
Ye Rou langsung menyerang Yun Mei, kepala tetua itu mengeluarkan pusakanya yang bernama Selendang Putih. Gerakan Ye Rou yang cepat membuat Yun Mei semakin waspada.
Yun Mei sedari tadi sudah siap menahan serangan Ye Rou dengan pedangnya. Kini dua orang pendekar wanita berilmu tinggi sedang bertarung.
Pertarungan ini merupakan pertarungan pertama bagi Yun Mei setelah sekian lama tinggal di Bukit Awan.
Ye Rou terus menyerang menggunakan Selendang Putih, gerakannya yang tajam membuat Yun Mei sedikit kewalahan. Dengan segera dia mengeluarkan jurus ilmu pedang yang diajarkan Kitab Tarian Dewi Pedang.
Gerakannya kini berubah dari sebelumnya, sekarang gerakan Yun Mei sangat indah. Gadis cantik itu seperti sedang melakukan sebuah tarian, orang-orang yang melihatnya dibuat terkagum-kagum oleh Yun Mei.
Yun Mei terus meliuk-liukkan pedangnya untuk menyerang Ye Rou, dia mengincar bagian leher kepala tetua sekte Teratai Putih itu. Gerakan pedangnya semakin cepat, Ye Rou bahkan sedikit kewalahan menghadapi Yun Mei.
Dia mundur beberapa langkah ke bekakang untuk mengambil jarak. Tapi Yun Mei dengan segera menyerangnya, dia sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk beristirahat kepada Ye Rou.
"Tarian Bunga Sakura …"
"WUSHH …"
Gerakan Yun Mei jadi lebih cepat dan sulit dilihat mata. Pedangnya terus di ayunkan kesana kemari. Ye Rou perlahan terus dibuat terpojok. Hingga akhirnya kepala tetua itu berbalik menyerang dengan jurus yang dia miliki.
__ADS_1
"Selendang Putih Melilit Gunung …"
"WUSHH …"
Tiba-tiba selendang itu memanjang dan melebar dengan sendirinya. Selendang itu terus melaju sangat cepat ke arah Yun Mei sehingga melilit seluruh tubuhnya.
Ye Rou cukup lega, dia sudah merasa bahwa gadis itu sudah tidak dapat berkutik lagi. Tapi siapa sangka, tiba-tiba lilitan Selendang Putih miliknya perlahan lepas dari tubuh Yun Mei.
Ye Rou yang menyadari ini tentu saja kaget. Dia berniat untuk melakukan serangan yang lebih kuat lagi, namun dengan segera Yashou menghentikan pertarungan persahabatan itu.
"Cukup. Terimakasih kepala tetua Ye Rou," kata Yashou memasuki arena pertandingan dan menghentikan pertarungan.
"Terimakasih senior. Senior terlalu memuji," jawab Yun Mei merendah.
Yun Mei dan Ye Rou sudah kembali ke tempat masing-masing. Pertarungan persahabatan yang baru saja terjadi sangat menghibur orang-orang yang hadir.
Tapi bagi aliran hitam yang menyusup, pertandingan barusan adalah hal yang mengerikan. Dimana ada gadis yang masih berusia muda bisa bertanding cukup lama dengan seorang senior, apalagi senior itu merupakan kepala tetua.
Acara uji kelayakan sekte terus berlanjut. Yashou sudah memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin menguji kekuatan sektenya. Terlebih menguji para tetua.
__ADS_1
Tapi sebelum ada yang mengajukan diri, tiba-tiba mereka semua merasakan tekanan yang cukup besar dari arah pintu gerbang. Bahkan Yashou sendiri merasakan tekanan itu.
Orang-orang yang hadir mulai panik, termasuk anggota sekte aliran hitam sendiri. Bagaimana tidak, tekanan itu bahkan bisa menekan pendekar legendaris. Tentu saja ini bukanlah sesuatu yang baik.
Perwakilan tetua dan kepala tetua dari perwakilan sekte mulai mengambil sikap waspada. Bahkan Yashou dan yang lainnya turut bersiap apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Tiba-tiba saja gerbang yang menjadi pintu masuk ke sekte Bukit Halilintar terbuka. Angin yang cukup kencang mengiringi terbukanya gerbang tersebut.
Debu-debu yang berada disekitar beterbangan dan menutupi gerbang pintu masuk. Tak lama, sebuah bayangan manusia terlihat dari balik kepulan debu tersebut.
Pendekar tersebut langsung melesat cepat ke depan dan menuju ke arena pertandingan. Penampilannya yang berbeda dari orang lain membuatnya tidak dikenal.
Pendekar itu memakai zubah perang bewarna biru menyala. Ada sebuah burung phoenix berwarna biru dibagian kanan bahunya.
Entah siapa pendekar itu, karena orang-orang yang ada disana bahkan tidak ada yang mengenalinya. Tapi melihat zubah yang dipakai seperti berasal dari zaman dahulu, mereka percaya bahwa sosok dibalik topeng adalah seorang pendekar senior yang sudah mundur dari dunia persilatan.
"Maaf, bisa perkenalkan siapa dirimu?" tanya Yashou diiringi dengan senyuman.
"Aku pendekar bertopeng. Aku ingin menantang kepala tetua dan semua tetua dari sekte ini," kata pendekar bertopeng tersebut.
__ADS_1
Berbarengan dengan pendekar itu bicara, angin berhembus kencang kearahnya. Suaranya seperti mengandung energi alam. Setiap nafasnya bahkan terlihat mengeluarkan tenaga dalam.