
"Saya belum mengetahui siapa pelakunya raja. Karena pangeran sudah pingsan sejal tadi," kata Lu Man dengan tubuh bergetar karena tertekan aura yang ditimbulkan dari Raja Iblis Merah.
"Dasar lemah. Cepat antarkan dia ke kamarnya. Jangan biarkan ada yang masuk kecuali aku," ucap Raja Iblis Merah.
"Ba-baik raja,"
Tak menunggu lama lagi, Lu Man pun lalu membawa Pangeran Iblis ke kamarnya. Kemudian dia menyuruh penjaga tidak ada yang boleh memasuki kamar kecuali Raja Iblis Merah sendiri.
Ibu dari Pangeran Iblis yang juga merupakan seorang pendekar wanita yang cukup tangguh pun marah mendengar anaknya terluka.
Dia yang sedari tadi diam mendengarkan, kini angkat bicara.
"Suamiku, siapa yang sudah berani melukai anak kita?" tanya ibu dari Pangeran Iblis.
"Entahlah, akupun belum mengetahuinya. Tapi sepertinya anak kita terluka parah," jawab Raja Iblis Merah tanpa menoleh kepada istrinya.
Amarahnya masih saja belum reda, sehingga sang istri pun tak mau banyak bicara lagi. Kemudian dia pergi dari ruangan suaminya tersebut.
###
Shin Shui, para tetua dan yang lainnya sudah selesai makan bersama. Sekarang semuanya sedang berbincang ringan bersamanya.
Para murid pun sudah selesai melaksanakan tugas yang diberikan kepala tetuanya. Kini mereka sudah diperbolehkan untuk beristirahat.
__ADS_1
Yashou yang tadinya lemah dan belum bisa bicara, kini sudah mulai bisa. Yahhh … meskipun tubuhnya masih harus menahan rasa sakit. Tapi setidaknya ini lebih baik.
"Selama aku pergi, apakah ada kejadian menarik di dunia persilatan?" tanya Shin Shui mengawali pembicaraan serius.
"Banyak kepala tetua," jawab Wu Chai singkat.
"Hemmm … bisa diceritakan?" tanya Shin Shui.
"Tentu kepala tetua. Biar aku ceritakan garis besarnya saja. Beberapa bulan terakhir keadaan dunia persilatan bertambah kacau balau. Banyak sudah sekte aliran hitam yang secara terang-terangan berani menyerang sekte aliran putih demi memperluas wilayah mereka,"
"Banyak juga kejadian pembunuh dan lain sebagainya. Entah sudah berapa banyak desa yang mereka hancurkan, para warga yang mereka bunuh serta gadis yang mereka culik. Semua ini terjadi karena kekurangkompakkan aliran putih. Hingga akhirnya aliran hitam sampai berani melakukan hal ini,"
"Selain itu, keadaan di istana kekaisaran pun sama. Banyak sudah kejadian janggal dan masalah internal. Menurut kabar yang beredar, pemerintahan Kaisar Wei An sudah dimasuki mata-mata dari kelompok aliran hitam. Tapi belum ada yang berani mengatakannya karena takut tidak percaya sebab belum ada bukti kuat. Tapi aku yakin kabar itu memang benar, karena jika tidak, mana mungkin banyak kejadian yang diluar nalar,"
"Hemm … selalu saja ada kejadian seperti ini. Sepertinya era kekacauan akan segera terjadi, kalau begitu kita pun harus menyusun kekuatan dan membentuk sebuah aliansi yang lebih besar. Sedia payung sebelum hujan. Biarlah nanti kita bicarakan lagi hal ini," kata Shin Shui dengan pikiran yang tiba-tiba bimbang.
Kesemua orang itu pun menganggukkan kepala. Tidak ada yang berani membantah karena apa yang diucapkan Shin Shui memang benar.
"Shui'er, aku sungguh tidak menyangka hanya dalam waktu kurang lebih enam bulan saja kau sudah sekuat ini. Rasanya tidak akan ada yang bisa mengejar untuk pendekar yang seusiamu," kata Yashou memuji dengan suara pelan, tapi matanya jelas menggambarkan kebanggaan.
"Senior terlalu memujiku. Aku hanya berusaha sekuat tenaga saja, dan ini semua berkat doa dan dukungan kalian semua. Jika tidak ada kalian, aku tidak akan bisa mencapai seperti sekarang. Aku hanya mengejar yang sekiranya bisa aku kejar saja," kata Shin Shui merendah seperti biasanya.
Kembali tersenyumlah orang-orang itu karena tidak ada yang berubah dari diri Shin Shui. San ong dan Ong san dibuat bengong karena Shin Shui. Bagaimana tidak? Saat pertama kali bertemu, majikannya sungguh sangat sombong. Dan sifat rendah hatinya tidak ada sama sekali.
__ADS_1
Tapi memang itulah sifat Shin Shui. Dia akan sombong kepada orang yang tepat. Bahkan Shin Shui bisa lebih sombong melebihi sikapnya kepada San ong dan Ong san dulu.
Lalu, apakah kita juga boleh sombong? Tentu saja boleh. Tapi sombong disini sombong yang tepat. Sombonglah kepada orang yang sombong pula. Tapi sombong disini adalah berniat untuk menyadarkan orang tersebut. Itu baru sombong yang benar.
Sombonglah dengan sesuatu yang berhasil kau capai dengan kerja keras. Buktikan kepada mereka yang dulu sombong dan memandangmu dengan sebelah matanya.
Tunjukkan kepada orang-orang yang memperlakukanmu seperti itu. Tunjukan bahwa kau mampu dan memang pantas untuk mendapatkan kedua matanya.
Sombonglah dijalan yang benar. Jangan kau sombong karena tidak ada alasan kuat. Karena manusia tidak pantas untuk menyombongkan dirinya.
Dan tentang perkataan Shin Shui memang tidak salah. Dia mengejar apa yang sekiranya dia mampu. Memang harusnya begitu.
Kejarlah sesuatu yang sekiranya dapat kau kejar. Jangan mengejar sesuatu yang tidak dapat kau kejar. Karena jika sesuatu itu bukan bagian untuk bisa kau kejar, maka sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa mengejarnya. Percayalah.
Bingung? Seperti berbelit-belit? Tidak berbelit. Hanya kau yang belum faham. Tenangkan pikiranmu maka kau akan mengetahui arti dari semuanya.
###
Sebelumnya mohon maaf, author memberikan kata-kata bijak bukan mau so pintar atau menggurui kalian. Tapi hanya untuk berbagi saja. Dan jujur, author ingin para pembaca mendapatkan manfaat lain dari membaca novel ini.
Kita sama-sama belajar. Kita sama-sama mencari. Jadi apa salahnya untuk berbagi?
Selamat malam Minggu😁jangan lupa seduhan kopinya untuk menemani imajinasimu☕
__ADS_1