter. Suasana semakin mengerikan, gemuruh halilintar terus terdengar tiada hentinya.
__ADS_1
Di sisi lain Lin Jun mulai panik, kepala tetua sekte Macan Kumbang itu mundur ke belakang. Tak mau kalah, dia juga mengeluarkan jurus pamungkasnya karena tenaga dalamnya sudah menipis. Dengan harapan supaya bisa memenangkan pertarungan sehidup semati ini.
"Tiga Gerbang Kegelapan …"
"WUSHH …"
Tanah disekitar mereka bergetar hebat beberapa saat. Hingga akhirnya muncul tiga buah gerbang bergambar macan kumbang. Ketiga gerbang itu diselimuti aura kematian dan roh penasaran.
Tiga Gerbang Kegelapan adalah salahsatu jurus pamungkas Lin Jun. Dimana gerbang ini berguna untuk menahan serangan musuh yang sangat dahsyat. Selain itu, jurus ini bisa juga menyerang musuhnya, karena secara perlahan kekuatan orang itu akan terus disedot sampai habis. Jika sudah demikian, maka Lin Jun akan segera membunuh musuhnya tanpa kesulitan apapun.
Sayang, untuk saat ini dia sedang sial. Perhitungan yang selalu matang akhirnya gagal, dia mengira bahwa kekuatan Shin Shui akan habis, karena sebab itu Lin Jun menggunakan jurus Tiga Gerbang Kegelapan.
Deru angin dan ledakan yang sangat keras terdengar memekakkan telinga ketika dua jurus tingkat tinggi beradu. Tapi yang terjadi selanjutnya sungguh membuat terkejut, jurus Pusaran Badai Halilintar Shin Shui sama sekali tidak menembus walau satu gerbang.
Yang ada sebaliknya, jurus Shin Shui benar-benar terhisap oleh gerbang itu. Awalnya Shin Shui sedikit kaget, tapi dia segera mengerti dengan yang kini terjadi. Lalu Shin Shui buru-buru melesat dengan sangat cepat menuju Lin Jun.
Dia langsung mengeluarkan kekuatan Kalung Kristal Halilintar sampai setengahnya. Hingga akhirnya pemuda biru itu bisa menembus gerbang.
__ADS_1
"1, 2, 3 dan … Ahhh …" mati.
Hanya dengan setengah kekuatan Kalung Kristal Halilintar saja akhirnya sang kepala tetua sekte Macan Kumbang tewas menjadi beberapa bagian ditangan seorang pemuda bernama Shin Shui.
Setelah lawannya tewas, Shin Shui segera kembali seperti semula. Perlahan penampilannya yang membuat orang terkagum mulai berubah menjadi sedia kala. Tidak ada bekas luka pada tubuh pemuda itu, hanya tarikan nafas sedikit memburu saja yang terdengar.
Setelah kembali seperti semula, Shin Shui segera kembali kepada kerumunan orang-orang. Burung phoenix birunya pun sudah hinggap kembali di bahunya setelah sedaritadi terus terbang diangkasa mengelilingi Shin Shui.
Orang-orang yang sedaritadi melihat pertarungan dahsyat itu kini sedikit ngeri ketika melihat Shin Shui. Bukan tanpa alasan, mereka sudah menyaksikan sendiri bagaimana kekuatannya. Karena walau bagaimanapun juga, ketika seorang pendekar sudah menyandang gelar tetua atau bahkan kepala tetua, maka ilmunya sudah tidak bisa dipandang remeh.
Apalagi seorang kepala tetua biasanya bisa menghancurkan satu sekte kelas bawah hanya seorang diri. Dan sekarang mereka menyaksikan seorang pendekar muda membunuh kepala tetua sekte kelas menengah, bahkan tanpa terluka sekalipun. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kekuatan aslinya, mungkin pikiran orang-orang tersebut sekarang seperti itu.
"Mohon maaf atas kejadian yang tidak pantas ini senior sekalian," kata Shin Shui ketika sudah menyadari bahwa orang-orang itu kini sedikit berbeda memandang dirinya.
"Tidak perlu meminta maaf Shui'er. Justru kami yang harus berterimakasih padamu karena sudah membunuh salahsatu musuh yang kuat," kata Ye Rou angkat bicara untuk mewakili yang lainnya.
"Terimakasih senior Ye." kata Shin Shui sembari memberi hormat.
__ADS_1
Ternyata secara tidak langsung, orang-orang itu kagum juga terhadap Shin Shui. Terlebih karena pemuda biru itu tidak menyombongkan diri meskipun ilmunya sudah sangat tinggi. Yang ada justru sebaliknya, dia sangat murah hati.