
Yun Mei, Wu Chi dan Hong Liong sudah kembali ke tempat masing-masing. Mereka membawa perasaan tersendiri, tapi yang pasti ketiganya masih dilanda dengan rasa penasaran.
Kini yang ada di arena pertandingan itu hanyalah Yashou dan pendekar bertopeng. Mereka sudah saling berhadapan satu sama lain. Tapi belum ada tanda-tanda untuk segera melakukan pertarungan. Keduanya saling terdiam dan saling berpandangan.
Dalam benaknya, Yashou sangat ingin mengetahui siapa orang dibalik topeng itu. Tapi dia sadar bahwa itu bukanlah hal yang mudah. Kecuali jika memakai cara paksa. Benar, cara paksa. Yashou langsung berfikir bahwa dia ingin membuka topengnya saja, bukan membunuhnya.
Tidak ada yang bicara saat ini. Semuanya diam membisu. Semilir angin sepoi-sepoi menerpa semua orang yang berada disana. Panasnya terik matahari menambah rasa tegang mereka.
Di sisi lain, jubah pendekar bertopeng itu berkibar dengan indah. Menambah kesan tersendiri di hati orang-orang. Sekarang semua mata tertuju kepada arena pertandingan. Ah tidak, lebih tepatnya tertuju kepada sang pendekar bertopeng.
"Bisa kita mulai?" tanya Yashou dengan tatapan mata cukup tajam yang diarahkan kepada pendekar bertopeng itu.
"Baik. Silahkan serang aku terlebih dahulu," jawab pendekar bertopeng itu. Terlihat dia melemparkan senyuman tipis dibalik topengnya.
Mendengar lawannya berkata demikian, dengan segera Yashou menyerangnya. Dia langsung mengeluarkan gerakan yang cukup cepat kepada pendekar bertopeng.
Kini di arena pertandingan sedang berlangsung pertarungan yang cukup menegangkan. Yaitu pertarungan antara pendekar misterius yang memakai topeng melawan salahsatu pendekar legendaris kekaisaran Wei.
Keduanya bertarung menggunakan tangan kosong. Gerakan mereka sama-sama lincah, gesit, dan tentunya mematikan. Sampai sekarang belum ada yang berani membuka suara, orang-orang itu masih merasa tegang.
Detak jantungnya berpacu dengan kencang, nafas terdengar sangat memburu dari orang-orang yang melihat pertandingan tersebut. Bukan tanpa alasan, harus diakui bahwa mereka pun terpancing emosi karena perlakuan pendekar bertopeng itu.
__ADS_1
Kini kedua pendekar itu sedang bertarung secara sengit. Belum ada yang terpojok diantara keduanya. Serangan dan tangkisan selalu bergantian. Hingga pada akhirnya, Yashou berhasil memukul mundur pendekar bertopeng itu hingga terpental sekitar satu tombak ke belakang.
Yashou tidak tinggal diam, dia dengan kembali segera menyerang pendekar bertopeng, gerakanya jauh lebih cepat dari sebelumnya. Tenaga dalam yang dia gunakan untuk menyerang lawan pun lebih besar sekarang.
Pertukaran jurus silat kembali terjadi. Tapi pendekar bertopeng itu masih bisa menghindari setiap serangan yang diberikan Yashou. Hingga pada akhirnya, pendekar bertopeng itu bisa membalas Yashou. Dia memberikan serangan tapak kepada pendekar tua tersebut yang mengakibatkan orang tua itu terpental dua tombak.
"Siapa dia sebenarnya. Bahkan ilmu silatnya juga sangat tinggi, tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan gerakan ilmu silat Belalang Sembah." gumam Yashou.
Memang, Yashou mendapatkan gelar Belalang Sembah tak lain karena dia menguasai ilmu silat dari Kitab Belalang Sembah. Kitab silat itu merupakan kitab ilmu silat tangan kosong tingkat tinggi. Bahkan dahulu, dia pernah bertarung melawan pendekar yang menggunakan jurus tingkat tinggi hanya dengan menggunakan ilmu silat Belalang Sembah saja. Sejak saat itulah dia mulai dijuluki Pendekar Belalang Sembah.
Saat ini Yashou sudah melakukan kuda-kuda. Kaki kananya menekuk setengah lutut ke depan, kaki kiri agak ditarik ke belakang. Sedangkan kedua tangannya dibuka lebar membentuk seperti tangan belalang sembah.
Orang-orang yang menghadiri acara peresmian terutama mereka para tetua dan kepala tetua dari berbagai sekte langsung terperanjat kaget. Bagaimana tidak? Sudah beberapa puluh bahkan mungkin ratusan tahun Yashou tidak mengeluarkan gerakan silat itu.
Jika Yashou sudah mengeluarkan ilmu silat belalang sembahnya, maka bisa dipastikan lawan yang dia hadapi tidak bisa dianggap remeh. Pendekar tua itu mulai maju menyerang. Gerakannya benar-benar sulit dilihat mata biasa.
Serangan yang dia lancarkan begitu tajam dan mematikan. Tangannya bergerak mengincar bagian rawan lawannya. Kakinya ikut menyerang ketika tangannya juga menyerang. Kombinasi serangan kaki dan tangan itu sungguh indah dan mematikan.
Hingga pada akhirnya, pendekar tua itu berhasil memberikan sebuah totokan pada leher pendekar bertopeng yang membuat dia terpental ke belakang sampai lima tombak. Bahkan pendekar bertopeng itu kini terlihat kesakitan. Terbukti sekarang dia sedang memegangi lehernya yang mendadak terasa kaku.
"Ternyata ilmu silat Belalang Sembah memang mengerikan. Untung aku masih bisa menahannya dengan sedikit bantuan tenaga dalam." gumam pendekar bertopeng ditengah rasa sakitnya. Burung phoenix biru yang sedari tadi hinggap di bahunya segera diberi perintah untuk pergi sebentar karena sadar akan melakukan pertarungan yang cukup hebat.
__ADS_1
Pendekar itu lalu kemudian berdiri dan bersiap kembali untuk melanjutkan pertarungan. Tapi sebelum kembali bertarung, dia melakukan kuda-kuda yang cukup aneh dilihat orang-orang.
Pendekar bertopeng menarik tubuhnya ke belakang lalu diputar sedikit ke kanan, kepalanya melihat tajam ke depan. Kaki kanan ditaruh didepan, sedangkan kaki kiri di belakang dan menekuk setengah lutut. Tangan kananya ditaruh didepan dada membentuk paruh kemudian ditekuk. Sedangkan tangan kiri ditarik ke belakang hingga keatas melebihi kepala.
Orang-orang yang memperhatikan gerakan pendekar bertopeng awalnya kebingungan. Tapi setelah melihat kuda-kudanya selesai, betapa kagetnya mereka.
"Jurus Dewa Mabuk?"
Semua orang terperanjat kaget. Termasuk Yashou sendiri. Hal ini terjadi karena Jurus Dewa Mabuk adalah ilmu silat yang sudah sangat langka. Bahkan hampir tidak ada yang mempelajarinya lagi, ini terjadi karena ketika ada orang yang berlatih Jurus Dewa Mabuk haruslah memiliki konsentrasi dan keseimbangan yang sangat tinggi.
Selain itu, Jurus Dewa Mabuk juga dikategorikan sebagai ilmu silat tingkat tinggi. Jurus Dewa Mabuk terkenal memiliki konsep unik yang dinamakan “dada kosong, perut penuh anggur”. Seolah dada kosong dan perut terisi anggur (tenaga dalam) yang tersalurkan ke seluruh tubuh dan menghasilkan energi yang besar melalui pergerakan.
Postur dalam Jurus Dewa Mabuk menggunakan berat dan momentum seluruh tubuh, terhuyung-huyung dan tiba-tiba melepaskan kekuatan dari posisi yang tidak biasa.
Suasana disana menjadi lebih menegang setelah melihat pendekar bertopeng bisa mengeluarkan Jurus Dewa Mabuk. Yashou bahkan merasakan bahwa pendekar bertopeng yang kini sedang bertarung dengannya bukanlah pendekar biasa.
Setelah selesai melakukan kuda-kuda, pendekar bertopeng itu dengan segera bersiap untuk kembali melanjutkan pertarungan.
"Mari kita lanjutkan kembali." ucapnya.
Pendekar bertopeng langsung melesat menyerang Yashou, tapi gerakannya tidaklah sama seperti tadi. Kali ini dia menyerang seperti orang mabuk. Seperti tidak beraturan dan tidak berirama. Namun ketika dia akan memukul, maka kekuatan pukulannya sangat dahsyat.
__ADS_1
Kini pertarungan bukan hanya antara pendekar misterius bertopeng dan Yashou saja. Melainkan antara dua ilmu silat tingkat tinggi sekaligus ilmu silat legenda. Yaitu ilmu silat Belalang Sembah dan Jurus Dewa Mabuk.