
"Maafkan atas sikapku tadi Shui'er. Aku tidak mengetahui bahwa kau adalah murid dari Yi'er. Karena yang aku tahu, Yi'er tidak pernah mengangkat seorang murid sebelumnya," kata Phoenix biru tersebut.
"Tidak papa maha guru, aku juga minta maaf atas kelancanganku tadi. Aku berniat untuk memiliki Zubah Perang Halilintar karena tak lain untuk persiapan menghadapi perang besar yang mungkin akan terjadi. Aku yakin diluar sana keadaan sedang kacau," ucap Shin Shui meminta maaf atas kelancangannya.
Memang, firasat Shin Shui tidaklah salah. Meskipun pergerakan tiga sekte aliran hitam terbesar dan terkuat belum terlihat, tapi tanda-tandanya sudah terlihat. Bahkan sekte aliran hitam kelas bawah pun sudah sering membuat kekacauan di kekaisaran Wei.
"Tidak masalah. Jika memang kau benar murid dari Yi'er, maka secara sah kau jadi pewaris Zubah Perang Halilintar. Kau berhak mendapatkannya Shui'er," kata phoenix biru tersebut.
"Terimakasih maha guru. Mohon maaf sebelumnya, kenapa mahaguru bisa seperti ini? Bukankah guru pernah bilang bahwa mahaguru sudah mencapai tahap Pendekar Keabadian?" tanya Shin Shui.
Dulu ketika dirinya masih berlatih di Hutan Kematian, memang Lao Yi pernah berkata bahwa gurunya sang Kaisar Petir sudah mencapai tahap Pendekar Keabadian sekaligus menjadi penyeimbang dunia.
Lalu, jika seperti itu ceritanya, siapa phoenix biru yang kini dihadapannya? Berbagai pertanyaan mulai muncul di pikiran Shin Shui.
"Kau benar Shui'er. Aku memang sudah mencapai tahap Pendekar Keabadian. Ini bukanlah diriku, inilah hanyalah tempat untuk menyimpan sepuluh puluh persen kekuatanku. Phoenix biru ini sudah tidak bisa dipisahkan denganku, jadi aku memutuskan untuk menyimpan sebagian kekuatanku pada burung ini sebelum melaksanakan ujian untuk menuju Pendekar Keabadian."
__ADS_1
"Jadi secara tidak langsung, burung phoenix ini adalah kekuatanku. Apakah kau faham Shui'er?" tanya burung phoenix.
"Begitu ya, aku faham maha guru," ucap Shin Shui.
Shin Shui memilih untuk tidak banyak bicara lagi, meskipun belum sepenuhnya faham tapi dia tidak memilih untuk mengatakannya.
Zaman dahulu, Kaisar Petir memang memiliki siluman peliharaan berupa phoenix biru, ukurannya normal. Tapi kekuatannya cukup mengerikan, burung phoenix biru itu memang terkenal setia dengan sang Kaisar Petir.
Bahkan ketika kaisar memilih untuk mencapai Pendekar Keabadian, burung itu dengan setia menunggu dirinya dengan harapan bisa berjumpa kembali. Karena itulah Kaisar Petir memilih untuk memberikan sebagian kekuatan dan menyuruhnya untuk menjaga Zubah Perang Halilintar hingga saat ini.
"Shui'er, aku akan pergi beberapa waktu. Kaisar Naga Merah menyuruhku untuk kembali sebentar, ada yang dia ingin bicarakan denganku. Aku harap kau tidak keberatan," ucap Cun Fei tiba-tiba bicara kepada Shin Shui.
Shin Shui masih terdiam, dia terus memandang kosong ke depan. Sekerasnya sifat seseorang, sekuatnya diri seseorang, tetap saja jika masalah hati mereka akan lemah. Tidak ada yang kuat jika bicara hati, yang ada hanyalah menguatkan.
"Senior, kenapa kau harus meninggalkan diriku disaat aku akan menghadapi kekacauan yang akan terjadi? Kenapa? Kenapa senior?" kata Shin Shui sedikit mengeluarkan air matanya sembari menggoyang-goyangkan pundak Cun Fei.
__ADS_1
"Maafkan aku Shui'er, ini perintah langsung dari Kaisar Naga Merah. Aku tidak mungkin menolaknya, tapi aku janji akan kembali kepadamu lagi. Kita akan mewujudkan cita-cita senior Lao Yi. Aku pergi tidak lama," kata Cun Fei.
Tak dapat dipungkiri, jelmaan naga emas itu juga sebenarnya berat. Tapi apa boleh buat? Setidaknya dia masih ada jaminan untuk bisa kembali, berbeda dengan Lao Yi yang tidak ada kepastian kapan bisa bertemu seperti dahulu.
Dengan berat hati, mau tidak mau Shin Shui harus rela untuk ditinggalkan oleh Cun Fei. Dia harus menguatkan hati dan tekadnya. Bagiamanapun juga pemuda itu yakin bahwa semua demi kebaikan.
"Baiklah, aku tidak bisa melarangmu senior. Aku hanya berharap kau segera kembali lagi, biarlah guru yang pergi meninggalkanku. Kau jangan, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi," kata Shin Shui dengan raut wajah yang menggambarkan kesedihan mendalam.
"Aku pasti segera kembali Shui'er. Aku berjanji. Kaisar, Shui'er, aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik Shui'er," kata Cun Fei berpamitan.
"Baik senior," jawab Shin Shui.
"Pergilah Cun Fei, biar aku yang menjaga Shui'er. Aku akan mendampinginya mulai saat ini," ucap burung phoenix.
"Terimkasih kaisar."
__ADS_1
Setelah selesai berpamitan, Cun Fei segera merubah wujudnya menjdi seekor naga emas. Dengan segera dia keluar dari goa dan pergi meninggalkan Shin Shui.
Kini yang ada disana hanyalah Shin Shui dan phoenix biru. Keduanya masih terdiam, belum ada yang bicara diantara mereka. Hanya keheningan yang ada disana, tak lupa juga rasa sedih yang kini menyelimuti hati Shin Shui karena ditinggal oleh Cun Fei sang jelmaan naga emas.