Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Dewi Laba-laba? Jelek Sekali Julukanmu


__ADS_3

Sebuah jaring laba-laba yang mencapai lebar beberapa meter menghadang jalannya. Jaring laba-laba itu dibuat beberapa lapis, tak hanya itu, jaring laba-laba itu terlihat mengandung racun. Auranya pun mengandung aura kegelapan yang kuat.


"Untung saja aku segera mengurangi kecepatanku. Jika tidak … mungkin aku sudah terperangkap didalam jari ini. Aku yakin jaring ini bukan terbuat dari laba-laba biasa, aku merasakan racun dan aura kegelapan yang kuat dari dalamnya." Shin Shui bergumam sendiri sembari mengamati jaring yang ada didepannya.


Tak lama setelah itu, sebuah angin yang cukup besar mengarah kepadanya. Angin itu seolah-olah memang ditujukan kepada Shin Shui. Tapi dengan sigap, pemuda itu segera menghindar dari hantaman angin yang bahkan bisa merobohkan rumah sekalipun.


"WUSHH … KRAKK … DUARR …"


Sambaran angin itu berhasil menghantam beberapa pohon besar hingga pohon itu roboh menimpa pohon lain. "Siapa sebenarnya sosok dibalik semua ini, aku rasa ini bukan ulah siluman. Tapi ini adalah ulah seseorang yang dengan sengaja ingin membunuhku." kata Shin Shui bergumam sendiri, saat ini dia memang seluruh inderanya dengan tajam.


Angin itu sekarang sudah sirna, jaring laba-laba yang tadi membentang menghadangpun lenyap. Tapi dibalik lenyapnya angin dan jaring laba-laba, satu sosok wanita cantik terlihat berdiri sekitar 25 meter dari pemuda itu.


Shin Shui langsung mengambil sikap waspada, dia sudah merasakan aura kegelapan yang sangat pekat keluar dari wanita cantik itu. Wanita itu memakai pakaian berwarna kuning dengan tanda laba-laba di keningnya, bentuk tubuh yang indah menjadi daya tarik tersendiri.

__ADS_1


"Maaf senior, apakah keperluan anda menghalangi jalan junior ini? Jika junior ini mempunyai salah karena tidak meminta izin melewati hutan ini, junior ini minta maaf," Shin Shui berkata hormat kepada wanita yang menghadang jalannya. Tapi sikapnya tetap menunjukkan kewaspadaan.


"Kau tidak salah melewati hutan ini … hutan ini tidak dijaga oleh siapapun, kecuali mereka para siluman," jawab wanita tersebut.


"Lalu apa tujuan senior menghalangi jalanku? Katakan apa salah junior ini sehingga membuat senior harus menghalangi jalan junior," jawab Shin Shui.


"Salahmu adalah karena kau telah bertarung dengan Pendekar Lima Serangkai, meskipun kau tidak membunuh mereka, tapi setidaknya kau juga terlibat didalamnya," kata wanita itu.


"Hemmm …" tatapan mata Shin Shui menjadi tajam. "Jadi kau rekan Pendekar Lima Serangkai tua itu? Jika benar berarti kau juga sudah tua? Aishhh … aku kira kau memang masih muda, tidak tahunya sudah nenek-nenek," kata Shin Shui. Pemuda itu langsung menghilangkan sifat sopannya dan segera digantikan dengan sifat 'gila'.


"Kenapa harus tidak berani? Kita masih sama makan nasi kan? Hemmm … atau kau sudah makan besi? Jika iya … maka aku akan takut padamu sekarang. Aku sama sekali tidak mengenalmu, mungkin karena kau tidak terkenal … hahaha," Shin Shui terus berucap kata-kata yang membuat musuhnya naik pitam.


"******** kau …" dia wanit itu menggertakan giginya. Wanita itu benar-benar sudah naik pitam, emosinya kepada pemuda yang ada didahapannya sudah sebesar gunung. "Dimana sikap sopan santunmu yang tadi bocah?".

__ADS_1


"Sopan santun? Aku tadi berucap sopan karena aku kira kau manusia. Tapi jika memang kau rekan Pendekar Lima Serangkai tua, sudah pasti kau manusia iblis. Dan kepada iblis, sudah pasti aku tidak akan memakai sopan santun. Apalagi iblis tua sepertimu," jawab Shin Shui. Meskipun mulutnya terus membuat amarah musuhnya naik, tapi hati dan matanya berbeda. Dia terus mengamati wanita yang ada didepannya saat ini.


"Omong kosong … aku Yun Che sang Dewi Laba-laba, akan kupastikan hari ini aku akan membunuhmu …. Matii kau bocah …" wanita yang mengaku Dewi Laba-laba itu langsung mengeluarkan angin yang lebih kencang dari sebelumnya ke Shin Shui.


"Cihhh … jelek sekali julukanmu … hahaha," jawab Shin Shui sembari menghindar. Benar-benar pemuda yang gila, pikir Dewi Laba-laba.


Dia terus mengeluarkan angin kencang ke Shin Shui, angin itu semakin kuat seiring berjalannya waktu. Tapi Shin Shui masih bisa menghindar dari serangannya tanpa kesulitan.


"Jika hanya seperti ini bagaimana mungkin kau bisa membunuhku nenek tua," kata Shin Shui. Pemuda itu langsung mengirimkan angin yang sama kuatnya dengan Dewi Laba-laba.


Shin Shui langsung melesat ke wanita itu, dia langsung menyerang dengan tangan kosong. Serangannya tidak main-main. Shin Shui langsung mengeluarkan jurus-jurus yang lumayan tinggi karena dia sadar, wanita bergelar Dewi Laba-laba tidak bisa dianggap enteng, pikirnya.


Yang dua bonus ya kakak-kakak sekalian. Mohon jangan lupa tinggalkan like nya, karena like kalian berharga bagi saya😁🙏malam Minggu besok akan update seperti biasa, yaitu empat chapter. Kalau boleh, jangan lupa berikan vote dan dukung terus Legenda Pendekar Halilintar😁🙏

__ADS_1


Selamat malam Minggu☕


__ADS_2