Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Perang Besar VII: Shin Shui Vs Raja Iblis Merah


__ADS_3

"Siapa kau? Apa kau datang supaya disebut penyelamat heh? Apa kau tidak tahu siapa aku?" tanya Raja Iblis Merah dengan nada yang dingin tapi mengandung kemarahan hebat.


"Aku? Aku adalah orang yang selama ini kau cari-cari," jawab Shin Shui dengan santai.


"Hemmm … jangan banyak berbasa-basi lagi bocah. Cepat katakan siapa dirimu sebelum aku bertindak kejam," kata Raja Iblis Merah.


"Baiklah, baiklah. Aku Shin Shui, kepala tetua dari sekte Bukit Halilintar. Pelaku pembunuh terhadap istrimu, Dewi Pedang Kembar. Orang yang sudah memberikan luka berat kepada anakmu sekaligus orang yang sudah membunuh Zhan Yi," Shin Shui berkata dengan tegas dan berwibawa.


Mendengar hal ini, Raja Iblis Merah bagaikan disambar petir tepat pada kepalanya. Wajahnya semakin menampakkan kemarahan besar, matanya menatap sangat tajam.


Sebenarnya dia tidak percaya sepenuhnya, tapi ketika dia melihat bahwa pemuda yang dihadapannya bisa mementalkan jurus dan masih bisa berdiri dengan tenang, itu bisa dijadikan alasan kuat untuk membuatnya percaya.


"Keparat … kau harus mati untuk menebus semua kesalahanmu," kata Raja Iblis Merah.


Tapi dia tidak langsung menyerang, melainkan mengamati Shin Shui dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bagaimanapun juga, pendekar muda yang ada dihadapannya kini bukanlah pendekar biasa.


"Mereka memang pantas menerima hal itu karena sesuai dengan perbuatannya," jawab Shin Shui sambil tersenyum.


"Sombong!!! Terimalah kematianmu bocah …" Raja Iblis Merah ingin menyerang langsung, tapi dengan segera Shin Shui memberikan isyarat tangan kepadanya supaya menahan serangan itu.


"Ada apa? Kau takut?"


"Tidak sama sekali. Aku hanya meminta permintaan kepadamu, aku yakin kau masih menjunjung tinggi sifat seorang pendekar sejati," kata Shin Shui.


"Katakan apa maumu …"


"Pertama, aku meminta waktu untuk menyelamatkan keenam pendekar ini dengan membawanya ke tabib. Kedua, aku ingin kau membuatkan benteng pelindung supaya mereka yang sedang bertarung tidak terkena imbasnya," kata Shin Shui.


"Baik. Segera lakukan," jawab Raja Iblis Merah singkat.


Setelah mendapat persetujuan, Shin Shui lalu dengan cepat membawa keenam pendekar itu kepada para tabib yang bertugas untuk mengobati orang-orang yang terluka dalam perang besar ini.


Hanya beberapa saat, Shin Shui sudah berhasil mengantarkan mereka. Kini yang ada disana hanyalah Raja Iblis Merah dan juga Shin Shui.


Raja Iblis Merah lalu membuat sebuah benteng pelindung transparan yang tidak mungkin bisa ditembus oleh siapapun jika tingkat pelatihan berada dibawah dia sendiri.

__ADS_1


"Semua permintaanmu sudah aku lakukan. Sekarang segera terimalah kematianmu," kata Raja Iblis Merah.


"Aku sangat bangga jika bisa tewas ditanganmu," jawab Shin Shui.


Lalu kedua kepala tetua aliansi itupun memejamkan matanya dan menghimpun tenaga sejati lalu disalurkan seluruh tubuh.


Udara menjadi sesak disekitar tempat mereka, meskipun tidak bisa merasakan dampak pertarungannya nanti, tapi tetap bahwa mereka yang diluar benteng pelindung pun akan merasakan besar dan dahsyatnya kedua ketua pemimpin dari masing-masing aliansi itu.


Kini seluruh tubuh Shin Shui dan Raja Iblis Merah sudah diselimuti dengan aura yang sangat menakutkan. Keduanya sudah tidak mirip seperti manusia, melainkan monster.


Aura pembunuh yang sangat pekat keluar dari tubuh keduanya, tapi Shin Shui masih kalah dalam hal ini. Entah dalam hal lainnya.


Shin Shui merenung sesaat sebelum pertarungannya dimulai, semua ucapan dan ramalan yang dikatakan oleh Kaisar Naga Merah dan biksu Cian Lie Bun terbukti sekarang.


Ramalan kedua orang itu sangat tepat, semua yang diramalkan terjadi. Shin Shui masih mengingat semua ucapan ramalan tersebut.


"Guru, restui muridmu ini. Aku akan berjuang hingga titik darah penghabisan, jika aku mampu … aku akan membalaskan dendam guru dimasa lalu kepada Raja Iblis Merah. Tapi jika tidak, maafkan muridmu ini," gumam Shin Shui lirih sambil membayangkan wajah gurunya. Sosok yang selalu dia rindukan setelah kedua orang tuanya.


Kedua pemimpin itu sudah berada dalam posisi siap siaga. Tampaknya mereka sedang mengamati dan mengukur sampai dimana kemampuan lawannya masing-masing.


Shin Shui yang sudah siap dari tadi, dengan mudahnya menghindari serangan pertama dari Raja Iblis Merah yang berupa sebuah pukulan dahsyat.


Tak berhenti sampai disitu, Raja Iblis Merah pun kembali menyerangnya dengan gerakan tiba-tiba. Kedua tangannya mengepal dengan keras dan mengandung energi dahsyat.


Deru angin yang dikeluarkan oleh Raja Iblis Merah itu begitu kencang dan tajam. Beberapa saat lamanya Shin Shui hanya bisa menghindar tanpa bisa membalas serangan.


Tapi lama kelamaan Raja Iblis Merah malah menyerang dengan tangan dan kakinya tanpa henti. Mau tidak mau Shin Shui harus menahan serangan itu.


"BUKK … BUKK …"


Kedua tangan dan kaki mereka kadang-kadang beradu. Setiap kali dua tangan dan kakinya beradu, Shin Shui merasakan panas dan sedikit bergetar.


Dari sini saja dia sudah faham, bahwa kekuatannya masih berada dibawah Raja Iblis Merah setidaknya setengah tingkat. Tapi apa boleh buat, dia harus mampu mengalahkan Raja Iblis Merah. Apapun yang terjadi.


Raja Iblis Merah yang melihat lawannya belum terluka jadi semakin marah. Dia mempercepat gerakan serangannya sehingga mirip sebagai bayangan.

__ADS_1


Karena lawab terus menyerangnya tanpa henti, Shin Shui pun tak mau tinggal diam. Dia mulai membalas serangan dengan jurus-jurus pukulannya yang berbahaya.


"**Pukulan Halilintar …"


"Pukulan Tangan Besi …" Raja Iblis Merah tak mau kalah.


"*DUARR*** …"


Sebuah ledakan kecil terdengar ketika kedua jurus itu beradu. Keduanya sama-sama terhuyung ke belakang. Raja Iblis Merah kaget melihat hal ini, karena baru kali ini saja ada seorang pendekar muda yang mampu menahan serangannya.


"Bagus, kau bisa menahan jurusku. Sekarang, rasakan ini …" kata Raja Iblis Merah kembali menyerang Shin Shui.


Tapi gerakannya kali ini berbeda, setiap serangan dan pukulannya menimbulkan bau busuk. Bahkan Shin Shui tidak berani bernafas.


'Setiap serangannya beracun. Aku harus melindungi semua diriku dari racunnya,' batin Shin Shui.


Pada dasarnya pemuda biru itu memang kebal terhadap racun, tapi lain lagi ceritanya jika didepan Raja Iblis Merah.


Shin Shui mulai menyalurkan tenaga sejatinya menjadi lebih besar lagi. Kekuatan dari Zirah Halilintar dan Kalung Kristal Halilintar sudah dikeluarkan sejak pertama bertarung.


Tapi kedua pusaka yang saling melengkapi itu seperti tidak berguna, kecuali untuk menyalurkan tenaga dan melindungi dirinya sedikit.


Keduanya sudah kembali bertarung dengan sengit. Shin Shui saat ini mencoba untuk menyerang Raja Iblis Merah.


Dia menendang kesana-kemari, tendangannya begitu kuat dan cepat. Sehingga Raja Iblis Merah beberapa kali harus menahan tendangan itu dengan terpaksa.


"Tendangan Bayangan Halilintar …"


"WUSHH …"


Sebuah tendangan yang mengandung energi halilintar meluncur kepada Raja Iblis Merah. Dia sempat menghindari tendangan itu, tapi sayang sedikit terlambat. Sehingga pundak kanannya terserempet sedikit.


Raja Iblis Merah terpundur ke belakang beberapa langkah. Tendangan Shin Shui tidak melukainya dengan berat, tapi sedikit garis mereh terlihat disana karena bajunya robek sedikit.


"Bagus. Baru kali ini aku menemukan lawan yang cukup tangguh setelah sekian lama mengasingkan diri," ucapnya dengan dingin.

__ADS_1


__ADS_2