Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Ling Zhi Dan Bwe Li


__ADS_3

"Bagaimana? Apakah kau merasa puas? Menyerang bersamaan saja kalian tidak mampu menyentuh tubuhku, apalagi jika sendiri. Hahaha …" ejek Shin Shui ketika pertarungan mereka berhenti.


"Bocah sombong …"


Ketiganya lalu membentuk sebuah formasi setelah berkata demikian. Kali ini mereka berdiri sejajar didepan Shin Shui.


Tiga Golok Setan sudah menyalurkan seluruh tenaga dalamnya ke seluruh tubuh. Sehingga saat ini bukan hanya golok pusakanya saja yang dialiri energi, tetapi tubuh mereka pun sama.


Deru angin semakin tajam menerpa semua orang yang ada disana. Ketiganya sudah siap menyerang, sedangkan Shin Shui masih diam tak bergeming.


"Formasi Tiga Golok Setan Selatan …"


"WUSHH …"


Mereka berpencar kembali menjadi tiga sisi. Tapi kali ini posisi sebelumnya diisi dengan orang yang berbeda. Bahkan tiba-tiba saja muncul sebuah sinar berbentuk segitiga.


"Kita lihat, apakah kau masih bisa sombong setelah menerima jurus kami ini," kata salahsatu diantara mereka.


"Tiga Golok Setan Menyergap Harimau …"


"WUSHH …"


Ketiga-tiganya menyerang secara bersamaan dengan sebuah energi berwarna-warni. Tiga serangan itu terbilang cepat.


Berbarengan dengan itu, Shin Shui diam saja. Tidak membuat kuda-kuda ataupun lainnya. Dia hanya mengamati ketiga jurus yang datang secara bersamaan itu.


Ketika ketiga jurus itu hampir tiba, barulah Shin Shui mengeluarkan jurusnya pula.


"Perisai Halilintar …"


"WUSHH …"

__ADS_1


"DUARR …"


Ledakan terdengar cukup keras saat jurus dari masing-masing pendekar itu bertemu. Kepulan debu menyelimuti tempat berdirinya Shin Shui.


Semua orang mengira bahwa pemuda biru itu tentu sudah tewas, tapi siapa sangka. Sesaat setelah mereka berkata demikian, sebuah cahaya biru melesat keluar dari kepulan debu tersebut.


"Tapak Amarah Dewa …"


"WUSHH …"


"BUKK …"


"Ahh …"


"Ahh …"


"Ughh …"


Sedangkan yang satu lagi, yang paling kuat, hanya memuntahkan darah cukup banyak. Dadanya terasa sesak. Tulang-tulangnya terasa patah.


Semua orang yang ada disitu tertegun melihat kejadian ini. Tidak disangkanya pemuda asing yang tampak 'bodoh' ternyata memiliki kekuatan yang mengerikan.


Shin Shui lalu berjalan santai ke arah anggota Tiga Golok Setan yang masih meringis kesakitan dengan tangan dilipat di belakang.


"Apakah sekarang matamu sudah terbuka lebar? Siapa yang kini harus kehilangan nyawa hanya gara-gara masalah sepele seperti ini?"


"Maafkan aku pendekar muda, maafkan aku. Aku telah dibutakan oleh nafsu sehingga tidak bisa melihat kebesaran pendekar muda," ucapnya sambil berusaha memegang kaki Shin Shui.


Ucapanya sangat penuh penyesalan atas kesombongan dirinya sendiri.


"Sudahlah. Tidak ada gunanya kau berlaku seperti ini padaku. Semuanya sudah terlambat, kedua temanmu sudah tewas. Sekarang terserah padamu, apakah masih penasaran atau bagaimana? Aku yang 'bodoh' ini akan mengikuti keinginanmu," kata Shin Shui acuh tak acuh.

__ADS_1


"Ampun pendekar muda, sekali lagi maafkan aku. Tolong, jangan bunuh aku. Aku masih ingin hidup," ucapnya tak henti-hentinya ia meringis meminta belas kasihan.


"Siapa juga yang akan membunuhmu? Tidak ada gunanya aku membunuhmu. Pergilah dan ubah kebiasaan burukmu yang memandang rendah kepada setiap orang. Jangan pernah bangga dengan apa yang kau miliki. Karena diatas langit, masih ada langit," kata Shin Shui berlalu pergi meninggalkan anggota Tiga Golok Setan yang tersisa itu.


"Terimakasih atas kemurahan pendekar muda. Aku berjanji akan mengubah sikap, sekali lagi, terimakasih," katanya sambil memberi hormat lalu melangkah pergi darisana dengan membawa kedua rekannya yang sudah tewas.


Kini keadaan disana kembali sunyi sepi. Hanya terdengar bisik-bisik para pengunjung kedai tersebut. Shin Shui pun sudah berada lagi disana sambil menikmati arak wangi.


Kini semua orang yang ada disana memandang lain terhadap Shin Shui. Pakaian serta wajahnya diingat oleh mereka. Mereka takut jika suatu saat bertemu kembali dan membuat masalah didepan pemuda biru itu.


Karena tentunya, nasib mereka pun takkan berbeda jauh dari Tiga Golok Setan. Ketika sedang asyik meminum arak, tiba-tiba dua 'bidadari' itu menghampirinya.


"Maaf, bolehkan kami duduk disini?" tanya 'bidadari' yang usianya lebih muda.


Shin Shui tertegun mendengarnya suara yang begitu lembut itu. Pipinya mendadak memerah seperti tomat.


"Bo-boleh, silahkan nona …" kata Shin Shui sedikit gugup.


Sekejam-kejamnya dia terhadap musuh, tetap saja dia gugup juga jika dihadapkan dengan dua 'bidadari' seperti mereka ini. Meskipun dia belum mengetahui siapakah sebenarnya 'bidadari' tersebut.


"Terimakasih. Perkenalkan, namku Ling Zhi, dan ini guruku Bwe Li," kata 'bidadari' yang lebih muda itu yang mengaku Ling Zhi.


"Namaku Shin Shui. Ada apakah nona berdua menghampiriku?" tanya Shin Shui mencoba untuk menetapkan hatinya supaya tidak gugup.


"Ahhh … tidak. Kami hanya ingin berterimakasih karena kau sudah menolongku. Kami harap, kau mau menerima undangan untuk singgah di kediaman kami," kata Ling Zhi dengan suara yang halus dan lembut.


Entah kenapa, Shin Shui merasa berbeda kali ini. Seolah dia sudah terbius oleh dua 'bidadari' itu. Ucapannya yang lembut dan senyumannya yang memikat, seolah membuat Shin Shui merasa sedang berada di syurga.


###


Dua lagi nanti ya🙏☕

__ADS_1


__ADS_2