Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Pemimpin Besar


__ADS_3

Tak terasa tinggal tiga hari lagi waktu yang paling berbahagia akan tiba, semua orang sibuk mengurusi tugasnya masing-masing.


Sekte Bukit Halilintar yang sudah megah, diubah menjadi sangat megah lagi. Seolah sekte ini menjadi mirip seperti istana kerajaan.


Tanaman bunga-bunga ada dimana-mana. Ornamen-ornamen mewah terlihat disetiap sudut. Permadani yang elok pun sudah digelar.


Keadaan di sekitar wilayah sekte Bukit Halilintar tak kalah ramainya. Empat desa yang berdekatan, semakin hari semakin dipenuhi oleh orang-orang yang akan hadir ke pesta pernikahan Shin Shui.


Semua penginapan, mulai dari yang kecil hingga yang besar, mulai dari yang sederhana hingga yang mewah, kini semuanua penuh. Tidak ada kamar kosong.


Mereka semua rela membayar mahal hanya karena ingin menghadiri hari bahagia itu. Bahkan sebagian dari mereka rela tidur berhari-hari di hutan karenanya.


Bukan berlebihan, tapi inilah bukti nyata kecintaan semua orang, kekaguman semua orang, bentuk penghormatan semua orang. Hanya untuk satu sosok utama, tak lain sosok itu adalah Shin Shui sang Pendekar Halilintar.


Pahlawan mereka. Pejuang mereka. Dan lebih tepatnya lagi, "malaikat" bagi kekaisaran Wei. Umurnya masih muda, tapi jasanya takkan sanggup digapai oleh siapapun.


Semua orang yang mengetahui akan hal ini pasti pergi untuk menghadiri acara itu. Mereka rela "sengsara". Karena mereka sadar, kesengsaraan mereka bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan kesengsaraan perjuangan Shin Shui.


Ribuan orang dari seluruh pelosok negeri akan hadir. Mulai dari para petinggi, pendekar, para saudagar kaya raya, pejabat penting istana kekaisaran, bahkan orang biasa pun hadir. Hanya untuk satu tujuan. Yaitu menghadiri pernikahan Shin Shui.


Waktu terus berlalu bagaikan busur panah yang melesat dengan sangat cepat. Hari yang dinantikan, hari yang paling berbahagia, kini sudah tiba.


Keamanan ditingkatkan dua kali lipat. Sekte Bukit Halilintar dibuka bagi semua orang. Mulai dari ratusan, hingga jadi ribuan orang, perlahan tapi pasti mulai memenuhi sekte itu.


Para anggota sekte Bukit Halilintar pun sudah siap semuanya. Mereka mengenakan pakaian yang serba mahal dan mewah. Terlebih lagi sang pengantin serasi, Shin Shui dan Yun Mei Xiaoruan.


Keduanya terlihat bagaikan sosok puteri dan pangeran keturunan para dewa. Sangat tampan dan cantik. Bahkan semua orang terpana melihat mereka berdua.

__ADS_1


Para tamu dari kekaisaran dan sekte-sekte besar mendapatkan tempat khusus. Kaisar Wei An datang membawa seluruh keluarganya. Termasuk istrinya sendiri.


Bahkan para murid berbakat pun membawa pasangan mereka masing-masing ke acara pernikahan ini. Tidak ada kesedihan, yang ada hanyalah kebahagiaan.


Acara pernikahan baru saja selesai digelar. Berbagai ritual sebagaimana kebiasaan dan kepercayaan mereka sudah dilakukan. Semua orang semakin bahagia karena hal ini.


Berbagai ucapan diberikan untuk pasangan berbahagia itu. Ribuan hadiah sudah menumpuk bagaikan gunung, hadiah itu didapat dari ribuan tamu yang hadir sebagai ucapan selamat dan rasa syukur mereka.


Selama pernikahan berlangsung, acaranya berjalan khidmat. Tidak ada gangguan sedikitpun. Alam seolah turut berbahagia atas pernikahan mereka.


Matahari bersinar terang. Awan cerah bergerak mengikuti arah angin. Hembusan angin membelai mesra semua orang. Suara binatang riuh mengiringi acara itu.


Semuanya tersenyum, semuanya gembira. Dan semuanya sangat berbahagia.


Setelah acara pernikahan Shin Shui dan Yun Mei selesai, kini semua tamu disuguhkan dengan hidangan yang mewah dan sangat lezat. Tak lupa juga dengan hiburan supaya menambah kebahagiaan ini.


Dari jabatan kursi penting, kaisar Wei An berdiri lalu berjalan menghampiri Shin Shui dan Yun Mei.


"Terimakasih kaisar. Kami juga bahagia karena acara kami bisa dihadiri oleh seluruh petinggi istana kekaisaran," kata Shin Shui tersenyum.


"Itu sudah menjadi kewajiban. Lebih aku mati daripada tidak menghadiri acara ini," ucap Kaisar Wei An sambil tertawa.


"Terimakasih atad perhatianmu kaisar," tutur Shin Shui sambil memberi hormat.


"Pahlawan, bolehkah aku bicara sebentar kepada semua orang? Ada hal yang sangat penting yang ingin aku sampaikan," kata kaisar Wei An langsung serius.


Melihat ekspresi kaisar ini, Shin Shui dan Yun Mei pun jadi serius. Wajah mereka langsung sedikit tegang, mata Shin Shui langsung melirik ke segala penjuru dengan tajam.

__ADS_1


"Silahkan," kata Shin Shui dengan serius pula.


Kaisar Wei An naik ke mimbar. Semua orang yang tadinya sedang makan, menunda makanan mereka. Yang sedang bicara, menunda pembicaraan mereka ketika melihat kaisarnya memasang wajah serius diatas mimbar.


"Semuanya, tolong perhatikan sebentar dan dengarkan baik-baik." kata Kaisar Wei An memulai pembicaraan.


Semua orang langsung terdiam. Tidak ada yang berani bicara. Seperti kalau ada jarum jatuh pun akan terdengar. Bahkan hembusan angin pun berhenti seketika.


"Seperti yang kita ketahui, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Bukan hanya bagi kedua mempelai pahlawan yang sudah sah ini, namun kebahagiaan ini bagi kita semua. Kita semua sudah tahu siapa itu Shin Shui, atau yang biasa dikenal orang dengan sebutan pemuda biru dan bocah gila. Semuanya juga sudah tahu, bahwa dia bergelar Pendekar Halilintar. Penerus dari salahsatu sosok legendaris di kekaisaran Wei ini. Yaitu senior Pendekar Guntur."


"Beberapa waktu lalu, aku dan para kepala tetua dari sekte besar dan menengah mengadakan rapat dadakan. Rapat itu membicarakan tentang sosok pemimpin besar. Dan dari rapat itu, semuanya menyetujui hasil akhirnya."


"Dengarkanlah baik-baik wahai rakayatku. Aku, Kaisar Wei An, mewakili semua petinggi dari semua sekte, menobatkan Shin Shui sang Pendekar Halilintar menjadi pemimpin utama dunia persilatan kekaisaran Wei. Menjadi pemimpin besar. Sekaligus menjadi pendekar terkuat di kekaisaran ini. Semua orang wajib memberikan hormat, baik kepadanya maupun kepada seluruh anggota sektenya. Jika dia memberikan perintah, laksanakan dengan segenap jiwa kalian. Perintahnya sama seperti perintahku. Kalian harus melakukannya selama tidak menyimpang dari kebenaran."


"Dialah penyelamat tanah air kita. Dan dialah yang paling besar berkorban untuk kita. Kalian setuju?" suara Kaisar Wei An menggema hingga terdengar jelas oleh semua orang.


Suasana yang tadinya hening, mendadak ramai oleh ucapan setuju dan sorak-sorai gembira. Suara tepuk tangan riuh terdengar.


Shin Shui langsung tertegun akan hal ini. Dia sama sekali tidak menyangka, bahkan dia tidak tahu bahwa Kaisar Wei An dan para petinggi sudah merencanakan hal ini.


Para tokoh penting serta Shin Shui dan Yun Mei naik ke mimbar. Semuanya berjejer rapi. Shin Shui termenung sesaat, ada rasa bahagia yang sulit untuk dikatakan. Ada rasa haru yang tidak bisa diungkapkan.


Kaisar Wei An lalu menyuruh Shin Shui maju untuk bicara dihadapan semua orang.


"Semuanya, aku tidak tahu harus bicara apa dan bagaimana. Aku sungguh tidak menyangka akan hal ini. Sungguh, aku seperti kehabisan kata-kata. Intinya terimakasih aku ucapkan kepada kalian semua yang sudah mendukung dan memberikan kepercayaan besar ini padaku. Suatu saat jika aku melakukan kesalahan, jangan takut untuk mengingatkan."


"Khususnya jika berkaitan tentang dunia persilatan. Karena aku sudah dinobatkan anugerah besar ini, maka aku berjanji. Siapapun mereka yang mengganggu kedamaian kekaisaran Wei hingga terjadi gejolak besar. Aku sendiri yang akan turun tangan. Aku akan mengorbankan seluruh jiwa ragaku demi tanah airku," kata Shin Shui yang kembali disambut oleh sorak-sorai semua orang.

__ADS_1


###


Jangan lupa baca novel baru author yant berjudul Kisah Pendekar Tongkat Naga. Yang suka nusantara, jan lupa baca Cakra Buana😁in shaa alah Cakra Buana akan up setiap hari sekarang🙏🙏


__ADS_2