Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Jadi, Pendekar Yang Dimaksud Adalah Dirimu?


__ADS_3

Shin Shui dan Yun Mei kini sudah tiba di ruangan Yashou. Ruangan itu merupakan ruangan khususnya, ruangannya lumayan besar. Kira-kira ukurannya sebesar satu rumah sederhana.


Mereka bertiga kini tengah duduk disana dengan ditemani secangkir teh yang khas dari Bukit Awan. Suasana yang sejuk dan pemandangan indah yang disuguhkan oleh Bukit Awan menjadi terasa lengkap jika dinikmati dengan secangkir teh dan bertukar obrolan.


"Shui'er, siapa gadis cantik ini? Apakah dia istrimu?" tanya Yashou memulai pembicaraan.


"Ah aku lupa memperkenalkannya kepada senior, perkenalkan gadis ini bernama Yun Mei Xiaoruan. Ahhh … bukan senior. Tapi mungkin calon … hahahaha."


"Tidak senior, aku hanya bercanda. Tapi memang aku sudah beberapa hari melakukan perjalanan dengannya, kami sudah akrab sekarang," kata Shin Shui sembari berusaha menggoda Yun Mei.


Gadis itu hanya tersipu malu mendengar semua ucapan Shin Shui, jantungnya kembali berdetak tidak karuan. Entah perasaan apa yang menghampirinya, yang jelas Yun Mei sendiri tidak mengetahui.


"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan di ibukota? Aku beberapa kali mendengar kabar ada seorang pendekar dengan julukan Pemuda Biru dan gelar Pendekar Halilintar, pendekar muda itu selalu membuat gempar dunia persilatan kekaisaran Wei. Pasalnya karena dia melakukan apa yang pendekar lain tidak bisa lakukan."


"Bahkan aku juga mendengar dia membunuh para tetua Sekte Macan Kumbang setelah sebelumnya menghancurkan seluruh sekte Tengkorak Kegelapan. Beberapa waktu terakhir juga kabarnya dia telah membuat gempar lagi karena berhasil membunuh Pendekar Rantai Hitam."


"Kira-kira menurutmu siapa pendekar ini Shui'er? Apakah kau mengetahui ataupun mendengar kabarnya?" tanya Yashou.

__ADS_1


Orang tua itu bercerita tentang kemunculan pendekar muda yang tindak tanduknya selalu menggemparkan dunia persilatan kekaisaran Wei. Menurutnya bahkan belum pernah ada sejarah seperti ini, dimana seorang pendekar muda memiliki kekuatan yang setara dengan Pendekar Dewa tahap tiga, atau bahkan lebih.


Karena menurut Yashou, hanya mereka yang sangat berbakat dan dengan bantuan sumber daya yang sangat melimpah saja yang mampu dengan cepat mencapai tahap tersebut. Tapi itupun tidak mungkin dalam umur yang sedemikian muda.


Mendengar cerita dari Yashou tersebut, Shin Shui hanya tersenyum dalam hati sekaligus tidak menyangka. Pasalnya dia melakukan hal tersebut karena menurutnya harus dilakukan.


Shin Shui bahkan masih tidak percaya jika namanya sudah terkenal di dunia persilatan kekaisaran Wei, apalagi ketika Yashou berkata dirinya selalu menggemparkan dunia persilatan.


"Senior, maaf, apakah pendekar muda yang dimaksud menggunakan pedang berwarna emas dan pedang biru yang selalu diselimuti kilatan halilintar?" tanya Shin Shui.


"Benar, ciri-cirinya sama seperti yang kau sebutkan Shui'er. Ehhh … tunggu, pedang yang di punggungmu berwarna emas kan?" kata Yashou si Pendekar Belalang Sembah.


Pendekar tua itu baru menyadari bahwa ciri-ciri pendekar muda yang selalu menggemparkan dunia persilatan sangat mirip dengan Shin Shui. Terlebih karena pakaiannya yang serba biru dan pedang berwarna emas yang tersarung di punggungnya.


"Benar senior. Pedang emas ini adalah pusaka mendiang kaisar Wei Lhuo, junior menemukannya saat melintasi Hutan Tak Berpenghuni beberapa waktu lalu. Pedang ini bernama Pedang Naga Emas," kata Shin Shui menjelaskan tentang pedang berwarna emas yang tak lain adalah Pedang Naga Emas.


"Jadii … apakah pendekar muda yang selalu menggemparkan dunia persilatan adalah dirimu?" tanya Yashou sedikit tak percaya.

__ADS_1


"Emmm hehe … bisa dibilang seperti itu senior. Tapi aku melakukan semua ini tidaklah mencari tenar, aku melakukan apa yang menurutku memang harus dilakukan. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tindak tandukku senior," kata Shin Shui membenarkan ucapan Yashou sembari merendah memberi hormat.


Yashou dan Yun Mei yang mendengar Shin Shui mengiyakan pernyataannya terkejut bukan main, mata mereka sedikit melotot dengan mulut sedikit terbuka. Keduanya sungguh tidak percaya bahwa sosok pemuda yang kini bersama mereka adalah sosok yang sudah tenar di dunia persilatan kekaisaran Wei.


"Sungguh, aku tidak menyangka pendekar muda yang dimaksud adalah dirimu Shui'er. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kuatnya gurumu. Orang tua ini yakin, beberapa tahun lagi namamu akan jauh lebih tenar dari sekarang." ucap Yahsou memuji Shin Shui.


Pendekar tua itu yakin jika sekarang saja saat masih muda bisa seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan jika beberapa tahun ke depan Shin Shui benar-benar akan menjadi tokoh penting dalam dunia persilatan khususnya di kekaisaran Wei.


"Kenapa kau tidak menceritakan hal ini kepadaku sebelumnya?" Yun Mei angkat bicara setelah dari tadi hanya berdiam diri.


Dia masih tidak percaya sebenarnya, tapi mendengar pernyataan sekaligus ciri-ciri yang disebutkan memang sama persis seperti Shin Shui.


"Karena aku memang tidak ingin tenar. Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku melakukan apa yang menurutku harus dilakukan. Sudahlah maafkan aku, lain kali aku akan sering bercerita kepadamu." kata Shin Shui sembari menggoda Yun Mei.


"Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar lagi. Aku jadi ingat waktu aku masih muda jika melihat kalian … hahaha," Yashou tertawa lantang ketika melihat Shin Shui dan Yun Mei bertengkar.


Pendekar tua itu melamun sesaat sembari bernostalgia bersama alam pikirnya. Sungguh, masa muda memang mengasyikan, pikir pendekar tua tersebut.

__ADS_1


__ADS_2