
Shin Shui yang sedari tadi melihat pertarungan Dong Bo sedikit terpukau atas apa yang dilakukannya.
"Pemuda itu mempunyai kekuatan yang kuat dan telah mencapai tingkat Pendekar Surgawi tahap lima. Jika terus berlatih dengan giat, maka beberapa tahun lagi jika dibantu dengan sumber daya yang memadai, suadara Dong Bo akan menjadi salahsatu pilar sekte Serigala Putih." gumam Shin Shui.
Namun karena tempat duduknya berdekatan dengan tetua yang lainnya, tetua dari sekte Serigala Putih mendengar ucapan Shin Shui tersebut.
"Terimakasih atas pujiannya pahlawan muda. Suatu kehormatan sekte Serigala Putih mendapat pujian dari pahlawan muda." kata tetua sekte Serigala Putih membalas pujian Shin Shui.
Shin Shui sedikit kaget ucapannya tadi ternyata terdengar oleh para tamu kehormatan yang duduk dekat dengan dirinya.
"Ahh … sama-sama senior. Senior terlalu berlebihan tentang junior ini." jawab Shin Shui merendah."
Di arena pertandingan sebelah kiri …
Xue Ying sedang berhadapan dengan seorang pemuda yang terlihat gagah. Pemuda itu memakai baju berwarna merah dengan dalaman berwarna hitam. Di tangan kanan pemuda itu memegang pedang bermata dua, pertarungan diantara keduanya cukup menarik. Dimana kedua pemuda itu sama-sama pendekar pedang.
Xue Ying memakai pakaian kuning emas dengan corak sembilan buah pedang dibelakang menjadi ciri khas bahwa seseorang yang memakai pakaian itu merupakan anggota dari sekte Pedang Emas.
Saat ini keduanya sedang bertarung jarak dekat, setiap ayunan pedang dari kedua pemuda itu menimbulkan angin yang cukup kencang.
"WUSHH …"
__ADS_1
"WUSHH …"
Keduanya sama-sama bergerak cepat dan gerakan pedangnya sulit dilihat mata biasa. Mereka sama-sama menyerang bagiang vital lawannya.
Karena pertarungan jarak dekat tidak membuahkan hasil, akhirnya pemuda yang menjadi lawan Xue Ying mundur beberapa langkah. Pemuda itu terdiam sesaat sebelum mengayunkan pedangnya ke kanan dan kiri.
Sebuah energi tipis berwarna hijau terbentuk seperti pedang dan melesat menyerang ke arah Xue Ying. Melihat lawannya mulai menggunakan jurus, Xue Ying hanya bisa bertahan untuk saat ini. Dia berada dalam posisi yang tidak diuntungkan karena efek dari jurus lawannya.
Saat melihat celah dari lawannya, Xue Ying yang sedari tadi bertahan dan menghindar sekarang mulai menyerang balik. Dia bergerak dengan cepat layaknya kilat, gerakannya sangat cepat, sehingga lawannya tidak menyadari bahwa Xue Ying tadi didepannya kini sudah berpindah tempat menjadi dibelakangnya.
Tapi saat Xue Ying mengayunkan pedangnya dari belakang, pemuda itu langsung menyadari dan segera berbalik arah. Sontak pedang dari kedua pemuda itu beradu dan menimbulkan suara yang keras.
"WUSHH*** …"
Gelombag kejut yang cukup besar tercipta akibat beradunya kedua pedang itu, debu-debu langsung terangkat dan menyelimuti arena.
Meskipin debu menyelimuti dan membuat pandangan jadi kabur, tapi mereka tetap bertukar serangan dengan sengit.
"Tarian Seribu Pedang"
"WUSHH …"
__ADS_1
Xue Ying mendadak bergerak dengan sangat cepat, pedang yang tadinya hanya terlihat satu buah, saat ini terlihat seperti seribu. Pemuda yang menjadi lawan Xue Ying mendadak kerepotan dan tidak bisa membalas jurus yang diberikan kepadanya.
Xue Ying terus bergerak dengan serangan yang sulit dibaca. Pemuda itu semakin terpojok, dia hanya bisa menahan serangan tanpa bisa berbalik menyerang. Hingga pada akhirnya …
"Ahhh …"
Pemuda itu mengeluh kesakitan saat menyadari bahwa tubuhnya sudah dipenuhi luka sayatan pedang Xue Ying. Dia yang tidak menyadari kapan dirinya diserang menjadi sangat terkejut.
"Ba-bagaimana mungkin … bagaimana dia bisa memberikan luka sebanyak ini padaku. Padahal sudah jelas aku selalu menahan serangannya." gumamnya sembari menahan rasa sakit.
Saat Xue Ying akan mengakhiri pertandingan itu dengan jurus lainnya, pemuda itu segera mengatakan bahwa dia menyerah.
"Aku menyerah." ucapnya dengan posisi pedang ditancapkan ditanah untuk menopang tubuhnya.
"Terimakasih sudah memberikanku kemenangan," balas Xue Ying.
"Tidak. Ini memang kenyataannya, meskipun diteruskan aku tidak akan bisa mengalahkan saudara Xue," kata pemuda itu sembari memberi hormat.
"Baiklah … pemenangnya adalah Xue Ying dari sekte Pedang Emas." sang wasit mengumumkan bahwa Xue Ying keluar sebagai pemenang.
Xue Ying dan pemuda itu keluar arena bersamaan, Xue Ying membantu lawannya karena sedikit kesulitan berjalan akibat luka yang dia berikan.
__ADS_1