
Satu bulan berlalu, selama satu bulan belakang juga Yun Mei terus belajar jurus dan ilmu silat Belalang Sembah yang diberikan oleh Yashou. Selama sebulan itu juga dia digembleng habis-habisan oleh pendekar tua itu.
Tapi meskipun begitu, Yun Mei tidak merasa keberatan. Gadis cantik itu malah bersyukur karena sekarang dia hanya tinggal melancarkan gerakan silat dan jurus-jurus yang diajarkan oleh Yashou.
Benar, Yun Mei diwariskan Kitab Belalang Sembah. Dimana kitab itu mengajarkan gerakan silat Belakang Sembah dan juga mengajarkan jurus-jurus yang sangat dahsyat. Bahkan Yashou bisa memiliki nama yang amat terkenal didunia persilatan pun karena dia berhasil menguasai kitab itu.
Dan sekarang kitab itu diwariskan kepada Yun Mei? Tentu saja dia juga bisa seperti Yashou suatu saat nanti. Meskipun sekarang dia belum mampu menggunakan semua yang diajarkan oleh Kitab Belalang Sembah, tapi itu lebih dari cukup untuk menjaga dirinya melakukan pengembaraan nanti.
Sekarang dibawah teriknya matahari, Yashou dan Shin Shui sedang memperhatikan Yun Mei yang sedang melatih gerakan silat Belalang Sembahnya. Gerakannya begitu cepat dan kuat. Tubuh rampingnya mendukung untuk melakukan gerakan silat Belalang Sembah yang mematikan itu.
Yashou dan Shin Shui terpukau juga ternyata dengan penampilan Yun Mei. Keduanya seperti terbius oleh gadis cantik tersebut, bahkan menurut Yashou gerakan Yun Mei jauh lebih sempurna dari dia sendiri.
"Tidak salah aku mewariskan ilmu ini kepadamu Mei'er." gumamnya perlahan. Secara tidak langsung harapan pendekar tua itu bertambah lagi. Rasanya pintu untuk menuju perdamaian semakin terbuka lebar.
Ditengah lamunannya, tiba-tiba saja Shin Shui melompat tepat ke depan Yun Mei yang sedang berlatih. Tanpa basa-basi lagi pemuda biru itu langsung menyerang Yun Mei.
__ADS_1
Tapi meskipun begitu, tentu saja Shin Shui tidak serius. Dia hanya ingin mengetes sampai dimana kekuatan Yun Mei sekarang. Dia langsung memberikan serangan yang agak cepat gerakannya. Pukulan beruntun mulai dia kerahkan.
Di sisi lain, Yun Mei bisa menahan serangan Shin Shui dengan gesit. Gerak tangan dan kakinya sangat selaras indah. Gerakannya bagaikan air yang mengalir.
Shin Shui terus memberikan serangan, kali ini kakinya ikut menyerang juga. Kaki kanannya diayunkan ke samping mengincar tulang rusuk. Tapi Yun Mei dengan sigap menahannya memakai sikut kiri. Karena gerakannya lebih cepat dari Shin Shui, al hasil sebuah totokan berhasil mendarat di paha Shin Shui.
"Ughhh … sakit juga," keluhnya.
Dia langsung menarik kakinya. Totokannya pelan, tapi pastinya tajam. Sehingga pemuda biru itu merasakan kakinya kaku untuk beberapa saat.
Yun Mei belum berhenti sampai disitu, dia kembali menyerang Shin Shui. Bahkan kali ini setiap serangan dialiri tenaga dalam yang cukup besar. Kedua tangannya dibentangkan dan jarinya sudah dilipat membentuk paruh yang tajam.
"Ahhh …"
Gadis itu berhasil mendaratkan kedua totokan tangannya pada bagian lipatan tangan Shin Shui. Dilanjut dengan menotok semua peredaran darah. Sehingga pemuda biru itu terkunci tanpa bisa bergerak sedikit pun.
__ADS_1
"Kau kalah Shushi … hahaha," kata Yun Mei mengejek Shin Shui sembari pergi menghampiri Yashou.
"Prokk … prokk … prokk …" Yashou bertepuk tangan.
"Kau berhasil Mei'er. Aku yakin beberapa tahun lagi kau akan menjadi pendekar wanita yang sangat kuat, asalkan kau mau mengasah ilmu yang aku berikan," kata Yashou yang terlihat sangat bangga.
"Terimakasih senior. Aku berjanji akan menjadi lebih baik lagi," balasnya sembari menundukkan kepala tanda hormat.
Keduanya lalu duduk kembali dibawah pohon sakura yang indah itu. Sedangkan Shin Shui masih terkunci dibawah teriknya panas matahari. Sebenarnya dia bisa melepaskan totokan yang diberikan Yun Mei tadi, tapi Shin Shui lebih memilih untuk tidak melakukannya.
"Memei, lepaskan totokan ini. Tega sekali kau padaku," ucap Shin Shui merengek kepada gadis itu.
"Hahaha … baiklah-baiklah."
Gadis cantik itu langsung melesat menuju ke arah Shin Shui. Dengan segera dia melepaskan semua totokannya tersebut.
__ADS_1
"Huhh kau ini …" ucap Shin Shui berlagak cemberut.
Keduanya lalu kembali ke tempat Yashou dan berbincang ringan beberapa saat sebelum kembali masuk ke dalam sekte.