
"Keparat jahanam!!!" pimpinan pria mengeluh kesakitan.
Kedua pimpinan itu tidak langsung kembali menyerang, mereka berdiam beberapa saat sambil menghilangkan efek dari pukulan yang diberikan oleh Shin Shui dengan tenaga dalamnya masing-masing.
"Kekuatan kalian hanya seperti ini? Sungguh tidak pantas untuk menjadi pemimpin," kata Shin Shui memanas-manasi keduanya.
Betapa geramnya kedua pimpinan kelompok Perampok Ular Hitam itu ketika mendengar ejekan Shin Shui yang entah keberapa kali.
"Jangan sombong kau bocah!!! Baik, kami akan memberikan permainan yang lebih menarik lagi," ucap si pria.
Keduanya kembali menyerang Shin Shui dan masih menggunakan jurus yang sama, yaitu "Sepasang Ular Mematuk Mangsa". Tapi agaknya kali ini mereka menyalurkan tenaga dalam pada setiap serangan lebih besar daripada sebelumnya.
Terlihat saat keduanya memberikan serangan, maka deru angin yang ditimbulkan pun lebih besar daripada tadi. Shin Shui mulai menahan setiap serangan Sepasang Ular Pemangsa tersebut, pemuda biru itu juga sedikit terkejut saat menyadari tenaga dalam lawan menjadi lebih besar.
"Sepasang Ular Penguasa …"
"WUSHH …"
Tiba-tiba saja kedua pimpinan kelompok Perampok Ular Hitam menyerang lebih cepat dan ganas. Bahkan kali ini setiap serangannya menimbulkan asap berwarna ungu dan hijau pekat.
Sehingga hanya beberapa waktu saja, area tempat mereka bertarung sudah dipenuhi oleh asap tersebut yang tak lain merupakan racun tingkat tinggi.
Mungkin tidak ada yang mengetahui bahwa saat ini didalam pekatnya asap itu, tiga orang pendekar sedang bertarung dengan sengit.
Shin Shui terus menahan serangan kedua lawannya tanpa bisa membalas, hal ini terjadi tak lain karena dia tidak bisa melihat apa-apa kecuali asap. Bahkan lama kelamaan pemuda biru itu merasa sangat sesak dan juga begitu pusing, mungkin karena kelamaan didalam asap racun.
Shin Shui memutar otak disaat badai serangan menyerangnya, dia sedag berfikir keras bagaimana cara untuk keluar dari asap beracun ini. Tak lama pemuda biru itu mndapatkan sebuah ide yang mungkin akan berhasil.
"Tapak Halilintar …"
__ADS_1
"WUSHH …"
Shin Shui memberikan serangan tapak kesana-kemari hingga dia berhasil mengenai kedua pimpinan itu bahkan sampai kembali terpental. Setelah mereka terpental, asap beracun itu pun perlahan hilang dari pandangan.
Buru-buru Shin Shui menyalurkan tenaga sejati ke seluruh tubuhnya. Dia merasa sesak, lemas, dan juga sedikit pusing. Bahkan jika pemuda biru itu terkurung didalam asap beracun tadi lebih lama beberapa saat lagi, maka dia bisa mengalami luka dalam.
Kedua pimpinan perampok itu sudah berdiri kembali, sorot mata keduanya begitu tajam dan menyeramkan. Benar-benar mirip seekor ular yang mengincar mangsanya.
Tiba-tiba keduanya berpencar ke kanan dan ke kiri, entah apa yang akan pimpina itu lakukan. Shin Shui pun belum mengetahuinya.
"Kau sebenarnya siapa anak muda?" tanya pimpinan pria.
"Siapa aku itu tidak penting, yang penting adalah aku malaikat pencabut nyawa bagi kalian," kata Shin Shui dengan sifat 'gila'nya sambil membalas tatapan tajam mereka.
"Bocah sombong!!!" bentaknya.
"Baiklah, jangan salahkan kami jika kau tewas tanpa nama. Sekarang bersiaplah untuk menerima kematianmu," ucap pimpinan wanita tak kalah angkuhnya.
"Kabut Ular Pemangsa …"
"Serangan Seribu Ular …"
"WUSHHH …"
Tiba-tiba muncul kabut berwarna merah, kabut ini sangat pekat dan sangat tebal. Bahkan lebih tebal dan lebih berbahaya daripada yang sebelumnya.
Shin Shui yang masih kaget karena tiba-tiba tubuhnya terpental belum bisa melakukan persiapan unuk menahan serangan.
Dan tak lama, ditengah kekagetannya dia merasakan ada banyak serangan yang datang ke arahnya. Benar saja, pemuda biru itu kini dihujani pukulan dan tendangan yang tiada hentinya.
__ADS_1
Tapi Shin Shui tidak melawan, bukan tidak sanggup. Tapi dia sengaja, pemuda biru itu sengaja ingin bermain-main dengan pimpinan yang sombong tersebut.
Sehingga, baru beberapa waktu saja kedua pimpinan itu sudah menyerang dari segala arah kepada Shin Shui dengan jurus mautnya.
Karena melihat tidak ada perlawanan dari Shin Shui, maka kedua pimpinan tersebut menyudahi semua serangannya. Dan tak lama, mereka pun tertawa dengan lantang saat menyadari Shin Shui sudah tergeletak.
Para warga desa Teratai Merah yang sedari tadi memperhatikan pertarungan itu dari jauh, kini merasa sangat cemas dan ketakutan. Hal ini terjadi karena jika pemuda yang sudah menyelamatkan mereka kalah, maka desa Teratai Merah berada dalam bahaya.
"Semangat tuan muda, semangat. Kami semua mendukungmu," gumam kakek pemilik kedai makan sambil mengepal gemas.
"Hahahaha … mana yang kau bilang akan menghancurkan kami? Jangan pernah mimpi bocah. Yang begini malaikat pencabut nyawa? Hahaha … sungguh memalukan," ejek si pimpinan pria.
Rasanya lega sudah hati kedua pimpinan Perampok Ular Hitam karena pendekar muda yang sudah mempermalukan dirinya telah tewas oleh tangannya sendiri.
Bahkan, kedua ketua perampok yang pergelangan tangannya dipatahkan Shin Shui pun turut tertawa lantang.
"****** kau bocah sombong … hahaha. Itulah akibatnya kalau berani pada Perampok Ular Hitam," ucap si Pendekar Golok Merah.
Keempatnya pun berniat untuk pulang lagi ke markas utamanya karena musuh utama sudah tewas. Tentunya mereka akan merayakan kemenangan ini. Tapi sebelum keempatnya benar-benar pergi, tiba-tiba …
"Hahahaha … sudah puas kalian tertawanya? Sudah puas bicara yang hanya omong kosong? Hahaha …" Shin Shui mendadak bangun dan langsung tertawa dengan lantang.
Sehingga bukan hanya ketua dan kepala pimpinan perampok saja yang terkejut, namun para warga desa Teratai Merah pun tak kalah terkejutnya.
Mata setiap orang-orang yang melihat kejadian ini pasti terbelalak seakan tidak percaya karena melihat ada seorang pendekar muda yang masih bertahan dari jurus begitu mematikan.
Memang, jika jurus tadi menimpa seorang Pendekar Dewa tahap lima sekalipun, bisa dipastikan pendekar itu aka tewas karena mengingat jurus keduanya merupakan gabungan dan saling melengkapi satu sama lain.
Melihat ini, para warga desa Teratai Merah menyangka bahwa Shin Shui adalah jelmaan seorang dewa atau paling tidak utusannya, maka mereka pun menjadi lebih kagum kepada sosok pemuda biru tersebut.
__ADS_1
Tapi lain cerita dengan kedua ketua dan kepala pemimpin kelompok Perampok Ular Hitam. Mereka sangat terkejut melihat kejadian yang diluar nalar ini.