Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Aku Adalah Badai dan Badai Adalah Aku


__ADS_3

Kau Shui'er. Ya … benar, aku merasakan bahwa kau akan menjadi harapan negeri ini di masa depan nanti," ucap Cun Fei sambil menatap wajah Shin Shui.


"Kau benar Cun Fei, aku juga merasa seperti itu. Selama beberapa ratus tahun, tidak ada yang bisa melihat goa tempatku berdiam diri. Namun Shui'er, entah kenapa dia bisa melihatnya. Jadi aku sangat yakin, bahwa yang dimaksud akan ada pemuda yang menjadi penyelamat dari kehancuran, pemuda itu adalah Shui'er," kata Lao Yi menyetujui apa yang dikatakan Cun Fei.


"Ma-maksud guru dan senior apa? Aku tidak mengerti sama sekali," Shin Shui masih kebingungan dengan obrolan gurunya dan Cun Fei. Dia masih belum bisa memahami semuanya.


"Sudahlah Shui'er. Nanti kau akan faham sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Yang penting adalah kau harus bertambah kuat secepat mungkin," ucap Lao Yi kepada muridnya, Shin Shui.


"Cun Fei, sekarang Kaisar Wei Lhuo sudah tiada. Lalu, apakah kau akan kembali ke asalmu atau bagaimana?" tanya Lao Yi kepada Cun Fei, sebelumnya Kaisar Wei Lhuo adalah orang yang dipilih untuk menjadi tuannya. Sekarang Kaisar itu sudah tiada, kemungkinan besar Cun Fei akan kembali ke asalnya lagi bukan? pikir Lao Yi.


"Tidak senior. Aku akan mengabdi kepada Shui'er. Aku akan menemaninya selama aku masih hidup, sekaligus aku juga ingin membantu perjuangannya kelak di masa depan," kata Cun Fei.


Pernyataannya itu sedikit membuat Lao Yi terkejut, dia tidak menyangka dengan pernyataan Cun Fei yang akan memiliki Shin Shui menjadi tuannya setelah kaisar Wei Lhuo.

__ADS_1


"Cun Fei, apakah kau serius memilih Shui'er sebagai tuanmu selanjutnya?" tanya Lao Yi, dia masih sedikit tidak percaya. Jadi dia memutuskan untuk memastikannya.


"Tentu saja aku serius senior. Aku belum membalas budimu di masa lalu, jadi menurutku tidak ada salahnya jika aku mengabdi kepada Shui'er. Mengingat dia adalah muridmu satu-satunya. Dan lagi pula, aku tidak ingin Kekaisaran ini dikuasai oleh manusia yang tidak bermoral di masa depan nanti," kata Cun Fei.


Mendengar hal itu, Lao Yi menjadi gembira, tak terkecuali Shin Shui. Bagaimanapun juga, Pedang Naga Emas adalah pusaka tingkat tinggi. Dan lagi, pedang itu bisa menjelma menjadi manusia. Hal ini bisa membuat Shin Shui belajar lagi tentang ilmu pedang.


"Senior, Shui'er, maaf aku tidak bisa berlama-lama lagi menjelma menjadi manusia. Aku harus segera kembali ke dalam Pedang Naga Emas. Tolong bawa aku kemanapun kau pergi Shui'er. Aku akan membantumu kapan pun, dan tentunya aku akan mengajari ilmu pedang tingkat tinggi," tak lama setelah mengucapkan itu, Cun Fei langsung kembali berubah menjadi sebilah pedang dengan warna emas dan gagang kepala naga berwarna emas pula.


"Aku berharap kau tak pernah putus asa, kau juga tahu bahwa aku paling benci orang yang putus asa. Hadapilah badai ini dengan keyakinanmu Shui'er." Lao Yi memberikan sebuah nasehat kepada muridnya itu, dia tentu sangat berharap bahwa Shin Shui bisa menjadi seseorang yang dia inginkan. Yaitu selalu membela kebenaran dan menghancurkan ketidakadilan.


"Baik guru,"


"Aku akan berusaha melawan badai yang akan menerpaku kapan pun itu. Aku siap menerima serangan badai yang besar sekali pun. Aku tidak takut kepada besarnya badai, aku tidak gentar terhadap ganasnya badai. Aku juga tidak akan menyerah walau badai itu terus menggulungku. Aku akan berusaha berdiri di atas badai itu. Aku akan menghadapi badai itu. Aku akan melawan badai itu. Dan aku akan menari diatas badai itu pula. Hingga pada akhirnya, badai itu bisa menyatu dengan diriku. Aku adalah badai dan badai adalah aku," setelah Shin Shui mengatakan kata-kata yang membuat gurunya tercengang, petir menyambar dengan sangat keras.

__ADS_1


"DUARR …"


"Kau lihat Shui'er. Perkataanmu barusan bahkan membuat langit terkejut," ucap Lao Yi sambil tersenyum. "Aku akan kembali lagi ke alam pikirmu Shui'er. Ingat apa yang dikatakan gurumu ini dan juga seniormu, guru akan bermeditasi lagi," kata Lao Yi.


Shin Shui hanya mengangguk tersenyum sambil memberi hormat. Tak lama Lao Yi pun menghilang dari pandangan dan kembali ke alam pikir Shin Shui.


###


Terimakasih untuk para pembaca yang setia, semoga dari novel ini bisa mengambil sedikit kata-kata yang mungkin mengandung pesan tersendiri🙏


Jangan lupa like, vote dan tetap jadikan favorite ya😁🙏


Selamat malam minggu☕

__ADS_1


__ADS_2