Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Maafkan Aku


__ADS_3

Cukup lama orang-orang itu berbincang santai dengan Shin Shui. Tapi ditengah perbincangan mereka, pemuda biru itu merasakan seperti ada sesuatu yang kurang. Tapi entah apa itu. Dia mulai berfikir sesuatu apa yang kurang, setelah beberapa saat akhrinya dia mengerti.


"Senior, Yun Mei dimana? Kenapa aku tidak melihat dia menyambut kedatanganku seperti yang lainnya?" tanya Shin Shui pelan kepada Yashou.


Bukankah dulu Yun Mei sangat dekat dengan dirinya? Bahkan ketika Shin Shui akan pergi meninggalkan Bukit Awan, gadis cantik itu mencium pipinya. Tapi kenapa ketika sudah mengetahui siapa pendekar bertopeng tadi gadis itu tidak menyambutnya? Berbagai pertanyaan muncul di kepala Shin Shui saat ini.


"Dia ada disana. Sepertinya dia marah kepadamu Shui'er, mungkin karena kau menyamar menjadi pendekar bertopeng tadi," kata Yashou.


Memang, gadis cantik itu sekarang sedang duduk dengan melipatkan kedua tangannya didepan dada. Bibir mungilnya sedikit monyong. Matanya agak melotot melihat ke arah Shin Shui. Tergambar sudah kekesalan di raut muka gadis cantik tersebut.


Karena Shin Shui sudah mengetahui alasan Yun Mei tidak menyambutnya, dengan segera dia menghampiri Yun Mei.


"Permisi sebentar senior sekalian, aku akan menghampiri seseorang terlebih dahulu." kata Shin Shui langsung melangkahkan kakinya ke arah Yun Mei.


"Hei Memei, kenapa kau tidak menyambut kedatanganku? Tega sekali kau," ucap Shin Shui berusaha menggoda gadis itu sembari mengambil tempat duduk tepat di pinggirnya.


Yun Mei masih terdiam. Bahkan dia memalingkan mukanya dari Shin Shui. Wanita terkadang memang malu-malu kucing.


"Memei, ayolah jangan marah. Aku kan tidak ada maksud apa-apa, aku menyamar menjadi pendekar bertopeng hanya untuk mengetes kekuatan sekte kita. Ayolah, maafkan aku," ucap Shin Shui memohon sembari memegangi tangan gadis tersebut.

__ADS_1


Yun Mei masih tidak mau menjawab. Tapi mukanya sudah di palingkan kembali ke arah Shin Shui. Bukannya bicara, gadis itu malah melotot ke arahnya.


"Hei jangan seperti itu kepadaku, aku jadi takut melihatmu. Ayolah gadis cantik, maafkan aku. Nanti setelah acara ini selesai kita habiskan waktu berdua. Emm … kau mau kan?" Shin Shui kembali menggodanya. Kali ini kedua alisnya naik turun diiringi sedikit senyuman.


"Kenapa kau menyamar menjadi orang lain? Apakah kau tidak kasihan denganku yang selalu menunggu kehadiranmu? Kenapa tidak bilang dari awal bahwa tadi itu kamu? Tega sekali kau, bagaimana kalau aku tadi sampai melukaimu- …" Yun Mei marah-marah kepada Shin Shui. Tapi kata-katanya terus berputar disitu saja, padahal sebelumnya sudah dijelaskan oleh Shin Shui.


Tanpa menunggu lama, pemuda biru itu langsung memeluk Yun Mei sembari mengusap-usap lembut kepalanya. Dia terus berusaha menenangkan gadis itu karena ternyata Yun Mei sampai menangis. Padahal hanya karena masalah sepele, pikir Shin Shui. Tapi pria dan wanita tidaklah sama.


"Sudahlah maafkan aku Memei. Tapi aku tidak ada maksud apa-apa, seperti yang aku katakan tadi. Aku hanya ingin mengetes dan memberikan kejutan. Sudah jangan nangis lagi," kata Shin Shui mencoba menenangkan Yun Mei.


Shin Shui melepaskan pelukannya, lalu dia mengusap lembut air mata gadis itu yang masih membasahi pipinya. Terlihat senyuman yang mampu membuat siapapun tersipu malu dilemparkan oleh Yun Mei kepada Shin Shui.


Muda-mudi itu tak menyadari bahwa dibelakang, entah berapa puluh pasang mata yang sedang menyaksikan kejadian ini. Bahkan sebagian dari mereka ada yang hanyut terbawa suasna.


"Sudahlah segera saja menikah. Kalian berdua sangat cocok," kata Ye Rou kepada keduanya yang diiringi anggukan oleh yang lain.


Keduanya tidak menjawab. Mereka hanya melemparkan senyuman manisnya. Semua orang-orang itu entah berapa lama dalam suasna seperti ini, hingga akhirnya raut wajah Shin Shui berubah serius.


Pemuda biru itu tiba-tiba memanggil burung phoenix birunya dengan bersuit. Tak lama, seekor burung phoenix biru pun terlihat terbang mengelilingi tempat itu lalu hinggap di bahu kanan Shin Shui.

__ADS_1


"Mohon maaf senior sekalian. Ada tamu dari diluar disini," kata Shin Shui dengan nada serius.


Orang-orang disana jelas kaget mendengar pernyataan Shin Shui. Tamu dari luar? Apakah berarti ada golongan hitam pada acara ini? Pikir orang-orang disana.


"Phoenix biru, apakah kau merasakan apa yang aku rasakan?" tanya Shin Shui kepada phoenix biru secara berbisik.


"Aku merasakan Shui'er," jawab phoenix biru.


Shin Shui lalu menatap tajam ke arah yang dimaksud. "Disana …" kata Shin Shui dengan keras.


"WUSHH …"


Tiba-tiba burung phoenix biru itu terbang dengan cepat dan tajam ke arah yang ditunjuk Shin Shui.


Suasana kembali hening dan tegang. Mereka belum mengetahui pasti apa yang dimaksud oleh Shin Shui. Tapi mereka yakin, bahwa ada sesuatu yang tidak beres saat ini.


###


Yang satu lagi nanti ya, soalnya agak repot sekarang, hehe. Sekalian sama Cakra Buana juga nanti. Tapi pasti up lagi, buat naskah dua novel agak susah, apalagi sehari dua😂😂

__ADS_1


Selamat Malam Minggu☕


Salam Manis!!! Jika ada kekurangan silahkan disampaikan dengan bijak🙏


__ADS_2