
Shin Shui mulai berusaha bangkit berdiri. Matanya mencorong tajam bagaikan harimau yang sedang mengintai mangsanya. Aura diseluruh tubuhnya menjadi semakin pekat dan semakin menekan ruang lingkup dalam jarak tertentu.
Pertarungan diluar pun tak kalah hebatnya. Perlahan tapi pasti keadaan mulai berbalik kembali. Pendekar-pendekar aliansi besar aliran putih mulai mendesak musuh-musuhnya.
Semua orang sedang marah, semuanya sedang berjuang. Teriakan demi teriakan terus terdengar mewarnai kematian yang saling susul-menyusul.
Udara saat ini tiba-tiba terasa sesak. Langit yang tadinya hanya sedikit mendung, kini menjadi sedikit menghitam bagaikan pertanda bahwa badai besar akan turun.
Di sisi lain, secara perlahan Shin Shui mulai menyalurkan seluruh kekuatannya. Kalung Kristal Halilintar dan Zirah Perang Halilintar semakin menyala terang. Kilatan halilintar dari tubuhnya semakin besar.
"ARGHHH …"
Shin Shui berterikan bagaikan monster yang kesakitan. Amarahnya sudah benar-benar meluap ketika melihat banyaknya nyawa manusia yang tergeletak bagaikan kambing kelaparan.
"WUSHH …"
Hanya sedikit bergerak saja, Shin Shui sudah tiba didepan Raja Iblis Merah hingga membuat pemimpin besar aliran hitam itu kaget bukan kepalang.
Shin Shui langsung memberikan sebuah pukulan telak yang mengarah kepada wajahnya, sekali pukul, Raja Iblis Merah terpental hingga beberapa tombak sambil berjumpalitan.
"Ughhh …" dia mengeluh sesaat ketika wajahnya terasa sedikit sakit.
"Hahaha … bagus. Akhirnya kau marah, ayo … keluarkan seluruh kekuatanmu bocah. Aku ingin mengetahui secara pasti sebelum kau menemui Dewa Kematian," kata Raja Iblis Merah sambil berdiri tenang.
Tak mau kalah, pemimpin besar aliansi aliran hitam itupun menaikan kemampuannya sedikit supaya bisa menyamai Shin Shui.
Hawa di arena pertarungan mereka berdua pun semakin sesak. Udara pecah, langit semakin kelam dan deru angin yang tajam mulai menerpa tubuh.
"WUSHH …"
Kembali Shin Shui menyerang Raja Iblis Merah. Kecepatannya benar-benar seperti kilat yang menyambar. Sangat cepat, sangat tepat, dan sangat mematikan.
Kalau lawannya bukan Raja Iblis Merah, tentu mereka akan ketakutan setengah mati. Tapi kali ini lawannya adalah dia, pendekar terkuat diseluruh kekaisaran Wei.
Dalang dari semua kerusuhan selama ini, musuh bebuyutan gurunya, Lao Yi. Sekaligus pemegang kitab tanpa tanding, yaitu Kitab Dewa Iblis. Bahkan dia sudah benar-benar mencapai tahap sempurna.
Sangat jauh dengan Shin Shui yang baru menginjak di tahap akan menuju kata sempurna. Bahkan mungkin masih jauh.
__ADS_1
Satu kedipan mata, Shin Shui sudah kembali berada didepan Raja Iblis Merah. Dia kembali memberikan serangan pukulan yang jauh lebih kuat.
Keduanya sudah kembali memulai pertarungan mereka. Tapi lebih hebat lagi, gerakan kedua pemimpin besar itu tidak akan terlihat bagi mereka yang tingkatannya jauh dibawah keduanya.
Shin Shui memberikan hujan pukulan dan tendangan, tapi dengan sigap semua hujan serangan itu dapat ditahan dan dihindari oleh Raja Iblis Merah.
Adu serangan kembali terjadi. Kilatan energi yang berlawanan dari mereka terlihat bersinar terang dibawah langit yang kelam. Suara adu jurus sudah terdengar mewarnai suasana menyeramkan ini.
"BUKK … BUKK …"
Tangan Shin Shui beradu dengan tangan Raja Iblis Merah. Begitupun kakinya, keduanya terpental dan merasakan tubuh mereka sama-sama bergetar.
"Langkah Bayangan Halilintar … Tapak Pencabut Nyawa …"
"WUSHH …"
Shin Shui kembali melesat. Tapi ditengah jalan tiba-tiba dia menghilang bagaikan ditelan bumi. Raja Iblis Merah sedikit panik, tapi buru-buru dia menguasai dirinya sendiri.
"Tapak Air Hitam …"
"WUSHH …"
"DUARR …"
Dua jurus tingkat tinggi beradu. Ledakan terdengar begitu keras, langkah yang dilakukan Raja Iblis Merah memang tepat. Karena Shin Shui berniat menyerang dari arah belakang, tapi sayangnya semua itu sudah dirasakan oleh Raja Iblis Merah.
Saat ini keduanya sedang beradu tapak. Tangan mereka menempel tak bisa dilepaskan. Masing-masing tak mau kalah.
"Haaa …"
Shin Shui dan Raja Iblis Merah menghentakkan kakinya secara bersamaan. Keduanya kembali terpental jauh. Tapi dengan cepat pula sama-sama bangun dan kembali bertarung.
Pertarungan sengit pun sudah kembali beradu. Lebih dahsyat, lebih hebat, dan tentunya lebih mengerikan.
"Hujan Pasir Neraka …"
"WUSHH …"
__ADS_1
Tiba-tiba Raja Iblis Merah memberikan serangan jurus yang tak disangka. Dari langit perlahan turun hujan pasir membentuk sebuah jarum yang begitu tajam.
Jurus ini merupakan serangkaian jurus dari sebuah kitab bernama Kitab Pasir Kematian. Salah satu kitab yang masuk dalam jajaran kitab pusaka tanpa tanding.
Kitab Pasir Kematian berada pada posisi keempat. Diatas Kitab Bayangan satu tingkat, yang berada pada posisi kelima (sebelumnya sudah disebutkan).
Ternyata menurut kabar bahwa Raja Iblis Merah memiliki banyak kitab pusaka tanpa tanding itu memang benar adanya. Tapi hal ini masuk akal, karena dialah pendekar terkuat, bahkan mungkin pendekar paling misterius.
Dulu, Lao Yi atau Pendekar Guntur pun tidak bisa mengalahkannya. Andai kekuatan Raja Iblis Merah masih sama dengan dahulu. Pasti Shin Shui sudah bisa membunuhnya.
Tapi sekarang? Entah sudah berapa puluh kali lipat kekuatannya lebih dahsyat. Apakah Shin Shui bisa mengalahkannya? Kita lihat saja nanti.
Hujan pasir yang membentuk sebuah jarum dan mengandung hawa panas pun sudah semakin dekat dengan Shin Shui. Tapi dalam posisi seperti ini, pemuda biru itu masih bisa berdiri dengan tenang.
Bahkan masih bisa tersenyum, orang-orang yang melihat kejadian ini pastilah akan menganggap dia sudah gila. Padahal tidak, mungkin justru mereka yang gila. Gila karena tidak menyangka ada pendekar muda seperti Shin Shui.
"Tapak Penghalang Badai …"
"WUSHH …"
Shin Shui berputar beberapa kali putaran ketika hujan pasir itu sudah semakin dekat jaraknya dengan dia sendiri. Lalu kedua tangan yang membentuk tapak itu diangkat ke atas menyambut jurus yang datang.
"DUARR …"
Hujan jarum dari pasir itu musnah, hancur berantakan dan kembali menjadi debu. Shin Shui sudah kembali menyerang, dia tidak berhenti sampai disitu saja.
"Tapak Penghancur Jagad Raya …"
Sebuah energi yang besar dan dahsyat kembali akan menghantam Raja Iblis Merah. Jurus itu melesat dengan kecepatan kilat.
"Pukulan Dewa Iblis …"
"DUARR …"
Ledakan kembali terjadi. Debu-debu sudah mengepul tinggi. Raja Iblis Merah kembali terpental. Tapi kali ini, terlihat ada noda darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Hahaha … akhrinya aku bisa menemukan lawan yang sepadan denganku setelah sekian lama menanti. Tidak sia-sia aku mengumpulkan kitab pusaka dan menyempurnakannya selama ini. Mari kita lihat, sampai dimana kemampuanmu untuk melawanku …" kata Raja Iblis Merah dengan suara lantang dan senyuman yang menakutkan.
__ADS_1
Raja Iblis Merah mulai memejamkan mata. Kekuatannya tiba-tiba keluar menjadi lebih dahsyat, jauh daripada sebelumnya. Saat ini, sepertinya dia memang benar-benar mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk bertarung melawan Shin Shui.