
Seminggu sejak kejadian kematian Wu Chai dan Hong Liong serta Dewi Pedang Kembar sudah berlalu, tapi semua anggota sekte Bukit Halilintar masih saja merasakan kesedihan.
Selama seminggu itu juga langit disekitar Bukit Awan dan sekte Halilintar selalu mendung. Entah memang fenomena alam ataupun lainnya. Tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti.
Kematian dua tetua sekte Bukit Halilintar dan juga Dewi Pedang Kembar yang merupakan istri dari Raja Iblis Merah pun menggemparkan dunia persilatan kekaisaran Wei.
Kabar itu menjadi kabar hangat selama seminggu belakangan ini. Mulai dari kalangan biasa sampai kalangan para pendekar, semuanya serentak membicarakan berita itu.
Nama Shin Shui yang sudah berhasil membunuh istri dari tokoh aliran hitam terkuat pun semakin berkibar. Semua golongan membicarakan dirinya.
Kabar ini pun mendapatkan berbagai macak reaksi, ada yang senang dan ada juga yang begitu khawatir. Terutama mereka para pendekar dari aliran putih. Tapi tak bisa dipungkiri, dibalik rasa khawatir itu ada sebuah rasa gembira yang teramat sangat.
Karena dengan kematian Dewi Pedang Kembar, setidaknya sudah mengurangi daftar tokoh aliran hitam yang memiliki kepandaian tinggi.
Selain itu juga, mereka meyakini dengan kejadian ini maka pendekar aliran hitam akan berfikir dua kali untuk melancarkan aksi kejahatan mereka. Terutama kepada sekte Bukit Halilintar.
Asumsi para pendekar itu pun tidak bisa disalahkan, karena memang kenyataannya semenjak kejadian itu kejahatan yang sering dilakukan oleh para pendekar aliran hitam dari sekte kelas bawah berkurang.
Tapi ditempat lain, di sekte Pemuja Iblis khusunya, Raja Iblis Merah saat ini sedang marah besar ketika berita yang menggemparkan itu sampai ke telinganya.
Pasalnya selama seminggu belakangan ini memang Raja Iblis Merah sedang mencari-cari sang istri yang pergi tanpa izin terlebih dahulu padanya. Beberapa hari kemarin dia menyuruh salah seorang anggotanya untuk mencari Dewi Pedang Kembar.
Tapi betapa marahnya kepala tetua sekte Pemuja Iblis itu ketika mendengar laporan dari bawahannya bahwa sang istri, Dewi Pedang Kembar telah tewas mengenaskan oleh seorang pendekar muda ketika akan membalas dendam.
__ADS_1
"Dasar istri bodoh, tidak tahu diri. Untuk apa dia turun tangan langsung hanya demi membalaskan dendam seperti ini, buat apa gunanya banyak anggota jika tidak disuruh. Dasar bodoh …" gumam Raja Iblis Merah dengan suara bergetar dalam ruangannya karena menahan kesedihan.
Setelah itu, dia pun keluar ruangan dan menuju ke tempat ruangan khusus lalu memanggilnya tetua satu-persatu untuk berkumpul. Tak butuh waktu lama, semua tetua dari sekte Pemuja Iblis sudah berkumpul disana.
"Apakah kalian sudah mendengar kabar tentang kematian istriku?" tanya Raja Iblis Merah dengan tatapan mata yang tajam.
"Sudah kepala tetua. Tadi kami mendengar dari anggota yang disuruh untuk mencari istri kepala tetua," jawab salah seorang.
"Apakah kalian juga mengetahui tentang sekte Bukit Halilintar?"
"Tentu. Kami tentu mengatahui sekte seumur jagung yang sedang naik daun itu,"
"Bagus. Kita akan menyerang sekte itu, aku sendiri juga akan turun tangan," kata Raja Iblis Merah dengan tegas.
"Jika kepala tetua turun tangan untuk mengurusi masalah kecil, tentunya harga diri kepala tetua akan jatuh. Kita susun ulang rencana, kita matangkan dahulu dengan yang lainnya. Setelah itu, baru kita bergerak secara keseluruhan," kata salah seorang tetua yang sekaligus merupakan penasihat.
Raja Iblis Merah tidak langsung menjawab, dia seperti berfikir keras saat ini. Apa yang diucapkan oleh kepala tetua sekaligus penasihatnya itu tidaklah salah, tapi di sisi lain dia juga tidak bisa tinggal diam atas kematian istrinya tersebut.
"Hemmm … tapi itu akan membutuhkan waktu yang lama. Aku sudah tidak bisa menunggu lagi, aku ingin segera menghancurkan orang yang menewaskan istriku, bahkan dengan sektenya sekalipun," ucapnya dengan amarah yang masih meluap.
"Kepala tetua, aku tahu dan aku juga faham akan perasaanmu. Tapi kau juga harus bisa menjaga harga dirimu sebagai tokoh besar. Lebih baik sesuai apa yang kukatakan tadi, kita perlihatkan kemarahan Raja Iblis Merah seperti apa dan kita buat siapapun yang berani melawan merasakan akibatnya."
"Sabarlah barang sesaat, aku yakin sekte yang tergabung dalam aliansi akan cepat berkumpul jika surat itu langsung ditulis oleh kepala tetua Raja Iblis Merah. Mereka pasti sudah bisa mengetahui apa yang kepala tetua maksudkan jika menulis surat sendiri," kata penasihat itu dengan sabar menghadapi kekerasan pendirian kepala tetuanya.
__ADS_1
"Hemmm … baiklah, aku akan mengikuti saranmu itu. Aku akan memberikan surat untuk semua sekte yang tergabung dalam aliansi. Tapi sebelum itu, aku minta beritahukan informasi ini kepada semua anggota kita yang ada di istana kekaisaran. Suruh mereka siap siaga dan pasang telinga dengan tajam," perintah Raja Iblis Merah.
"Baik kepala tetua. Semua perintah akan segera dilaksanakan, tetua tinggal diam saja, tidak usah repot-repot. Biarkan kami semua yang melakukan hal ini," jawab penasihat itu yang diiringi anggukan oleh tetua yang lainnya.
"Bagus," jawabnya singkat.
Setelah itu Raja Iblis Merah pun segera pergi dari ruangan khusus tersebut bahkan tanpa permisi. Hatinya masih tidak menerima akan kematian istri tercintanya.
Anaknya bahkan belum ada perubahan banyak, sekarang dia mendapat kabar duka bahwa istrinya tewas. Tentu ini menjadi pukulan berat baginya.
Bagaimanapun juga, dia tetaplah manusia. Hanya saja tingkah lakunya bagaikan iblis. Sekarang ini Raja Iblis Merah sedang berada di ruangan pribadinya.
Bayangan sang istri ketika masih hidup muncul. Dan nama pendekar muda sekaligus sektenya yang membunuh sang istri terus berputar dalam pikiran Raja Iblis Merah. Sehingga hal ini semakin membuatnya marah besar.
"Arghhh … ROARR …"
tiba-tiba Raja Iblis Merah berteriak dengan sangat keras diiringi kekuatan dahsyat dalam teriakannya itu. Bahkan sektenya pun bergetar karena teriakan dan kekuatan yang terkandung didalamnya.
Dan ternyata, suara teriakan itu bahkan terdengar sampai ke sekte Bukit Halilintar yang berada jauh dari sekte Pemuja Iblis. Bukan hanya sampai disana saja, melainkan sampai ke istana kekaisaran dan juga ke sekte-sekte terdekat lainnya.
Langit malam yang gelap gulita mendadak bercahaya merah terang. Lalu tak lama setelah itu, tiba-tiba diatas sana muncul sosok kepala iblis yang sangat besar dengan mata merah menyala.
Kembali gemparlah semua orang-orang yang melihat kejadian ini. Berbagai sekte dan orang-orang istana pun langsung membicarakan fenomena aneh ini. Karena fenomena ini baru pertama kali terjadi.
__ADS_1