Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Keadaan Sekte Bukit Halilintar-Membantu Pendekar Wanita


__ADS_3

Mari kita tengok dulu keadaan di sekte Bukit Halilintar dan keadaan disekitarnya.


Keadaan di sekte Bukit Halilintar masih terbilang baik dan tidak terjadi apa-apa. Semenjak kedatangan Yun Mei beberapa hari lalu, sekte Bukit Halilintar yang tadinya terlihat sepi mendadak ramai kembali.


Semua orang kembali merasa bahagia, terlebih Yashou. Pendekar Belalang Sembah itu amat senang karena Yun Mei kembali. Tentunya karena dia bisa kembali melatih gadis yang sudah ia anggap sebagai cucunya sendiri.


Keadaan sekte Bukit Halilintar dari hari ke hari semakin bertambah baik, apalagi sekarang nama Shin Shui yang menjabat sebagai kepala tetua sekte baru itu sudah terdengar ke setiap penjuru.


Ditambah dengan sepak terjang murid Pendekar Guntur yang selalu mengguncangkan dunia persilatan itu, nama Pendekar Halilintar dan sekte Bukit Halilintar menjadi sangat tersohor.


Bahkan setelah kepergian Shin Shui pun masih banyak tamu-tamu yang berasal dari berbagai sekte aliran putih dan netral baik kelas menengah, kelas bawah, dan juga kelas atas selalu berdatangan ke tempat itu.


Meskipun jarak sekte Bukit Halilintar terbilang jauh, tapi nyatanya hal ini tidak menjadi alasan untuk mereka yang ingin membangun relasi dengan sekte tersebut.


Ditambah lagi dengan hadirnya Yashou yang merupakan salahsatu pendekar legenda dan menjabat sebagai wakil kepala tetua, tenru saja hal ini membuat petinggi-petinggi semakin tertarik untuk menjalin kerjasama.


Entah sudah berapa banyak para petinggi dari masing-masing sekte yang telah datang ke sekte Bukit Halilintar, yang jelas, sekarang siapapun pasti tahu dan pernah mendengar tentang nama sekte yang baru seumur jagung itu.


Tapi di sisi lain, tentu saja hal yang sangat menguntungkan bagi sekte Bukit Halilintar khususnya, membuat para tokoh dan juga sekte aliran hitam cemas dengan kehadiran sekte tersebut.


Sudah beberapa kali juga ada saja serangan-serangan yang dilakukan oleh kalangan aliran hitam kepada sekte Bukit Halilintar itu. Baik itu yang secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


Tapi sayang, semua serangan itu bisa dipatahkan dengan sangat mudah oleh pihak sekte Bukit Halilintar. Apalagi beberapa waktu terakhir banyak juga pendekar-pendekar yang beraliran putih dan netral yang tidak memiliki sekte berniat untuk bergabung bersama Yashou.


Bukan main girangnya hati pendekar tua itu, sungguh sangat diluar dugaannya bahwa sekte yang masih baru itu akan mendapatkan respon yang sangat baik dari para pendekar yang berada diluar sana.


Hal ini tentunya menambah kekuatan sekte Bukit Halilintar baik secara pribadi maupun secara umum. Tapi meskipun sektenya sudah tersohor di seluruh penjuru, Yashou dan yang lainnya tidak pernah menyombongkan dirinya maupun sektenya.


Mereka masih tetap rendah hati dan siap mengulurkan tangan bagi siapapun yang membutuhkan bantuan. Sehingga bertambahlah kecintaan dan kesukaan para relasi sekte Bukit Halilintar.


Bahkan, kurang lebih satu bulan yang lalu, para petinggi dari masing-masing sekte menggelar rapat lalu menetapkan bahwa sekarang sekte Bukit Halilintar sudah resmi dan diakui sebagai salahsatu sekte kelas atas.


###


Di tengah hutan …


Hingga sampai sekarang pun mereka belum kembali menyerang setelah melihat kedatangan Shin Shui. Tapi jika melihat dari sorot mata ketujuh pendekar, sangat jelas bahwa mereka tidak suka dengan kehadiran pemuda biru itu.


Tapi Shin Shui tidak memperdulikan hal itu. Baginya hal seperti itu sudah menjadi makanannya. Dimana ketika dia menolong seseorang yang membutuhkan bantuan, pasti dia akan diperlakukan hal yang sama seperti ini.


"Maaf pendekar muda, kau siapa dan kenapa kau ikut campur dalam urusan kami?" tanya salah seorang dari mereka.


"Siapa aku itu tidak penting, yang penting adalah kenapa aku ikut campur karena jelas aku melihat pendekar wanita ini butuh bantuan. Dan apakah kalian tidak bisa jika bertarung secara jantan?" kata Shin Shui sambil tersenyum dingin sambil sedikit mengejek.

__ADS_1


"Tutup mulutmu bocah!!! Sekarang minggirlah sebelum kami juga membunuhmu. Kami tidak ada urusan dengan dirimu," katanya.


"Silahkan jika kalian memang mampu. Memang kita tidak ada urusan sebelumnya, bahkan tidak pernah saling bertemu. Tapi karena melihat apa yang sudah dilakukan oleh kalian, tentu saja aku tidak bisa tinggal diam dan ini menjadi urusanku. Karena urusan utamaku adalah membasmi pendekar-pendekar pengecut seperti kalian ini," ucap Shin Shui sambil tersenyum sinis.


"Pendekar muda, benar kata mereka. Lebih baik kau jangan membahayakan dirimu sendiri dan biarlah aku berjuang untuk membunuh mereka semua," kata pendekar wanita tersebut.


"Tidak nona, aku tidak akan berdiam diri saja melihat dirimu diperlakukan seperti ini. Sudah menjadi tugasku untuk menumpas kejahatan," kata Shin Shui tersenyum.


"Kau tidak mau minggir? Baiklah … jangan bilang aku kejam jika lehermu patah," kata salahsatu pendekar dari aliran hitam.


Tapi, belum sempat pertarungan kembali dilanjutkan, tiba-tiba ada beberapa senjata rahasia berupa jarum berwarna perak melesat dengan kecepatan sangat tinggi ke arah Shin Shui.


Tepat, jarum yang diduga mengandung racun itu memang berasal dari salahsatu ketujuh pendekar tersebut.


Bukan Shin Shui namanya jika tidak bisa menangkap serangan seperti ini. Tepat ketika jarum perak itu hampir mengenai tubuhnya, Shin Shui mendadak berputar sekali ke arah kiri lalu kembali pada posisi semula sambil tangan kanan memegang jarum perak yang berjumlah sepuluh tersebut.


"Cihhh … dengan senjata mainan seperti ini kalian ingin membunuhku? Hahaha … jangan mimpi. Bangun hei, ini sudah siang. Tidak baik bermimpi di siang bolong, hahaha … " kata Shin Shui sambil tertawa terbahak-bahak lalu di ikuti pendekar wanita tadi.


###


Semoga terhibur ya, jangan lupa berikan vote jika berkenan😁sebelumnya mohon maaf, kalau bisa bantu lagi naikkan bintangnya. Ada yang jail mungkin nyampe bintang turun dan turun lagi:-(

__ADS_1


Salam Manis biat kalian semua☕


__ADS_2