Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Jadikanlah Sesuatu Apapun Sebagai Panutan, Ambilah Sisi Baiknya


__ADS_3

Suara riuh penonton langsung menggema saat mengetahui bahwa gadis cantik bernama Qiu Qi itu memenangkan pertandingan. Dengan wajahnya yang cantik bagai bidadari, ternyata dibalik itu dia memiliki kekuatan yang mengerikan, pikir orang-orang disana.


Saat ini matahari mulai terbenam, karena waktu yang tidak memadai, jadi kompetisi tiga murid lainnya akan dilakukan besok hari.


"Mohon maaf kepada para hadirin dan tamu kehormatan yang hadir dalam kompetisi ini. Karena matahari sudah mulai terbenam, terpaksa tiga pertandingan lainnya akan dilanjutkan besok hari. Harap hadirin semua bisa memaklumi hal ini." ucap wasit saat mengumumkan pertandingan yang akan dilanjut besok pagi.


Karena wasit sudah memberikan penjelasan tentang kompetisi yang akan dilanjutkan besok, para penonton mulai pergi meninggalkan arena itu. Mereka berencana akan kembali besok hari, bagaimanapun pertandingan ini tidak boleh dilewatkan, pikir mereka.


Di jajaran tamu kehormatan …


"Bagaimana pahalwan muda? Apakah anda terhibur dengan pertandingan tadi?" tanya Kaisar Wei An kepada Shin Shui.

__ADS_1


"Sangat terhibur kaisar. Aku sangat berterimakasih bisa diperbolehkan menyaksikan kompetisi ini, terlebih sudah dijadikan sebagai tamu kehormatan," jawb Shin Shui.


"Ahhh … itu memang harus pahlawan muda, tentunya kehadiran pahlawan muda disini akan memotivasi banyak orang. Sebab bagaimanapun juga, pahlawan muda merupakan sosok yang selalu dijadikan panutan oleh para orang tua kepada anak-anaknya," kata Kaisar Wei An yang menjelaskan bahwa Shin Shui adalah panutan.


"Ahhh … itu terlalu berlebihan kaisar. Aku bukanlah orang baik, tapi mungkin aku juga bukan orang jahat. 'Manusia itu berada ditengah-tengah sifat baik dan buruk. Manusia tidak selalu akan baik dan tidak selalu juga akan buruk'. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan dan aku anggap benar." jawab Shin Shui.


Mendengar jawaban Shin Shui yang terus merendah, akhirnya kaisar tidak berniat membahasnya lebih jauh lagi. 'Benar-benar panutan, selain ilmunya yang sangat tinggi, pahlawan muda memang sosok yang rendah hati' batin kaisar.


###


Hari sudah berganti. Rembulan yang semalam terlihat malu menampakkan dirinya, kini sudah diganti dengan sang surya yang terlihat bersemangat menyinari bumi.

__ADS_1


Suara burung dekat istana terdengar menenangkan jiwa, para tamu kehormatan dan para muridnya saat ini sedang menikmati secangkir teh bersama kaisar, tentunya pahlawan muda mereka ikut disana.


"Mungkin pahlawan muda ada sedikit saran atau masukan untuk penerus generasi ini. Semoga saja generasi muda ini bisa lebih bersemangat untuk menjunjung tinggi keadilan." kata kaisar yang meminta Shin Shui untuk memberikan motivasi kepada murid-murid berbakat.


"Hemmm… aku tidak pandai memberikan kata-kata motivasi sebenarnya. Tapi … 'jika kalian bertarung dengan pedang. Maka jangan hanya menjadi sang pemilik pedang. Tapi kalian harus bisa menjadi bagian atau bahkan menjadi pedang itu sendiri. Segala sesuatu haruslah dibarengi dengan penjiwaan, jika kalian sudah bisa menjiwainya, maka kalian akan menjadi bagian dari sesuatu itu sendiri." kata Shin Shui lalu menyeruput teh hijaunya.


"Ingat … jika kalian sudah berhasil mencapai puncak, jadikanlah sesuatu apapun sebagai panutan kalian dan ambil sisi baiknya. Lihat langit, dia tidak sombong akan ketinggiannya, lihat air … dia tetap tenang dalam kondisi apapun. Tapi jika dia terusik, maka dia bisa lebih mengerikan daripada monster. Dan lihat binatang, mereka akan melakukan apa yang mereka anggap benar karena mereka punya alasan yang kuat. Semoga kalian bisa menyibak tabir didalamnya." kata Shin Shui melanjutkan pembicaraannya yang terhenti karena menyeruput teh.


Setelah waktu kompetisi sebentar lagi akan dimulai, mereka langsung berjalan menuju ke arena pertandingan bersama-sama.


Masing-masing murid dari berbagai sekte benar-benar merasa termotivasi oleh kata-kata Shin Shui. Sedangkan para tetua dan kaisar masih kaget tidak percaya atas apa yang diucapkan Shin Shui.

__ADS_1


'Pemuda ini benar-benar luar biasa, dia memberikan motivasi seolah dia pernah merasakan semuanya, padahal umurnya sama dengan anak-anak itu.' batin salah sati tetua yang memuji Shin Shui.


__ADS_2