Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Selamat tinggal


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, kini Yun Mei sudah hampir memahami seluruh isi dari Kitab Tarian Dewi Pedang, sebentar lagi jika dia sudah memahami semuanya maka gadis itu diperbolehkan untuk langsung praktek.


Hal ini tak lain bertujuan supaya tidak ada kesalahan ketika Yun Mei berlatih nantinya. Karena ketika kita belum bisa memahami seluruh isi sebuah kitab, pastinya kita juga tidak diperbolehkan untuk melakukan praktek.


Saat ini sudah malam hari, tapi Shin Shui malah mengumpulkan orang-orang penting Perguruan Bukit Awan. Entah apa yang dimaksudkan oleh pemuda biru itu, mereka sendiri tidak memahaminya.


"Senior sekalian, mohon maaf jika aku kurang sopan mengumpulkan kalian disini ketika malam hari seperti saat ini. Aku ingin membicarakan sesuatu," kata Shin Shui mengawali pembicaraannya.


"Tidak papa Shui'er. Silahkan, lanjutkan apa yang ingin kau bicarakan," kata Yashou menyuruh Shin Shui untuk melanjutkan pembicaraannya.


"Sebenarnya aku berat melakukan hal ini, tapi apa boleh buat. Kenyataan tidak selalu indah seperti impian. Besok pagi aku berniat untuk melakukan pelatihan tertutup. Aku harap tidak ada yang menggangguku, aku ingin segera meningkatkan kemampuanku. Firasatku mengatakan bahwa tak lama lagi sekte aliran hitam akan bergerak kembali, bahkan menurut pemikiranku mereka akan melakukan perang terbuka terhadap sekte aliran putih lainnya."


"Karena itulah aku ingin segera meningkatkan kemampuanku. Aku juga ingin ketika aku pergi besok, senior dengan segera merancang dan mengurus apa saja yang diperlukan untuk membuat sekte. Masalah biaya dan lain sebagainya biar aku yang menanggung, aku berharap ketika kembali nanti Perguruan Bukit Awan ini sudah berubah menjadi sebuah sekte yang cukup megah."


"Jika aku pergi besok, aku akan memberikan separuh harta yang aku punya, kitab pusaka, sumber daya dan lain sebagainya untuk kebutuhan disini selama aku pergi. Aku ingin ketika kembali nanti, orang-orang disini sudah memiliki kekuatan yang setara dengan mereka yang ada diluar sana."


"Alangkah baiknya jika kita menutup diri selama aku pergi. Kunci semua akses masuk ke Perguruan Bukit Awan, berlatih dalam diam itu lebih baik. Kita akan muncul kembali ketika sudah siap dengan kekuatan baru yang lebih dahsyat. Aku juga menitipkan Yun Mei kepada kalian, tolong jaga dia dengan baik. Saat ini dia sedang berlatih Kitab Tarian Dewi Pedang, aku harap diantara para senior ada yang mau menemaninya berlatih. Aku pergi paling lama hanya tiga tahun." kata Shin Shui bicara panjang lebar mengenai maksud dan tujuannya.


Orang-orang sedari tadi tidak ada yang berani memotong ucapan Shin Shui. Sebab meskipun usianya masih muda, tapi dia sangat dihormati dan disegani oleh semua pendekar, khusunya Perguruan Bukit Awan.

__ADS_1


"Bagiamana? Apakah ada yang tidak setuju denganku atau lain sebagainya?" tanya Shin Shui.


"Tidak Shui'er. Kami semua setuju denganmu, terlebih apa yang kau ucapkan itu memang masuk akal. Semua perintahmu akan kami lakukan sebaik mungkin. Aku mewakili semuanya berjanji tidak akan mengecewakanmu," kata Yashou mewakili yang lainnya.


"Terimakasih kalau begitu senior. Silahkan barangkali ada yang mau bicara membahas hal lainnya?" tanya Shin Shui.


"Shushi, apakah kau benar besok pagi akan pergi?" tanya Yun Mei, raut wajahnya menyimpan rasa kesedihan.


"Benar Meimei. Aku ingin menjadi yang tak terkalahkan, selama aku pergi nanti kau harus banyak berlatih. Jangan malas seperti kemarin, pokoknya kalau aku nanti kembali kau masih seperti ini …" tatapan mata Shin Shui berubah tajam.


"Jangan begitu melihatku Shushi. Aku jadi takut. Iyaa aku akan berlatih dengan giat dan sungguh-sungguh. Sudah, jangan melihatku seperti itu," ucap Yun Mei manja sembari memegangi tangan Shin Shui.


###


Hari telah berganti pagi, semua orang-orang Bukit Awan sudah berkumpul di lapangan. Tapi bukan untuk berlatih, melainkan untuk mengantarkan kepergian Shin Shui yang berniat untuk melakukan pelatihan tertutup.


"Senior, didalam Cincin Ruang ini ada lebih dari separuh harta yang aku punya. Didalamnya juga ada banyak sumber daya kuno, kitab, dan pusaka lainnya. Aku harap senior bisa menjaganya dengan baik," kata Shin Shui menyerahkan sebuah Cincin Ruang kepada Yashou.


"Tentu saja Shui'er. Aku pasti akan menjaganya dengan baik," kata Yashou.

__ADS_1


"Meimei, aku pergi dulu. Ingat pesanku semalam, berlatih dengan giat dan sungguh-sungguh," kata Shin Shui mengingatkan kembali Yun Mei.


"Iya Shushi. Kau harus kembali, aku akan merindukanmu. Aku akan menantimu disini," Yun Mei meneteskan air matanya.


Meskipun mereka bukanlah pasangan resmi, tapi entah kenapa keduanya sudah merasa lebih dari sekedar teman. Ketika mereka bersama, pasti akan terasa kehangatan tersendiri.


"Sudahlah jangan menangis. Ini semua demi kebaikan kita," kata Shin Shui sembari mengusap air mata Yun Mei.


"Shushi …" Yun Mei memandangi wajah Shin Shui sesaat. Lalu tak lama gadis itu mencium pipi kiri Shin Shui.


"Kau ini …" Shin Shui mencubit pelan pipi Yun Mei.


"Semuanya, sampai bertemu lagi. Jangan lupa berikan kejutan ketika nanti aku sudah kembali," kata Shin Shui sembari melambaikan tangan yang dibalas dengan yang lainnya.


"Harapan dunia saat ini adalah dirimu Shui'er. Semoga berhasil." gumam Yashou dengan mata berkaca-kaca.


Shin Shui kini telah hilang dari pandangan mereka. Entah kemana perginya pemuda itu, karena dia tidak menyebutkan secara pasti. Bahkan Yun Mei sendiri tidak tahu.


Segera saja mereka membubarkan diri dan kembali untuk melakukan kegiatannya masing-masing. Suasana kembali seperti semula, yang ada hanyalah rasa sedih karena pemuda yang selalu membuat suasana ceria kini pergi untuk sementara.

__ADS_1


__ADS_2